
"Aku sudah merasakan semua itu, menikah dengan laki laki yang pura pura baik, padahal penjahat, yang tidak mau menafkahi istri dan anaknya bahkan tega menyakiti kami.
Belum lagi keluarganya yang selalu menjadikan aku pembantu gratisan dan memeras tenagaku.
Itu sudah jadi pelajaran untukku, agar tidak lagi masuk di dalam keluarga seperti itu." tekan Halwa dengan nada dingin, membuat Bu Imah dan Yudha seketika melotot dan terkejut dengan keberanian Halwa dalam mengherdik.
Sedangkan Monika dan Bella tengah menahan tawa melihat ekspresi dari Bu Imah dan Yudha.
"Kamu menyindir kami, Wa?
Ternyata kamu perempuan pendendam, dan tidak paham agama, menghormati orang tua juga tidak bisa. Dasar culas!" herdik Yudha dengan mata melotot tajam, namun justru dibalas dengan senyuman miring oleh Halwa.
"Apa kamu bilang?
Aku culas?
Gak kebalik?
aku pendendam? Hello, apa bukan kalian yang selalu menyimpan rasa dendam itu, dari dulu selalu sibuk mengusik hidupku, padahal aku sudah tidak punya hubungan apapun dengan kalian!
Dan kamu bilang, aku tidak punya rasa hormat pada orang tua? apa kalian lupa, seperti apa kalian memperlakukan aku selama bertahun tahun, memeras tenagaku, menjadikan aku sapi perah, sudah dijadikan pembantu gratisan, kalian hina, aku bekerja tapi uangnya kalian yang menghabiskan. Dasar tidak punya pikiran, cuma pandai mencari kesalahan orang lain, tapi buta dengan kesalahan sendiri. Harusnya kalian malu, bukan malah bersikap seperti orang yang tidak pernah punya kesalahan." sengit Halwa emosi dan tidak mau tinggal diam seperti dulu. Pasrah dan selalu sabar dengan semua perlakuan mereka, sekarang Halwa ingin melawan dan membuat mereka diam dengan segala ocehannya yang tidak berguna.
"Kamu!" Yudha berdiri dan ingin melayangkan tangannya menampar Halwa. Tapi Monika dengan cepat menangkisnya.
"Jangan macam macam, kalau kamu tidak mau dipermalukan. Karena aku tidak akan segan segan membuat perlakuan kamu ini viral!" tekan Monika dengan tatapan tajam dan penuh intimidasi.
'Jangan ikut campur. Ini urusanku dengan Halwa
Kamu hanya orang luar disini. Jaga batasan kamu!" sahut Yudha berang dengan mata memerah yang sudah dikuasai emosi.
"Lalu kamu juga siapa?
__ADS_1
Kalian sudah bercerai bukan, jadi kamu juga bukan siapa siapa disini. Jadi jangan buat ulah kalau tidak mau berakhir di jeruji besi." sinis Monika puas, karena bisa membuat Yudha tidak berkutik.
"Pulanglah, sebelum aku mengusir kalian secara tidak hormat!" tekan Halwa tanpa takut sama sekali.
"Kamu mengusir kami, Wa?" tanya Bu Imah melotot dan menunjuk dadanya sendiri.
"Iya! Karena aku tidak ingin kalian membuat ribut dirumahku. Kita sudah tidak punya urusan apapun.
Jangan pernah kembali kesini, karena sebentar lagi akan ada suamiku yang ikut tinggal disini, jadi tolong jangan usik hidupku lagi." sahut Halwa tanpa ekspresi.
"Aku ingin bertemu Hasna!
Bagaimanapun dia itu anakku.
Aku tau dia ada dirumah ini kan?
Biarkan kami bertemu sebagai anak dan ayah." Yudha menatap dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Tapi kenapa sekarang justru sibuk ingin mengakuinya dan sok perduli padanya.?"
"Karena aku ayahnya, dalam tubuhnya ada darahku yang mengalir.
Jadi, wajar bukan kalau aku ingin bertemu sama anakku?" balas Yudha sok perhatian.
"Sejak kapan kamu menganggap Hasna itu anak kamu?
Sejak kapan kamu mengakui Hasna darah dagingmu?
Yudha langsung gelagapan dengan ucapan Halwa yang sudah memojokkan dirinya.
Karena semua itu benar semua, Yudha selama ini memang sudah menelantarkan anaknya, bahkan tidak mau mengakuinya sama sekali.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Maaf ya teman teman, part ini pendek sekali. Karena author masih sibuk acara Mentenan adik 🙏
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️
__ADS_1