
Mendengar gadis itu ngomongin mereka lalat, emosi keempat pria kasar itu semakin memuncak, belum pernah seumur hidup mereka di hina seperti itu,, sembari mengayunkan golok nya pria yang kemasukan pisang tadi menebas ke arah leher Anggun yang baru beranjak berdiri dari bangkunya.
Sampai pemilik warung dan pelayan nya tadi menjerit mereka tidak bisa membayangin sebentar lagi kepala gadis cantik itu akan putus di tebas oleh golok di tangan pria itu.
Satu senti lagi golok itu akan menyentuh leher nya, terlihat dua jari halus menjepit dan menahan mata golok itu, dan dengan sedikit menekan jarinya golok itu pun patah menjadi dua, belum hilang ke kekagetan nya melihat golok besar kebanggaan nya itu patah, sebuah tendangan kaki kanan Anggun pun bersarang di dadanya, kejadian nya pun berlangsung begitu cepat dan tahu nya dia sudah terlempar menimpa meja dan bangku disana yang hancur berantakan, untung sangat gadis tidak ada niat membunuh cuma melamberi sedikit tenaga tendangannya,
pria itu pun berdiri di bantu salah satu teman nya dan memapah nya keluar, seperti nya para lelaki kasar itu tahu diri, mereka yakin tidak akan mampu melawan gadis ini, perlahan mereka pun berniat kabur dari sana.
Anggun cuma tersenyum melihat tingkah para pria kasar itu, sembari berkelebat dia pun meloncat dan melewati kepala orang orang kasar itu, dengan hanya sekali bersalto dia pun mendarat dengan indahnya di depan pintu masuk dan menutup jalan pria pria kasar itu yang berniat kabur dari sana.
" Urusan kita belum selesai jangan kabur duluan kisanak,, ucap Anggun sambil tersenyum dan tangan nya pun bergerak cepat membagi tamparan kepada keempat pria kasar itu, akibatnya mereka pun semua terjatuh tanpa sempat untuk menghindar.
" Itu untuk orang-orang yang selalu kalian tindas tiap hari,, ucap nya.
Dan tidak cukup sampai di situ Anggun pun menendang perut mereka yang masih terkapar di lantai itu hingga ke empat nya terlempar ke luar warung.
__ADS_1
Orang orang pun ramai mengintip kejadian tersebut cuma tidak ada satu orang pun yang berani untuk melihat secara langsung, mereka cuma berani mengintip dari kejauhan, baru kali ini ada yang berani melawan orang orang nya juragan Jarwo itu, pasti nya kedua gadis itu dalam masalah besar,, pikir orang orang kampung itu.
Melati sendiri pun tersenyum sambil tanpa henti melahap makanan yang ada di meja, sampai ayam bakar jatah nya Anggun pun di lahap nya sampai tiada yang tersisa.
Dengan santai Anggun pun berjalan keluar menyamperi ke empat pria kasar yang terlempar keluar tadi itu, para pria itu masih terbaring sembari memegangi perut dan mulut mereka yang penuh darah, sepertinya tamparan yang di kasih Anggun cukup keras bagi mereka terlihat gigi mereka pun banyak yang copot.
Dengan bertolak pinggang di hadapan mereka Anggun pun berkata!
" Bilang ke juragan kalian sebentar lagi kebagian jatah dia,, sebelum itu keluarkan semua uang hasil tagihan pajak kalian hari ini... cepat... bentak Anggun.
Anggun berjalan memasuki warung itu lagi dan melihat Melati sudah menyelesaikan makan nya, diapun menyamperi yang punya warung dan pelayan nya tadi yang masih ketakutan itu, lalu dia memberikan uang dari keempat pria tadi, buat ganti kerusakan warung itu katanya.
Awalnya cukup ragu dan takut si pemilik warung menerima uang itu, tetapi setelah di paksa Anggun akhirnya mereka mau menerima semua uang itu.
Akhirnya dia pun kembali duduk di bangku di depan Melati yang tersenyum ke padanya.
__ADS_1
"Pesan lagi aja ayam bakar nya Anggun, kamu kelamaan jadi udah kakak habisin,, katanya sambil tertawa
Anggun pun cuma menggeleng geleng sambil tersenyum dengan selera makan saudari nya itu dan dia pun memesan kembali makanan karena tadi makan nya terhenti karena gangguan dari pria kasar tadi.
" Sehabis dari sini kita samperin juragan itu ke rumah nya kak,, kasian penduduk disini terlalu di tindas nya, ucap Anggun bicara. Melati pun mengangguk dan mengiyakan dia cukup senang melihat Anggun begitu semangat.
Pesanan Anggun pun datang, dan sambil menghidangkan bibi pelayan itu menyuruh kedua gadis itu pergi jauh dari desa ini, setelah makan, dia sangat takut dengan keselamatan Anggun dan Melati, orang orang juragan Jarwo itu cukup banyak, ditambah juragan Jarwo nya juga ilmu nya sangat tinggi,, ucap bibi itu cemas.
Kali ini giliran Melati yang menjawab, soalnya dia sudah selesai makan, sementara Anggun baru mau mulai menyantap hidangan yang telah ada itu.
" Bibi tidak perlu cemas, kami sehabis ini memang mau bikin perhitungan dengan juragan itu, sudah tugas kami untuk memberantas manusia bejad kayak gitu, katanya, sembari bertanya rumah kediaman juragan itu.
Setelah Anggun menyelesaikan makan nya, mereka pun meninggalkan warung, Melati pun meninggalkan satu keping uang emas untuk yang punya warung buat makanan yang tadi mereka santap, sengaja dia meninggalkan nya di piring tempat mereka makan, soalnya yang punya warung itu tidak mau mereka membayar, gadis gadis itu sudah cukup membantu mereka dan sekarang pun mereka mau membikin perhitungan dengan juragan Jarwo penguasa kejam di kampung itu.
Dan mereka pun cuma bisa membantu dengan doa berharap kedua gadis itu bisa membasmi juragan Jarwo dan antek-antek nya itu dari desa itu.
__ADS_1
bersambung....