Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
Vidio yang tersebar


__ADS_3

"Ya karena Wati mau balas rasa sakit ini, karena mas Dafi sudah menolakku mentah mentah, kalau ada uang kan gampang!" balas Wati tenang dan membuat Bu Tria tersenyum kecut. "Terserah kamu saja lah, Wat! pokok jangan sia siakan kesempatan untuk mendapatkan harta melimpah dari kontrakan ini. Urusan dendam kamu itu, Bisa dipikirkan nanti dulu. Fokus saja mendekati si badut tua itu " Bu Tria terus mengompori anaknya untuk bisa mendekati dan menikah dengan pemilik kontrakkan. Agar hidupnya kembali mudah dan enak karena banyak uang lgi tanpa harus kerja keras.


"Ibu tenang saja, dia itu sangat mudah ditaklukkan. Wati ramah dan senyum saja, sudah bikin dia klepek-klepek kok. Wati tinggal pepet saja, pasti dapat deh." sahut Wati percaya diri dan Bu Tria bangga dengan anaknya yang mewarisi sifatnya itu.


"Oke, ibu percaya sama kamu.


Dan ibu harap, tidak usah lagi kamu mengejar di Dafi, daripada dia sia gak dapat apa apa, yang ada justru kena masalah.


Pemilik kontrakan memang jelek dan tua, gak papa, asal dia cinta dan mau memberikan hartanya sama kamu. Kalau sudah kaya, dan menguasainya, kamu juga bisa merawat diri agar semakin cantik, cari selingkuhan saja, asal si badut tua itu gak tau. Kamu harus bisa main cantik dan cerdik." ujar Bu Tria pada Wati yang langsung membeliak tak percaya dengan ide ibunya, yang bahkan belum terlintas dalam benak nya.


"Wah, ibu hebat. Ide ibu cemerlang. Kalau gini kan Wati jadi semangat." balas Wati senang dan semakin semangat ingin segera menjalankan misinya memikat pak Tarman pemilik kontrakan paling kaya di kampung baru.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Yudha dibuat kesal, karena pesannya belum juga dibuka oleh Wati, padahal dia sangat butuh bantuannya untuk melancarkan aksinya menggagalkan pernikahan Halwa dengan menculik anaknya sendiri.


"Sialan, wanita itu belum membuka pesan yang aku kirim!


Aku harus bagaimana ini, menculik Hasna juga tidak mudah, selama dua ada di rumah, karena pengawasan di perumahan itu sangatlah ketat.


Apa aku harus menunggu sampai Hasna kembali ke sekolahnya, karena akan sangat mudah menemuinya. Aku ayah kandungnya, pasti pihak sekolah mengijinkan.


Tapi itu terlalu lama, sedangkan pernikahan Halwa sudah dekat, hanya tinggal tiga hari lagi. Aaaaaaaargh!" Yudha mengerang frustasi.


Pikirannya buntu, tidak punya ide sama sekali.


"Kenapa kamu teriak teriak begitu, yudh! kayak orang gak waras saja, jangan bilang cuma karena kamu mikirin Halwa! Amit amit deh!" sungut Yeni kesal, melihat Yudha kayak orang gak waras, hanya karena mantan istrinya.


"Bukannya bantu kasih ide, kamu mbak, hanya terus menerus mengejekku. Halwa itu sekarang cantik, kaya lagi. Mana iklas aku dia nikah sama laki laki lain, enak saja." balas Yudha dengan nada tak kalah kesalnya.

__ADS_1


"Tau lah yudh! terserah kamu saja!" balas Yeni dan pergi meninggalkan Yudha sendirian, yang terus merutuki kebodohan nya, yang dulu sudah tidak perduli dengan Halwa dan Hasna. Melihat Halwa hidup enak dan bahagia, membuat Yudha semakin meradang dan menyesali sikapnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan pak Suko tengah frustasi karena kabar yang diterima nya, jika Vidio syurnya telah tersebar luas, bahkan wajahnya terlihat begitu jelas.


Banyak pesan masuk ke ponselnya, sekedar menanyakan kebenaran vidio tersebut.


"Ayah!" tegur Candra dengan wajah sedih, Candra tau jika ayahnya tidak bersalah, Vidio itu ada karena ayahnya yang tengah dijebak oleh Bu Tria untuk memerasnya.


"Kalian pasti sangat malu dengan Vidio itu, pasti kalian juga menjadi bahan omongan dan ejekan tenan teman kalian.


Itulah kenapa ayah itu lebih memilih diam dan membiarkan wanita itu memeras ayah, karena ayah tau kalau dia pasti akan nekad begini." tangis pak Suko pecah, kecewa, sakit hati dan malu jadi satu, terlebih rasa benci dan dendam nya pada Bu Tria yang menggunung.


"Ayah tenang saja. Mas Dafi akan bantu kita menyelesaikan masalah ini.


"Ayah itu sudah gak perduli dengan diri ayah, tapi ayah kasihan sama kalian, kalian pasti sangat malu dan tertekan bukan?


Maafkan ayah, nak!" Pak Suko benar benar sedih melihat kedua anaknya, Namun Candra dan Hanifah tak menyalahkan ayahnya, karena memang tau seperti apa kejadian yang sebenarnya.


"Ayah gak perlu merasa bersalah seperti itu.


Kamu tau apa yang sebenarnya terjadi di balik Vidio itu, jadi kami tidak akan menyalahkan ayah. Justru kami gak tega lihat ayah di fitnah seperti ini.


Bu Tria harus menerima hukuman atas perbuatannya ini." Hanifah ikut menimpali ucapan kakaknya, dan memeluk pak Suko erat, untuk memberinya kekuatan dan menunjukkan kalau dirinya baik baik saja dengan berita yang beredar.


"Kami itu sayang banget sama ayah!


insyaallah, Bu Tria segera mendapatkan hukuman dari apa yang sudah di lakukan. Ayah sabar ya, jangan terlalu dipikirkan, Alloh itu maha tau dan melihat, jadi ayah gak perlu takut dan sedih. Insyaallah kebenaran dan nama baik ayah akan bersih kembali. Kita harus terus berdoa memohon keadilan dan petunjuk dari Alloh SWT." Candra bersikap begitu dewasa padahal baru sekolah di SMA, namun cara berpikirnya sudah layaknya laki laki dewasa, bijak dan tenang dalam menyikapi persoalan yang ada.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2