Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 1. Turun gunung


__ADS_3

Seorang pemuda baju putih terlihat berlari dari langkah kaki yang sangat cepat dan seperti nya dia bukan orang biasa. Loncat dari pohon satu ke pohon satu nya lagi,, makin lama gerakan nya makin cepat sampai tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.


Pemuda itu keliatan sangat gembira sekali, dengan ilmu meringankan tubuh nya yang sudah di puncak kesempurnaan.


Bayangkan dari puncak gunung tadi hanya dalam hitungan detik dia pun sampai kaki gunung itu.


Jarang sekarang menemukan orang semuda itu yang bisa menguasai ilmu meringankan tubuh sampai di puncak kesempurnaan seperti dia, biasa nya hanya pendekar yang sudah mengusai ilmu peringan tubuh sampai di puncak kesempurnaan seperti itu adalah pendekar yang sudah puluhan tahun menjalani latihan ilmu olah kanuragan.Dan ini hanya seorang pemuda yang paling masih berumur sembilan belas atau sekitar dua puluh tahunan.


Bayu itulah nama pemuda tersebut, berkulit kuning langsat dan rambut sebahu dan memakai baju serba putih, sepintas orang melihat dia pasti pangeran suatu kerajaan karena memang tampang Bayu cukup ganteng dan memiliki kharisma, orang orang biasa di jamin tidak bakalan kuat lama lama bertatapan dengan nya.


Dengan alis Mata yang mirip seperti golok seperti mata elang dan tatapan mata yang sangat tenang setenang air di tengah samudera.


Tiba-tiba Bayu berhenti pendengaran dan penglihatan nya yang sangat tajam dan di luar nalar dari manusia biasa pada umumnya,


dari kejauhan terlihat asap yang membumbung tinggi makin lama semakin besar terlihat dari situ dan ini bukan asap biasa yang makin membesar seperti ini,,batin Bayu yang semakin penasaran.

__ADS_1


Dan tanpa menunggu waktu lagi Bayu pun langsung bergerak seperti kilat kearah sumber asap itu, dengan menggunakan sepertiga kekuatan nya dia langsung melesat kencang ke sana dan hanya dalam berapa tarikan nafas Bayu pun sampai di sebuah perkampungan yang ternyata adalah sumber dari asap tadi, terlihat pemandangan yang hampir semua rumah di situ telah habis terbakar semua , mayat mayat pun berserakan di sana sini bau anyir darah dan bau mayat yang terbakar memenuhi suasana keadaan di situ.


Seumur hidup nya baru kali ini Bayu melihat kekejaman manusia terhadap sesama nya dengan sesadis yang di lihat nya di kampung ini, baru saja dia turun gunung Bayu pun sudah dihadapin dengan kondisi yang sangat mengiriskan seperti ini, Dan Bayu pun terus berlari dan menerobos beberapa rumah rumah yang terbakar di situ dan pikir nya mungkin mana tahu masih ada manusia yang masih selamat di sana.


Dengan ilmu peringan tubuh dan tenaga dalam nya yang sudah mendekati kesempurnaan tanpa kesulitan Bayu pun mengitari seluruh perkampungan yang telah hancur itu. Dia berharap masih ada manusia yang masih selamat di sana walaupun kemungkinan nya itu cukup kecil.


Seperti nya Bayu terlambat untuk sampai di kampung yang di jumpai nya itu, ternyata di sana tiada satu orang pun yang di biarkan hidup oleh pelakunya dan rata rata mayat itu adalah para laki-laki, anak anak dan orang-orang yang sudah tua. Pemuda itu pun mulai mengumpulkan mayat mayat yang masih bisa di kumpulin anggota tubuh nya, sebab kondisi mayat di situ kebanyakan yang sudah hancur dan banyak anggota tubuh yang tidak utuh lagi.


Bayu mulai menarik nafas nya dengan pelan, dia berniat membikin sebuah lubang yang cukup besar di situ untuk menguburkan semua mayat manusia di sana, biar di tumpuk menjadi satu dia tidak punya waktu untuk menguburkan mayat itu satu persatu dan juga untuk menghemat waktu.


dengan sekali hentakan secarik sinar biru menghantam tanah di depan dia berdiri itu.


(Itu lah salah satu ilmu pukulan nama nya menyongsong matahari, ilmu pukulan yang sudah punah cuma sekarang muncul lagi untuk pertama kalinya di situ)


Boommmm......

__ADS_1


Tercipta lah sebuah lubang yang cukup besar cukup untuk menampung semua mayat di situ dan dalam nya sekitar dua meteran, cukup lah buat nguburin mayat orang-orang sekampung itu, Bayu pun mulai bekerja mengumpulkan semua mayat di situ dan menumpuk semua nya di dalam lubang yang di bikin nya tadi.


Sampai matahari mau redup di ujung barat Bayu baru selesai menguburkan semua mayat penduduk kampung yang di bantai dengan tragis dan tanpa perikemanusiaan.


Kelihatan nya semua warga di kampung ini tidak ada yang bisa ilmu silat atau yang bisa ilmu bela diri, padahal semua itu sangat perlu dan kegunaan nya ialah di saat seperti ini, semua mayat yang dikumpulin Bayu rata rata semua mereka terbunuh dari luka oleh tebasan golok atau pun pedang dan para gerombolan pembunuh ini pasti nya gerombolan para perampok liar, soalnya harta benda dan ternak hilang semua di situ tanpa bekas, dan satu nya lagi para wanita disini pasti nya diculik semua oleh gerombolan itu


soalnya dari semua mayat tadi tidak ada satupun mayat wanita yang di temukan.


Ternyata benar kata Eyang nya dunia persilatan itu memang sangat kejam, kejahatan merajalela dimana mana, ( bayu membatin).


Pantas eyang nya melatih dan mendidik bayu dengan keras, selama dua puluh tahun di puncak gunung Singgalang Bayu pun di tempa baik lahir maupun batin dan semua ilmu eyang itu telah diserap habis semua oleh nya.


Bayu perlahan beranjak pergi meninggalkan kuburan masal dan kampung yang sudah rata jadi tanah itu, dan baru berapa langkah dia berjalan terdengar desiran halus yang mengarah ke titik lemah tubuh nya, tanpa menoleh sedikit pun dan sambil tersenyum Bayu pun menangkap dua bilah pisau terbang yang mengarah kepada dia itu dan Bayu pun langsung mengirim balik ke dua pisau itu ke pengiriman nya dengan kecepatan dua kali lipat dari lemparan pengiriman nya.


Terdengar dua sosok yang jatuh dari arah pepohonan di seberang kuburan yang baru di bikin Bayu tadi.....

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2