Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 16. Juragan Jarwo 3


__ADS_3

Dengan langkah yang gontai dan sempoyongan keempat pria kasar yang di hajar sama Anggun di warung tadi sampai juga di depan sebuah rumah megah yang cukup besar, tanpa menghiraukan dua orang penjaga yang ada di gerbang itu, mereka pun memasuki halaman rumah besar itu, kedua orang yang berjaga di sana tidak ada yang berani menegur mereka soalnya jabatan dan ilmu keempat orang itu lebih tinggi dari mereka, keempat orang itu termasuk kepercayaan dari juragan Jarwo makanya mereka di beri tugas untuk menagih pajak dari orang-orang kampung situ.


Rumah itu memang cukup besar di samping kiri dan kanan nya juga berdiri bangunan kecil yang memanjang, sepertinya barak barak buat pengikut juragan itu.


Orang orang yang berada di beranda depan cukup terkejut dengan kedatangan mereka, dan ternyata disitu pun lagi ada juragan Jarwo sepertinya dia lagi kedatangan tamu, terlihat seorang pria umur enam puluh tahunan mungkin sebaya dengan juragan Jarwo, dengan berbadan kekar berpakaian serba hitam dan dipinggang nya tersampir sebuah pedang bergagang kepala burung gagak dengan sarung nya pun dari kayu yang berwarna hitam pula.


Sudah bisa di tebak beliau pasti Datuk Gagak hitam yang sarang dan gerombolan nya telah di hancurkan oleh seorang pendekar muda (baca di bab 2 dan bab 3 kehancuran perampok gagak hitam), ternyata dalam pelarian nya dia sampai di tempat juragan Jarwo ini yang ternyata adalah sahabat lama beliau, dia pun menceritakan perihal kehancuran gerombolan nya kepada sahabat nya ini, sekarang makin banyak bermunculan pendekar pendekar muda yang berbakat , ceritanya mengingatkan kepada sahabat nya itu.


Obrolan mereka pun terhenti dengan kedatangan empat orang kepercayaan juragan Jarwo yang sempoyongan dan mulut berdarah darah darah itu.


Sesampai nya ke empat orang itu di depan beranda rumah, juragan Jarwo dan tamu nya tadi sudah berdiri menunggu mereka, ke empat orang itu pun langsung bersujud di depan juragan itu.


"Mana upeti yang kalian tagih,,,, katanya pelan, tapi membikin gemeteran ke empat orang pria kasar yang dalam kondisi menggenaskan menahan sakit di tubuh mereka.

__ADS_1


Keempat orang itu pun makin ketakutan dan bahkan ada satu orang di antara mereka yang kencing di celana, soalnya juragan Jarwo tidak pernah mau mendengar bawahan nya itu gagal dalam menjalankan tugas, hukuman nya sangat kejam dan tidak segan segan dia untuk membunuh bawahan nya itu kalo mereka gagal.


Akhirnya dengan terbata bata salah seorang diantara mereka akhirnya berbicara dan menerangkan kejadian yang menimpa mereka, dan belum selesai dia menerangkan kedua penjaga gerbang depan rumah tadi melayang dan terhempas ke depan kaki juragan Jarwo sampai dia itu terlonjak mundur saking kagetnya.


" Saya yang menghajar orang orang mu kadal tua, dan sebentar lagi jatah nya kamu...ucap seorang gadis berbaju hijau yang baru memasuki gerbang itu beriringan dengan seorang gadis yang berbaju merah muda, dan


tanpa di perintah para algojo algojo juragan yang disana itu sekitar dua puluh orang langsung menyerang kedua gadis itu, dengan golok dan pedang mereka yang sudah terhunus.


" Tangkap hidup hidup dan jangan sampai ada kulit nya yang lecet,,,teriak juragan Jarwo yang kaget nya lansung hilang melihat kecantikan dan kemolekan kedua gadis itu.


Tetapi tawanya itu pun langsung terhenti melihat semua algojo algojo yang di bangga kan nya itu jadi bulan bulanan kedua gadis itu dan hampir separuh dari mereka yang tidak bisa bangkit untuk berdiri lagi terkena amukan kedua gadis.


"Gunakan senjata dan panggil yang lain kesini,, teriak juragan Jarwo geram dan marah melihat hampir dua puluh orang anggota andalannya itu dilumpuhkan dengan sangat mudah dan dalam waktu sebentar oleh kedua gadis itu.

__ADS_1


Terlihat salah seorang anggota nya berlari kesamping bangunan itu dan membunyikan kentongan yang ada disana.


Tidak berselang lama puluhan orang bermunculan dari samping kiri dan samping kanan rumah besar itu, dengan membawa berbagai macam senjata di tangan mereka, dan bagai air bah langsung menyergap ke arah kedua gadis yang baru selesai melumpuhkan algojo algojo pertama tadi.


Melihat makin banyak nya penyerang yang datang, akhirnya mereka pun tidak menahan diri lagi dengan saling mengangguk keduanya pun mencabut pedang di punggung masing-masing, terlihat pamor kedua pedang pusaka itu begitu mengerikan satu bersinar hijau dan satunya berwarna putih.


Puluhan orang orang yang baru datang untuk menyerang tadi sampai terhenti melihat kedua pamor pedang di tangan gadis itu.


"Apalagi yang kalian tunggu,, cincang kedua iblis itu,,,,, teriak juragan Jarwo yang masih berdiri berdampingan dengan Datuk Gagak hitam dari atas beranda rumah itu, terlihat juga kegelisahan di wajah nya, diapun tidak ingin orang orang nya mengalami kejadian seperti gerombolan datuk gagak hitam yang binasa itu.


Setelah mendengar teriakan dari juragan Jarwo mereka pun langsung bergerak mengepung kedua gadis itu, terlihat kedua gadis itu pun saling memunggungi dan langsung bergerak menyongsong para lelaki kasar itu, dengan gerakan yang begitu cepat dan seperti menari, kedua pedang gadis itu menebas setiap penyerang yang menghampiri mereka, dalam waktu sebentar lebih dari separuh penyerang yang mati oleh kedua gadis itu ada yang kepala nya putus dan ada yang badan nya terbelah, sungguh pemandangan yang mengerikan tumpukan mayat manusia bergeletak disana sini dan darah mulai membanjiri halaman rumah besar juragan Jarwo itu.


"Gimana nasib juragan Jarwo dan sahabat nya Datuk Gagak hitam,,? ikuti terus ya,,,,!!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2