
Kedua orang tukang pukul tuan Sopo jangkar yang baru datang itu sangat marah melihat tuan muda anak majikan nya terkapar di sana, karena mereka berdua mendapatkan tugas untuk mengawal dan memastikan keselamatan dari anak kesayangan juragan nya itu, mereka pun tidak bisa membayangkan kemarahan tuan nya nanti jika tahu kalau anaknya terluka, bisa bisa nyawa mereka lah yang jadi taruhannya.
Setelah berteriak memarahi bocah kecil yang berkelahi dengan anak juragan nya, salah seorang tukang pukul tuan Sopo jangkar itu pun tangan nya bergerak untuk memukul dan memberi pelajaran kepada bocah yang terlihat masih tenang sambil menatap tajam kepada tukang pukul dari kepala desa itu yang mengayunkan tangan nya ke arah kepala nya.
Ternyata bocah kecil itu cukup lincah dan seperti nya mendapatkan didikan ilmu silat walaupun baru di tingkat dasar, sambil ber loncatan ke sana kemari terlihat pergerakan kaki kecilnya itu sangat indah dalam menghindari setiap pukulan dari orang yang seusia dengan ayah nya.
Tanpa rasa malu tukang pukul itu terus mengincar bocah kecil itu dengan pukulan nya, dia sangat marah dan malu karena ternyata bocah itu mampu menghindari semua serangan nya, dia pun tidak menyangka ternyata bocah miskin anak petani yang tinggal di ujung kampung itu bisa ilmu silat dan entah belajar dari siapa dia.
Kawan nya yang satu lagi sangat kaget dan terheran melihat kawan nya belum mampu menghajar bocah yang kurang ajar itu, dia yang sedang menolong majikan kecil bersama kedua teman nya yang terkapar itu langsung bergerak membantu kawan nya yang kesulitan menghajar bocah yang ternyata bisa silat.
Dengan mencabut golok di pinggang nya dia pun langsung menebas leher bocah itu yang baru saja melompat kesamping menghindari pukulan dari kawan nya tadi, bisa di pastikan golok yang terlihat mengkilap itu akan menebas leher kecil dari sang bocah yang terlihat pasrah karena langkah nya telah mati dan tidak bisa untuk mundur lagi.
__ADS_1
Namun sedetik lagi sebelum golok itu menyentuh leher nya, terjadi sesuatu keajaiban golok itu mental dengan kondisi yang patah patah dan tukang pukul itu bersama kawan nya terlempar ke cukup jauh kebelakang dan jatuh dengan posisi saling berhimpitan.
Terlihat seorang pemuda gagah dan berpakaian serba putih berdiri dengan bertolak pinggang di depan bocah kecil yang juga kaget dengan kejadian yang berlangsung sangat cepat itu, tadi dia menyangka bahwa umur nya mungkin sampai hari ini saja di tangan kedua orang tukang pukul tadi yang siap menebas lehernya tanpa mampu untuk dia hindari.
"Sangat memalukan berani cuma sama anak kecil kalian,...!
Ucap pemuda itu sambil bertolak pinggang ke pada kedua orang tukang pukul yang sudah mulai berdiri dengan memegang perut nya yang sakit karena di hajar pemuda yang baru datang itu.
Pemuda baju putih yang ternyata adalah Bayu itu, memang sedari awal telah menyaksikan gimana bocah itu sampai berkelahi karena dia sudah berada di sana dari semalam setelah melanjutkan perjalanan nya dari markas Gerombolan Serigala merah yang telah dia basmi, dia melihat kedatangan bocah yang di tolong nya itu awalnya memancing ikan di sana sendirian dan tidak lama antara nya datang lah ke empat bocah sombong itu mengganggu nya dan membuang pancingan nya lalu mengeroyok bocah yang lebih kecil dari mereka itu.
Bayu yang tadi nya mau melerai perkelahian itu tidak jadi karena setelah berkelahi dia pun melihat ternyata bocah yang lebih kecil itu memiliki dasar ilmu beladiri yang cukup baik, berbeda dengan ketiga bocah yang lebih besar yang mengganggu nya itu memang memiliki dasar ilmu silat tetapi masih sangat kaku dan seperti nya kurang latihan, Bayu pun sangat tertarik dengan bocah itu tanpa beranjak dari tempat duduk nya yang tidak jauh dari tempat bocah itu berkelahi dan dia pun menonton dengan tersenyum tingkah bocah bocah kecil di sana itu.
__ADS_1
Dia pun melihat salah satu teman ketiga bocah nakal itu berlari dari sana dan seperti nya akan melaporkan kejadian ini, dan memang tidak lama antara nya maka bocah yang lari tadi itu telah kembali bersama dua orang pria kasar yang ternyata adalah pengawal pribadi dari salah satu bocah nakal yang terkapar tadi, maka nya Bayu ikut campur karena pria kasar itu terlihat jelas ingin membunuh bocah kecil yang pemberani yang Bayu pun tertarik melihat keberaniannya.
Bayu pun balik badan dan tersenyum kepada bocah itu dengan lembut dia menyuruh agar bocah kecil itu agak menjauh dari sana karena Bayu telah melihat kedua pria kasar itu belum Terima dengan kekalahannya tadi.
"Brengsek setan alas ku cincang kau...!
Salah seorang tukang pukul tadi berteriak sambil mencabut golok nya dan langsung menyerang Bayu bersama kawan nya yang bertangan kosong karena golok nya di bikin patah oleh Bayu tadi, dengan tersenyum Bayu pun menunggu serangan kedua pria itu yang terlihat sangat lambat bagi nya.
Tanpa terlihat mata biasa Bayu pun membagi pukulan ke pada kedua orang pria itu setelah mereka dekat dengan nya, dan yang terlihat cuma dua tubuh manusia yang kembali terlempar dengan kencang ke arah mereka menyerang tadi dan kali ini mereka pun terlempar nya lebih jauh dari yang pertama tadi dan jatuh nya pun pas di depan kaki ke empat bocah nakal yang terloncat kaget melihat tukang pukul mereka itu ada di depan mereka dan ke empat bocah itu pun lari terbirit-birit ketakutan dari sana meninggalkan kedua orang tukang pukul mereka itu yang terkapar menahan sakit dan tidak mampu untuk bangkit lagi itu.
Bersambung...
__ADS_1