Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 62 Pertempuran


__ADS_3

Panglima Kiri Sampiah kedatangan dua orang pasukan nya dari regu telik sandi yang salah satu mengabarkan tentang pasukan Adipati Lawu tungkal yang mulai bergerak tadi pagi dengan jumlah kekuatan sekitar empat ribu pasukan dan satu orang lagi adalah utusan langsung dari Baginda raja Aria lelono yang akan ikut ke medan ini bersama seribu orang pasukan cadangan yang berada di istana dan untuk keamanan istana sengaja Baginda raja menyisakan separuh pasukan nya di bawah pimpinan salah seorang panglima.


Memang tidak berselang berapa jam setelah itu dua orang utusan kembali datang kepada Panglima paruh baya ini yang mengabarkan bahwa pasukan yang di bawa oleh Baginda raja sudah berada di belakang mereka berjarak sekitar satu kilo dan untuk sementara pasukan itu biar berada di sana dulu biar tidak di ketahui musuh dan untuk memberi kejutan kepada pasukan musuh nantinya.


Setelah mengatur pasukan nya dan utusan yang dia kirim tadi telah kembali, maka dengan mengajak dua orang senopati Baginda raja mendatangi tempat Panglima Kiri Sampiah memantau musuh dan untuk pasukan yang berada di sini akan bergerak kalau sudah mendapat tanda dari pasukan terdepan dengan panah sanderan.


Rombongan besar Pasukan Adipati Lawu tungkal semakin mendekati daerah padang rumput di perbatasan Kadipaten, perjalanan mereka memang agak lambat karena sebagian pasukan nya adalah yang berjalan kaki dan mereka membawa banyak pedati untuk mengangkut persediaan pangan selama peperangan berlangsung.


Terlihat dengan pongah nya Adipati Lawu tungkal berkuda dengan di dampingi oleh Datuk Harimau sati dan Panglima Adi Gombang di kiri kanan nya, pasukan itu terus berjalan dan mulai memasuki padang rumput perbatasan itu, namun pergerakan Pasukan besar itu berhenti ketika sudah berada di tengah-tengah padang.


Di depan mereka sudah menghadang ribuan prajurit Kerajaan yang bersenjata lengkap dengan Baginda raja Aria lelono sendiri yang memimpin nya, Adipati Lawu tungkal sangat terkejut rupanya pasukan mereka telah terjebak di tengah-tengah padang, rupanya siasat mereka telah di ketahui oleh pihak kerajaan.

__ADS_1


Akhirnya Adipati Lawu tungkal atas saran Datuk Harimau sati langsung menggelar gelar perang walaupun sudah agak terlambat karena musuh sudah duluan sampai di sana tanpa terlacak oleh telik sandi mereka.


Setelah dua pasukan besar itu saling berhadapan dan sudah menggelar siasat perang masing-masing, maka utusan dari masing-masing kubu tampil ke tengah tengah padang, dari pihak kerajaan Baginda Aria lelono sendiri yang di dampingi oleh Panglima Kiri Sampiah sementara pihak Kadipaten Lembah datar yang ke depan adalah Adipati sendiri bersama Datuk Harimau sati.


Kita tinggalkan dulu arena pertempuran besar antara pihak kerajaan dan Kadipaten Lembah datar, kita ikuti Bayu yang baru berduka setelah meninggal nya sang kakek yang di hormati nya itu di ruangan rahasia istana kerajaan Indra jaya.


Sehari setelah kematian Kakek nya Bayu semakin bersemangat untuk berlatih kitab ilmu pedang penakluk semesta dia harus segera menyelesaikan semua isi kitab tersebut, sejauh ini Bayu telah mengusai separuh dari kitab itu dan efek nya sangat luar biasa bagi Bayu, kekuatan serta tenaga nya bertambah berpuluh-puluh kali lipat.


Keadaan tubuh Bayu semakin berisi dan kekar, otot otot nya pun semakin kelihatan karena efek dari latihan keras yang dia jalani selama ini, dan tentang ilmu pedang yang dia pelajari sudah hampir sepenuhnya di kuasai, dan kolaborasi penyatuan ilmu leluhur serta ilmu dari kakek nya Pendekar Dewa Matahari telah berhasil dia satu kan dan ternyata hasil nya ilmu Bayu semakin meningkat pesat.


Sekarang Bayu tinggal menyelesaikan syarat terakhir dari ilmu kitab ilmu pedang leluhur nya itu yaitu Bayu harus berendam selama empat puluh hari di dalam sumber air yang berada di lorong satu nya tempat tersedia banyak sumber makanan bagi Bayu di sana.

__ADS_1


Setelah kedua utusan kedua kubu bertemu dan berunding ternyata tidak menghasilkan sebuah keputusan apapun, Adipati Lawu tungkal tetap kukuh untuk berperang karena dia sangat yakin akan kemenangan karena pihak nya cukup banyak dan lebih besar dari pasukan kerajaan, padahal dia tidak tahu seribu pasukan panah telah siap di kiri dan kanan arena itu yang bersembunyi dari tadi.


Akhirnya genderang perang pun berbunyi, pasukan Kadipaten berinisiatif untuk menyerang duluan sekitar seribu lima ratus prajurit berkuda bergerak maju setelah aba aba dari Datuk Harimau sati selaku pemimpin tertinggi dari pasukan, akan tetapi baru separuh perjalanan banyak dari mereka yang tumbang dan terjatuh dari kuda nya karena hujan anak panah dari seluruh penjuru bagai hujan turun dari langit menerpa mereka.


Lebih dari separuh pasukan Kadipaten yang tumbang karena hujan anak panah yang tidak berkunjung berhenti, dan baru saja anak panah berhenti pasukan berkuda kerajaan langsung melibas mereka dari depan dan membuat pasukan Kadipaten yang maju tadi jadi kocar kacir.


Dan belum Datuk Harimau sati mengambil keputusan dari kiri dan kanan padang rumput arena pertempuran pasukan kerajaan bermunculan menghantam mereka, belum pasukan berkuda yang dari depan terus merambat maju menghancurkan pertahanan pasukan Kadipaten.


Pasukan Kadipaten semakin terdesak dan mulai bergerak mundur, belum habis kekagetan pasukan Kadipaten kembali mental mereka terpukul karena kedatangan seribu orang pasukan kerajaan yang baru muncul dari belakang untuk membikin mental musuh makin ciut.


Akhirnya setelah hampir setengah hari pertempuran berlangsung dan hampir di pastikan kemenangan bagi pihak kerajaan, maka seluruh pasukan Kadipaten menyerah di sana karena tidak ingin bernasib sama dengan kawan nya yang jadi makanan empuk pihak prajurit kerajaan.

__ADS_1


Dan Adipati Lawu tungkal sendiri ikut menyerah dan langsung di ikat oleh pihak prajurit kerajaan untuk mempertanggung jawab kan perbuatannya, sementara Datuk Harimau sati sendiri melarikan diri dari sana ketika melihat kehancuran pasukan nya dan panglima Adi gombang tewas di tangan panglima Kiri Sampiah dalam duel satu lawan satu.


__ADS_2