
Bayu terbangun dari tidurnya pagi itu di sebuah dahan pohon yang cukup besar di sebuah hutan, karena sinar matahari pagi mulai menyinari muka nya hingga mata nya mulai silau dan hangat, bagi Bayu tidur dimana pun dia tidak masalah tetapi dia memilih di atas dahan pohon karena lebih aman dari gangguan apapun,paling cuma gigitan nyamuk doank yang tidak mempan di kulit nya, sudah dua hari ini dia melanjutkan perjalanan semenjak meninggalkan Kadipaten Bantar angin, tenaga nya cukup terkuras dalam pertarungan dengan Datuk Harimau besi itu, maka nya semalam setelah merasa sudah cukup jauh dari Kadipaten Bantar angin dia pun mulai memulihkan tenaga nya, dan mengkonsumsi obat pil yang selalu ada di kantong di pinggang yang selalu di bawa nya, dan dia pun tertidur sangat lelap semalam di dahan pohon itu. Hingga baru terbangun setelah matahari pagi mulai menyinari hutan di perbukitan itu.
Semenjak meninggal kan arena pertempuran sore itu Bayu sengaja melanjutkan perjalanan nya dengan santai dan tanpa arah tujuan yang pasti, dia hanya melangkah mengikuti kemana kakinya berjalan yang rupanya dia bergerak terus ke arah selatan, hingga sore kemarin dia sampai di hutan ini dan memutuskan untuk beristirahat di situ, setelah menangkap seekor ayam hutan yang cukup gemuk untuk makan malam nya.
Sembari meregangkan urat serta otot-otot nya yang masih kaku sehabis tidur, terlihat Bayu masih menguap beberapa kali padahal tidur nya cukup puas dari semalam, ditambah lagi bunyi kukuruyuk dari perut nya yang minta diisi lagi, dia jadi tersenyum sendiri padahal semalam dia baru menghabiskan seekor ayam hutan yang cukup besar dan ternyata pagi ini cacing di perutnya sudah meminta lagi.
__ADS_1
Akhirnya nya dia meloncat turun dari pohon itu dan berjalan ke sumber air yang tidak jauh dari situ untuk membersihkan diri sembari bersiul siul kecil, langkah Bayu pun terhenti dia mendengar desiran suara dari samping yang mengarah kepada nya.
Auummmmm.......
Seekor Harimau Andalas yang berukuran hampir sebesar sapi dewasa menerjang Bayu dengan kuku kuku nya yang tajam itu hampir merobek dadanya, Bayu langsung berkelit kesamping sambil menunduk dan bersiap kalo Harimau itu menyerangnya lagi. Dilihat nya Harimau jantan itu kembali mengaum marah karena sasaran nya luput, Harimau itu kembali meloncat menerjang lagi ke arah Bayu, seperti nya dia sedang lapar dan tidak mau melepaskan mangsanya begitu saja.
__ADS_1
Bayu pun merasa heran dan kasihan melihat Harimau itu, sengaja dia tadi tidak menyalurkan tenaga dalam dalam tendangan nya, dia masih iba melihat Harimau itu yang mungkin kelaparan. Tetapi lama kelamaan Bayu pun jadi heran melihat Harimau itu yang masih mondar mandir di situ dan tidak menyerang dia lagi, ditambah dengan auman nya yang terus menerus seperti menangis itu.
Akhirnya Harimau itu mengaum lebih keras lagi sambil menoleh ke Bayu lalu meloncat pergi masuk ke dalam hutan, meninggalkan Bayu yang masih terlongo karena tingkah dari Harimau itu yang cukup aneh. Bayu pun entah kenapa setelah sang Harimau itu pergi diapun mengikuti nya dari belakang dengan meloncat dari pohon satu ke pohon lainnya tanpa sang Harimau mengetahuinya.
Harimau itu baru berhenti setelah sampai di celah kaki bukit itu, terlihat sebuah kerangkeng yang cukup besar terbuat dari besi dengan seekor Harimau betina terkurung di dalam nya, Harimau betina itu mengaum terus melihat Harimau jantan datang. Sepertinya Harimau betina itu belum lama terperangkap disitu soalnya jejak kaki pemburu yang memasang perangkap di situ masih ada bekas nya di sekitar daerah itu.
__ADS_1
Dengan sekali loncatan Bayu pun turun dari pohon ke dekat kerangkeng besi itu, Harimau jantan pun kaget dan terloncat mundur sembari menatap tajam ke arah Bayu dengan auman nya yang makin kencang, tetapi dia tidak punya keberanian lagi untuk menyerang nya cuma bergerak berkeliling mengitari Bayu , harimau betina pun tidak kalah kaget dia mencoba mencakar cakar dan menggigit besi jeruji itu dengan terus mengaum marah, dikiranya mungkin Bayu pemburu yang memasang jebakan disitu.
Bayu pun mendekati pintu jeruji besi itu, setelah sebelumnya menatap kedua harimau dengan tatapan mata nya yang sangat tajam membuat kedua harimau itu langsung tunduk tidak berani lagi membalas tatapan mata Bayu dan cukup membuat kedua harimau terdiam, dengan hanya menggunakan sebelah tangan nya Bayu pun mengangkat pintu kerangkeng jeruji jebakan itu. Seakan mengerti setelah Bayu mengangguk sang harimau betina pun meloncat keluar dari situ dan langsung berlari ke arah harimau jantan, kedua Harimau itupun terlihat sungguh bahagia bisa terbebas dari jerat yang hampir memisahkan mereka, keduanya pun saling menggesek gesek kan kepala dan saling mengaum. kedua Harimau itu pun menoleh sebentar ke arah Bayu seakan meminta terimakasih ke padanya dan mereka pun meloncat ke dalam semak semak di hutan itu dan menghilang, dari kejauhan Bayu pun sekali lagi mendengar auman kedua Harimau itu yang mengarah kepada nya, yang di balas Bayu dengan melambaikan tangannya dan berkelebat dari situ untuk melanjutkan perjalanannya.