Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 71. Kekacauan di Padepokan Pedang Buana


__ADS_3

"Hari kematian mu sudah tiba tua bangka Buyung tuo!!


Lebih baik kamu menyerahkan kepala mu biar kematian mu tidak menyakitkan...


Haahaaaaaaaa......


Pemuda tersebut ternyata mengenali nama asli pemimpin Padepokan Pedang Buana itu, jarang sudah orang sekarang ini mengetahui nama nya, kecuali keluarga terdekat.


"Siapa kamu sebenarnya Iblis?


Seperti nya kamu mengenal banyak semua tentang saya.


Pendekar Pedang Perak semakin emosi melihat ketidaksopanan pemuda yang merusak acara nya itu.


" Kak tuo orang kaya gini tidak usah di ajak kompromi, jelas jelas dia ingin merusak Padepokan kita...


Seorang Pria tua yang hampir seumur dengan Pendekar Pedang Perak ini langsung berkelebat ke arah pemuda tersebut, tanpa sempat di cegah oleh nya, dengan pedang terhunus pria tua itu dengan cepat nya langsung menebas kepala pemuda yang sok jagoan itu.


"Krakkk... aahhhh..


Terdengar bunyi pedang yang patah dan jerit tertahan, lalu telihat sebuah tubuh yang kembali melayang seperti layangan yang putus ke arah murid Padepokan berkumpul.


Rupanya ilmu pemuda itu sangat tinggi, bayangkan yang mencoba untuk menyerang nya tadi adalah adik bungsu dari Pendekar Pedang Perak yang ilmunya tidak terlalu jauh berselisih di bawah ilmu kakak nya selaku pemimpin Padepokan, memang adik bungsu nya ini yang bergelar Harimau Gila terkenal akan temperamen nya, dia hanya patuh dan menurut kepada kakak tertua nya itu.


Melihat Orang tua yang mereka hormati seperti pemimpin mereka Pendekar pedang Perak terlempar dan terluka cukup parah dalam sekali gebrakan, para murid pun tidak bisa menahan emosi dengan serempak mereka pun bergerak maju.


"Tahannn... dia bukan tandingan kalian,,

__ADS_1


Suara Pendekar pedang Perak yang begitu menggelegar membuat mereka semua terhenti, dan mereka pun kembali ke posisi mereka tanpa ada satupun yang berani membantah.


" Tujuan mu apa sebenarnya di sini anak muda?


tiada angin tiada hujan kamu telah merusak di rumah ku!!


Pendekar pedang Perak berusaha untuk menahan amarahnya, dia pun cukup sangsi setelah melihat kemampuan pemuda itu yang mampu menumbangkan adik nya dalam sekali gebrakan, dia sempat melihat pergerakan pemuda itu yang sangat cepat dan dia seperti mengenali ilmu nya.


"Haahaaahaaa...


Pengen tahu???


Kepala mu tua bangka......


Selesai berbicara tanpa basa basi Pemuda tersebut langsung menyerang Pendekar Pedang Perak dengan bertangan kosong, angin pukulan nya sangat kuat dan rupanya mengandung racun yang berbahaya, dengan hati hati Pendekar pedang Perak pun menghindari setiap serangan pemuda itu.


"Punya hubungan apa kamu dengan Dewa dan Dewi ular anak muda??


Sembari menghindar Pendekar pedang Perak bertanya karena gerakan dan ilmu pemuda itu dia mengenali nya, yaitu ilmu dari penguasa pantai timur sepasang suami-istri Dewa dan Dewi ular dan memang dia pernah bentrok beberapa kali dengan sepasang Dedengkot golongan hitam tersebut yang hasil nya berakhir imbang bagi keduanya.


Yang mengherankan Pemimpin Padepokan pedang Buana ini adalah di tangan pemuda itu semua ilmu Sepasang Dedengkot penguasa pantai timur itu lebih sempurna dan banyak tipuan nya.


