Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 57. Pengasuh waktu kecil


__ADS_3

Kedua suami istri pemilik penginapan itu dulu nya adalah pelayan di istana sewaktu Baginda raja yang dahulu memerintah sebelum terjadi peristiwa berdarah yang menewaskan hampir seluruh penghuni istana termasuk Baginda raja sendiri oleh anak nya yaitu Baginda raja Aria lelono yang berkuasa sekarang ini.


Beruntung kedua suami istri ini sewaktu kejadian tersebut mereka sedang berkunjung ke tempat anaknya yang berada di kampung yang baru melahirkan jadi mereka terhindar dari malapetaka tersebut, dulu nya mereka adalah pelayan dari putra mahkota Jaka Anggara yang juga meninggal waktu itu bersama istrinya membela kerajaan.


Maka nya dia sangat kaget melihat kedatangan Bayu tadi yang sangat mirip dengan junjungannya yang telah meninggal itu, di tambah nama nya pun sangat sama persis dengan anak majikan nya yang mereka rawat dari kecil, sang istri yang sangat penasaran akhirnya menunggu jika pemuda tersebut keluar dari kamar penginapan nanti nya.


Sekitar seribu orang memasuki Kadipaten Lembah datar, mereka memasuki Kadipaten tersebut dengan berkelompok kelompok supaya penduduk di sana tidak kaget karena yang datang kebanyakan orang orang bertampang kasar dari golongan hitam yaitu para anggota Datuk Harimau sati beserta komplotan nya.


Adipati Lawu tungkal sendiri yang langsung menyambut kedatangan rombongan besar tersebut dan di arah kan ke arah barak barak darurat yang di sediakan secara dadakan kemarin, ini baru rombongan pertama masih ada sekitar seribu orang lagi yang menunggu dan mendirikan tenda di hutan dekat Kadipaten Lembah datar ini dan tinggal menunggu perintah untuk bergerak.


Sebenarnya penduduk di Kadipaten Lembah datar ini sebagian besar banyak yang tidak setuju dengan kudeta yang akan di lakukan pemimpin nya itu karena selama ini mereka sudah hidup cukup sejahtera dalam kepemimpinan Raja yang sekarang, selain itu mereka pun tahu akan ketangguhan para panglima dan senopati dari pihak kerajaan yang sangat ahli dalam peperangan.


Akan tetapi mereka tidak berdaya dengan kekuasaan pemimpin mereka, otomatis yang pertama kena dampak ialah mereka ini baik dari segi materi yang mewajibkan mereka untuk menyumbang kan hasil panen mereka untuk biaya perang serta mental para wanita dan anak-anak yang makin ketakutan dengan adanya perang saudara ini.


Pas malam tiba setelah selesai mandi dan beristirahat tadi Bayu pun melangkah ke luar untuk mencari makan karena perut nya sudah mengasih kode dari tadi, dia memasuki warung makan yang berada di paling depan bangunan penginapan, suasana di sana terlihat sepi cuma ada dua pengunjung yang makan di sana.

__ADS_1


Bayu pun duduk di meja paling sudut bangunan yang berada dekat jendela yang berhadapan langsung dengan jalan, tidak lama salah seorang pelayan datang menghampiri nya dan menanyakan pesanan.


Seorang wanita tua yang baru sampai di sana sangat terkejut dia pun berdiri dengan gemetaran di depan pintu warung yang langsung menghadap ke arah Bayu, tidak lama wanita itu pun terjatuh di sana dan pingsan.


Sebuah tangan menyambut tubuh wanita tua itu sebelum terhempas ke lantai dan dengan sigap langsung membopong wanita tersebut, rupa nya Bayu yang langsung bertindak ketika melihat wanita tua yang memandang nya dengan lekat dari tadi, dia pun merasa mengenali wanita tersebut maka nya mereka saling bertatapan sebelum wanita itu pingsan.


Para pelayan yang di sana cukup terkejut melihat kejadian pingsan nya majikan mereka yang sudah dalam pondongan seorang pemuda yang memesan makanan tadi.


"Bawa ke dalam aja tuan,, lewat sini!!


" Den, ini bibi masih ingat kan! Bi Indun pengasuh Den Bayu dulu!


Wanita itu bersuara sembari memperat pegangan nya di tangan Bayu.


Pikiran Bayu pun melayang ke masa lalu, ya dia masih ingat wajah wanita yang semakin tua itu yang sangat menyayangi nya dulu, Bayu langsung memeluk wanita tua itu terlihat Bisa Indun menangis di pelukan majikan yang sudah lama menghilang dan sangat di rindukan nya itu yang sudah dia anggap seperti anak sendiri.

__ADS_1


Para pelayan terpaku melihat adegan tersebut dan mendengar majikan nya memanggil pemuda tersebut dengan hormat, mereka pun meninggalkan ruangan dan mengasih kesempatan kepada majikan nya untuk berdua dengan orang yang selama ini mereka cari.


Cukup lama Bisa Indun menangis di dada majikan yang sangat dia sayangi itu, setelah menguasai keadaan maka dia pun bercerita tentang masa kecil Bayu dulu, percakapan mereka pun terhenti dengan masuk nya pria tua pemilik penginapan yang di temui Bayu tadi sore.


"Den Bayu,,, benarkah???


Pria tua pemilik penginapan itu terlihat berkaca kaca mata nya sambil mengucapkan nama Bayu yang seakan tidak percaya.


" Iya ini Bayu pak kukun,,


Bayu sekarang sudah ingat semuanya dia langsung bangkit dan memeluk pria tua suami dari pengasuh nya itu yang juga merawat dia sewaktu kecil dulu, setelah melepaskan pelukan nya kedua orang suami istri menuntut Bayu menceritakan kemana saja selama ini dia menghilang semenjak lima belas tahun ini.


Pasukan dari Kerajaan Indra jaya akhirnya secara bertahap dan diam diam sudah sampai semua nya di hutan perbatasan dan mereka langsung mendirikan tenda tenda darurat di sana yang tidak kelihatan oleh musuh, seorang pria tua terlihat sibuk mengatur beberapa orang panglima bawahannya untuk posisi masing-masing pasukan nantinya, ya dia lah Panglima sepuh Kiri Sampiah yang di kasih wewenang untuk menumpas pemberontakan oleh Adipati Lawu tungkal dan komplotan nya.


Setelah memberi perintah terlihat empat ribu pasukan itu mulai berpencar sesuai dengan intruksi masing-masing panglima nya dan mendirikan tenda darurat untuk beristirahat karena taktik mereka adalah menunggu musuh dan menyergap nya di sana sebelum memasuki daerah kerajaan, karena cuma padang rumput di depan inilah jalan satu satunya menuju kota raja dari Kadipaten Lembah datar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2