
Walaupun mengalami sedikit pukulan batin, Bayu masih bisa mengendalikan diri nya agar tidak terlalu larut di dalam kesedihan, karena memang pondasi kekuatan batin nya sudah kokoh terbentuk oleh almarhum Eyang nya ini, ditambah lagi di sempurnakan oleh Kakek nya mendiang Raja Daru Lintang sewaktu mereka berada di ruangan rahasia tempat Bayu menempa ilmu baru dari leluhurnya itu.
Setelah pagi mulai datang di Puncak Gunung Singgalang ini, Bayu pun menyempurnakan pesan Eyang nya itu untuk menguburkan nya di Puncak Gunung Singgalang, dengan memapah jenazah Eyang nya maka Bayu berkelebat ke arah Puncak Gunung tersebut yang letaknya tidak terlalu jauh dari gubuk mereka.
Tidak butuh lama bagi Bayu untuk membuat sebuah lubang tempat istrahat terakhir dari Eyang nya itu, setelah memberi penghormatan terakhir Bayu kembali berkelebat ke arah selatan, dan sebentar antara nya telah kembali dengan membawa sebuah batu karang yang cukup besar dan di tancap kan di depan makam Eyang nya yang masih baru itu.
''MENGENANG EYANG TERCINTA "
'DATUK ALANG LANGIT PENDEKAR DEWA MATAHARI'
Sebuah tulisan yang di buat oleh jari telanjang oleh Bayu di batu yang baru di taruh nya di depan kuburan Eyang nya itu.
Berita tentang banyak Padepokan yang hancur oleh seorang pemuda yang terkenal dengan Raja Iblis itu pun sampai di Padepokan Pedang Dewa yang berada di wilayah timur, Pendekar pedang Baja selaku pemimpin Padepokan tersebut cukup sedih mendengar tentang kehancuran Padepokan sahabat nya Pendekar pedang Perak, padahal baru tiga purnama ini sahabat nya itu berkunjung ke sini untuk mengabarkan tentang ulang tahun Perguruan nya dan memberikan undangan langsung ke pada sahabat nya itu.
Setelah membaca sebuah surat undangan dari aliansi beberapa Padepokan golongan putih yang akan di adakan setengah Purnama lagi di Padepokan tongkat Angin yang berada di wilayah tengah, maka Pendekar pedang Baja ini mengumpulkan semua murid yang ada di sana agar memperketat penjagaan selama Pemimpin nya ini pergi menghadiri pertemuan membahas masalah berita Raja Iblis ini.
__ADS_1
Pendekar pedang baja ini juga menceritakan tentang kehancuran beberapa Padepokan akhir akhir ini di tangan seorang Pendekar muda yang bergelar Raja Iblis, maka nya agar seluruh murid murid lebih meningkatkan kewaspadaan nya dan untuk berlatih lebih giat lagi.
Pendekar tongkat seribu adalah seorang pria yang sudah sangat sepuh, dia berumur hampir seratus tahun dan sudah memimpin Padepokan Tongkat Angin ini hampir setengah abad, perkembangan Padepokan nya pun meningkat pesat karena banyak melahirkan para Pendekar yang cukup di segani di rimba persilatan, karena mereka berada di jalan lurus memerangi para golongan hitam yang menindas rakyat kecil.
Pagi ini para tamu undangan dari golongan yang sealiran dengan nya mulai berdatangan ke Padepokan tersebut, terlihat keadaan di Padepokan itu mulai ada kesibukan baik di bagian depan yang menyambut para tamu maupun yang berada di belakang di dapur tidak kalah sibuk, karena tamu yang datang di luar perkiraan makin banyak para Pendekar yang mendengar tentang Raja Iblis ini membuat mereka tersentuh untuk menyumbangkan tenaga nya.
Pendekar tongkat Seribu sendiri terlihat menyambut langsung seorang yang sangat di kenal nya, sahabat kental nya yaitu Pendekar pedang Baja yang baru sampai di sana dengan dua orang murid utama nya, setelah berpelukan erat karena lama tidak bertemu maka Pendekar tongkat Seribu langsung mengajak sahabat nya itu untuk bergabung dengan beberapa Pendekar dan Pemimpin Padepokan yang sudah datang lebih dahulu.
Bayu cukup jelas mendengar obrolan beberapa orang Pendekar yang duduk di bangku depan nya itu, Bayu cukup kaget mendengar tentang hancur nya beberapa Perguruan dan Padepokan ternama dalam kurun waktu beberapa bulan ini oleh seorang Pendekar muda yang bergelar Raja Iblis, dan dari obrolan yang dia dengar juga para Pendekar yang banyak keluar masuk kampung ini dari tadi adalah untuk pertemuan para Pendekar golongan putih untuk membahas masalah Raja Iblis ini.
Setelah mengubur kan Eyang nya dan membakar seluruh pondok peninggalan nya itu sesuai pesan Eyang nya, maka untuk kedua kalinya dia meninggalkan Puncak Gunung Singgalang tempat dia di besar kan itu, dengan menyandang pusaka Pedang kilat di punggung nya dia pun dengan kecepatan yang luar biasa pergi dari situ, dan tidak tahu kapan akan kembali lagi ke sana di tempat yang banyak meyimpan kenangan yang tidak akan dia lupakan seumur hidup nya.
Dan siang itu sampai lah dia di kampung yang Ramai terlihat para Pendekar berlalu lalang di sana, dan rasa penasaran nya itu membuat dia mencari sebuah warung makan karena di sana lah segala informasi bersumber, dan memang dari percakapan para Pendekar yang di dengar tadi dia pun mendapat suatu kesimpulan tentang pertemuan para Pendekar di Padepokan Tongkat Angin yang letaknya tidak jauh dari kampung ini.
Setelah warung sepi maka Bayu bertanya kepada pemilik warung letaknya Padepokan tongkat angin tujuan para Pendekar ini.
__ADS_1
"Tuan Muda cukup bejalan lurus ke arah selatan dan nanti bertemu sebuah sungai yang banyak perahu di sana untuk menyeberang menuju Padepokan tongkat angin tersebut, karena letaknya memang di tengah sebuah Danau.
Ucap bapak tua penjaga warung itu yang kelihatan sudah mengerti tujuan para Pendekar ke sana, dan dia pun tidak kaget melihat tampang Bayu karena menyandang sebuah pedang yang sangat indah di punggung nya, walaupun awalnya dia mengira Bayu adalah seorang Pangeran atau putra bangsawan karena melihat muka dan tampang nya itu.
"Terima kasih pak,,
Bayu pun menaroh sekeping uang logam emas di meja tempat Pak tua penjaga warung itu, sebelum melangkah pergi dari sana yang membuat pak tua itu sangat kaget karena biaya makan Bayu tadi cukup untuk makan Bayu selama dua bulan di sana.
" Tuan Muda tunggu!!!
kembalian nya..
Pak tua pemilik itu berlari ke luar warung sambil berteriak mencari pemuda gagah itu yang ternyata sudah tidak kelihatan batang hidung nya, akhirnya dia pun masuk lagi ke dalam sambil mengucapkan syukur karena penghasilan dia hari ini lumayan banyak yang jarang dia dapat kan di hari hari sebelumnya.
Bersambung...
__ADS_1