Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 33 Gerombolan Serigala merah 2


__ADS_3

Bayu pun sampai di rumah besar lurah Saketi bertepatan dengan anggota Serigala merah yang mulai membakar rumah itu, rupanya di pelana kuda para anggota Serigala merah itu telah tersedia banyak lampu obor persiapan mereka untuk membakar kampung kecil itu seandainya mereka tidak memenuhi permintaan nya.


Beberapa orang anggota Serigala merah yang mulai melemparkan obor untuk membakar rumah lurah Saketi yang berada disisi kiri rumah itu cukup kaget dengan kedatangan satu sosok berpakaian serba putih yang datang dari arah belakang mereka, dengan kecepatan yang sangat tinggi dan hasilnya beberapa orang kawan nya langsung terlempar dan tidak sadarkan diri dengan sekali gebrakan dari sosok berpakaian serba putih yang datang seperti angin itu.


Dua orang anggota dari Serigala merah yang tersisa di sana hanya bisa terlongo dengan kejadian yang sangat cepat itu, dan sebelum mereka menyadari bahaya yang selanjutnya kepada mereka, sosok berbaju putih itupun tidak tanggung tanggung dengan kecepatan nya yang sulit di ikuti oleh mata biasa membagi tendangan kepada kedua orang itu hingga mereka terhempas tidak sadarkan diri.


Setelah melumpuhkan anggota Serigala merah yang berada di sisi kiri rumah itu, Bayu pun berkelebat ke sisi lain yaitu memutari rumah itu dari arah belakang hingga sisi kanan rumah, dan diapun melihat tiga orang anggota Serigala merah di sana sedang sibuk melemparkan obor membakar rumah besar itu. Tanpa menunggu waktu Bayu pun melesat ke arah tiga orang itu dan membagi beberapa pukulan untuk melumpuhkan mereka, sengaja Bayu hanya melamberi sedikit tenaga dalam pukulan nya, biar mereka tidak mati dan Bayu hanya membikin mereka pingsan supaya nanti bisa mengorek informasi dari mereka.

__ADS_1


Bayu pun berusaha memadamkan api yang belum terlalu besar itu setelah melumpuhkan tiga orang anggota Serigala merah barusan di sisi kanan rumah itu, setelah berhasil memadamkan api itu Bayu pun naik ke atap rumah itu dan memperhatikan sosok pemimpin dari gerombolan itu yang mulai gelisah di halaman rumah itu dan terlihat beberapa kali dia menenangkan kudanya yang juga ikut gelisah seperti dia.


Terlihat empat orang yang tersisa dari gerombolan itu datang menghampiri pemimpin nya di halaman rumah itu, sepertinya kelompok ini yang bertugas mengejar lurah Saketi dan keluarga nya yang telah melarikan diri tadi. sang pemimpin sangat marah kepada mereka karena pulang dengan tangan kosong di tambah anggota yang di suruh membakar rumah itu tak kunjung keliatan hasilnya.


Selagi mereka lagi sibuk mendengar kan umpatan kemarahan pemimpin nya, terdengar teriakan dan langkah kaki orang banyak mendatangi rumah besar itu, dan tidak lama terlihat puluhan obor menerangi halaman rumah itu dan puluhan pemuda dari kampung itu bermunculan dengan di pimpin oleh lurah Saketi itu sendiri dan semua orang itu membawa berbagai macam senjata di tangan nya.


Pemimpin dan ke empat anggota nya yang tersisa dari gerombolan itu cukup kaget dengan kedatangan penduduk kampung itu yang di pimpin oleh lurah Saketi sendiri yang setahu mereka kemarin terluka cukup parah. Diapun berteriak memanggil semua anggota nya tetapi tidak ada yang kunjung keluar satupun ke hadapan nya. Malah yang datang adalah sesosok bayangan baju putih dengan kecepatan yang luar biasa menerjang ke arah nya tanpa mampu di hindari oleh pemimpin kelompok Serigala merah itu yang masih duduk di atas kudanya.

__ADS_1


Tetapi pergerakan mereka terhenti karena sesuatu yang sangat keras menghantam punggung mereka hingga mereka semua tersungkur dan tidak mampu untuk bangkit berdiri lagi, tulang punggung mereka seperti patah dan kejadian selanjutnya sungguh lebih parah lagi penduduk kampung yang mengetahui mereka melarikan diri itu berlari menghujamkan puluhan senjata ke tubuh mereka setelah mereka berhasil di lumpuh kan oleh pemuda berbaju putih itu.


Bayu pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan kemarahan penduduk itu, walaupun sebenarnya dia kurang setuju dengan cara penduduk itu yang dengan sadis nya mencincang tubuh para gerombolan Serigala merah tanpa wujud yang bisa untuk di kenali lagi. dia satu sisi diapun merasakan gimana sakit hati nya penduduk itu atas perlakuan para gerombolan itu kemarin di kampung nya.


Tadinya para penduduk itu akan melakukan hal yang sama terhadap delapan orang anggota gerombolan yang tersisa yang tadi di bikin pingsan semua nya oleh Bayu, tetapi Bayu melarang mereka untuk melakukan itu dan biarkan pihak yang berwenang mengadili mereka yaitu pihak Kadipaten atau kerajaan yang akan menghukum mereka, selain itu kita perlu menggorek informasi dari mereka tentang sarang dan pemimpin tertinggi dari gerombolan Serigala merah itu.


Awalnya mereka kurang setuju kepada Pemuda itu tetapi setelah lurah Saketi menjelaskan bahwa pemuda inilah yang membantu mereka, maka atas nasehat dari lurah itu juga akhirnya mereka pun mau dan akhirnya kedelapan anggota gerombolan Serigala merah yang tersisa itu di ikat di sebuah pohon yang tumbuh di halaman rumah lurah Saketi untuk nantinya akan di bawa ke Kota Kadipaten di sana.

__ADS_1


Dan pada malam itu juga lurah Saketi mengutus dua orang pemuda di situ untuk melaporkan kejadian ini ke kota Kadipaten dengan menggunakan kuda dari para anggota Serigala merah yang sudah di amankan itu, dan mereka pun menguburkan dengan layak para mayat dari sisa gerombolan itu yang tewas tadi. Dan lurah Saketi pun juga mengutus beberapa orang untuk menjemput istri dan putri nya yang tadi di tinggalkan di gubuk sawah ujung kampung itu.


Bersambung....


__ADS_2