"Mau setan atau Dewa Dewi setan aq tidak kenal tua bangka!!!


Sekarang nyawa mu yang perlu di pertanyakan...


Haahaaa...

__ADS_1


Pendekar pedang Perak pun semakin terdesak, ketika pemuda tersebut mulai meningkatkan kecepatannya, dan memang tidak berselang lama sebuah tendangan dari pemuda tersebut berhasil membuat nya terjejer ke belakang, untung nya dia tadi masih sempat menahan dengan tenaga dalam nya ketika tendangan pemuda itu berhasil mengenai perut nya.


Tujuh orang pria pembantu utama di Padepokan itu berkelebat menyerang pemuda yang baru berhasil menyarangkan sebuah tendangan kepada Pendekar pedang Perak, mereka sangat marah ketika melihat pemimpin mereka terjejer mundur, tanpa menghiraukan tata krama pertarungan golongan putih untuk bertarung secara jantan satu lawan satu, mereka pun dengan pedang terhunus mulai menyerang.


"Jangannnnn''"


"Duuaaarkkkkkk.........


Teriakan dari Pendekar pedang Perak pun untuk mencegah para pembantu utama nya itu terlambat, karena tidak berselang lama terdengar sebuah ledakan keras yang membuat halaman di depan Padepokan tersebut seperti terjadi gempa bumi, dan bau yang di timbul kan akibat ledakan tersebut sangat menyengat mengandung racun yang sangat kuat.


Tujuh sosok pembantu utama yang menyerang pemuda itu nasib nya sungguh sangat tragis, karena mereka terkena suatu pukulan yang sangat mematikan dari pemuda tersebut, ya yang terlihat sekarang adalah tujuh sosok kerangka manusia yang sudah tinggal kerangka nya saja.


"Semua nya menjauh,,, pukulan itu sangat beracun,!!!


Selamat kan diri kalian masing-masing...


Teriakan dari Pendekar pedang Perak pun sedikit terlambat karena banyak sudah murid dan para tamu di sana yang ilmunya masih menengah ke bawah sudah menggeletak tidak bernyawa terkena bau asap dari pukulan pemuda itu.


Dengan menahan amarah maka sekarang Pendekar Pedang Perak mencabut pedang pusaka nya yang berwarna Perak itu yang dahulu melambungkan namanya, dan sangat jarang dia semenjak mengundurkan diri dari dunia kependekaran untuk menggunakan pusaka nya tersebut.


Dengan menggunakan segenap ilmu dan tenaga nya maka sekarang Pendekar pedang Perak mulai menyerang pemuda itu, awalnya pemuda itu agak meremehkan pemimpin Padepokan pedang Buana itu karena tadi dia telah berhasil menyarangkan sebuah tendangan kepada nya, akan tetapi pemuda itu pun menjadi serius setengah melihat perubahan serangan setelah lawan nya tersebut menggunakan pedang.


Pemuda itu tidak tahu bahwa inti sari ilmu dari Perguruan pedang Buana ini adalah ilmu berpedang yang telah mengangkat tinggi namanya, apalagi yang memainkan nya adalah pemimpin tertinggi Padepokan tersebut, dan semua itu terbukti pemuda itu pun mulai terdesak dan sering mati langkah karena pergerakan pedang pemimpin Padepokan itu tidak terduga arah serangan nya.


"Bedebahhhh....


Umpatan kasar dari mulut pemuda itu terdengar karena lengan kirinya terkena goresan dari pedang lawan yang menimbulkan luka memanjang sampai siku nya, ternyata tidak cukup sampai di situ Pendekar pedang Perak kembali mengayunkan pedang pusaka nya ke arah kepala, ketika pemuda tersebut agak lengah karena menahan perih luka di lengan kirinya, bisa di pastikan dengan kecepatan dan tenaga penuh Pendekar pedang Perak akan mengakhiri nyawa pemuda yang mengacau di rumah nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2