Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab23. Gejolak di Bantar Angin 5


__ADS_3

Setelah meninggalkan gerbang kota Kadipaten, Bayu pun mencari informasi dari penduduk di sekitar kota itu, dan diapun sekarang tahu rupanya bakal terjadi pertempuran besar di wilayah Kadipaten ini. Diapun jadi bingung harus melakukan apa disisi lain diapun tidak senang dengan sifat baginda raja yang sekarang itu mendengar dari cerita penduduk, akhirnya dia memutuskan untuk bertahan dulu disana sembari memantau kelanjutan dari peristiwa besar yang bakal terjadi itu dan dia berencana secara diam-diam akan membantu Kadipaten ini.


Siang itu pasukan besar dari Kadipaten Bantar angin sampai di perbatasan daerah itu, terlihat hampir sepuluh ribu prajurit disana, dan mereka pun langsung memecah pasukan menjadi tiga kelompok yang langsung berpencar pada posisi masing-masing, pasukan sayap kiri yang berada di sisi kiri perbukitan di pimpin oleh panglima paruh baya dan sahabat dekat adipati yaitu panglima Dang hilan seorang yang mempunyai ilmu kanuragan tinggi dan termasuk jajaran panglima yang di segani di kerajaan Pagar lembayung dulu, dia di bantu oleh dua orang senopati muda dan beberapa pimpinan padepokan yang ahli dalam memanah.


Sementara pasukan sayap kanan dipercayakan ke pada panglima Bujang pemilih seorang pria sepuh yang sudah banyak makan asam garam di pertempuran sewaktu masih di kerajaan pagar lembayung dulu, semasa baginda raja yang dahulu masih hidup, dia diapit oleh salah satu panglima dari kerajaan Rokan dan beberapa pemimpin padepokan yang telah siap lahir batin membela negeri nya.


Dan induk pasukan dipimpin langsung oleh sang adipati Wira sentana sendiri yang membawa sekitar tujuh ribu pasukan dengan empat ribu pasukan berkuda, mereka cukup di untung kan dengan bantuan dari kerajaan Rokan dengan membawa tiga ribu pasukan berkuda. Adipati ini diapit oleh dua orang panglima dan tiga orang senopati juga satu orang panglima dari kerajaan Rokan. Dan tentu saja melati dan anggun ikut serta dan selalu berada di sisi sang adipati. Sementara Seribu prajurit cadangan berada di belakang pasukan besar itu di komandoi oleh seorang senopati muda dari Bantar angin.


Dan menurut regu telik sandi Kadipaten Bantar angin pasukan itu akan melintasi daerah ini pada waktu tengah malam ini, oleh sebab itu mereka di larang menghidupkan api dan bersembunyi di balik rumput dan pohon pohon yang ada di situ.

__ADS_1


Setelah persiapan mereka selesai suasana di perbatasan itu kembali sunyi seperti sunyi nya suasana yang mulai gelap menyambut turun nya malam.


Waktu pun terus bergulir dengan lambat, ketegangan pun terlihat di wajah semua prajurit,, perlahan dari kejauhan mulai terdengar gemuruh suara pasukan kerajaan pagar lembayung, sepertinya mereka sengaja melakukan perjalanan di malam ini dengan tujuan menyerang Kadipaten Bantar angin di waktu fajar, cuma mereka kalah langkah para telik sandi dari bantar angin mengetahui semua rencana mereka.


Semua pasukan panah Kadipaten Bantar angin di kiri dan kanan bukit mulai mempersiapkan busur di tangan nya, menunggu aba aba dari pemimpin regu masing-masing,, perlahan rombongan besar pasukan kerajaan pun mulai mendekati padang rumput.


Terlihat banyak ribuan lampu obor menghiasi padang rumput malam itu di perbatasan Kadipaten Bantar angin yang sebentar lagi akan menjadi lautan darah umat manusia. Seperti nya Baginda raja Durataka ini cukup yakin dengan kekuatan pasukan nya, seperti nya dia sengaja memperlihatkan kebesaran pasukan nya dengan penerangan lampu obor di sepanjang perjalanan malam itu, karena setahu nya kekuatan pasukan Kadipaten bantar angin ini paling banyak empat ribuan pasukan tidak sampai separuh dari pasukan nya.


Ketika semua iring iringan pasukan besar itu sudah memasuki padang rumput, terdengar di bunyi panah sanderan silih berganti, dan di barengi dengan turun nya hujan ribuan anak panah dari kedua sisi bukit padang rumput itu, pasukan kerajaan sangat terkejut dan mereka pun sudah terlambat untuk menghindar, terlihat ratusan prajurit langsung bergelimpangan tertembus anak panah, kuda kuda mereka pun tak luput dari sasaran hujan anak panah itu, keadaan pasukan kerajaan itu sungguh kacau balau, bagi para prajurit yang mempunyai kemampuan cukup tinggi bisa mengalau hujan panah itu dengan senjata nya atau menggunakan tameng untuk melindungi dirinya.

__ADS_1


Para panglima dan senopati pun berusaha membendung hujan panah itu, mereka pun mulai mengarahkan untuk membentuk formasi bertahan dengan memberi perintah kepada perwira bawahan nya, dalam sekejap perintah itupun sambung menyambung.


Suara gemuruh ribuan pasukan bantar angin dari depan menambah kekagetan pasukan kerajaan, terlihat raja Durataka begitu geram melihat pasukan nya yang hampir seperempat nya lumpuh oleh hujan anak panah, dan melihat pasukan yang datang dari depan diapun langsung menyuruh pasukan nya menyambut musuh yang datang itu.


Perang malam pun berlangsung dengan bertemu nya kedua pasukan, terlihat ribuan pasukan berkuda Kadipaten bantar angin menyapu prajurit kerajaan yang di garis depan dan terus memecah pasukan itu sampai ke tengah, bunyi senjata beradu dan jerit kematian memenuhi tempat itu, mental pasukan kerajaan begitu terpukul dengan serangan dadakan itu, mereka tidak menyangka Kadipaten bantar angin memiliki pasukan sebesar ini, perlahan pasukan bantar angin pun mulai merangsek terus ke jantung pertahanan lawan.


Di tengah situasi yang tidak menguntungkan itu, pasukan kerajaan pun berusaha membenahi pasukan nya yang banyak tercerai berai itu, tetapi mereka kembali di kejutkan dengan datang nya gelombang pasukan Bantar angin yang datang dari kiri dan kanan perbukitan itu dan langsung merobek sisi kiri dan kanan pasukan nya, posisi pasukan kerajaan sungguh terjepit dan kalang kabut.


Padang rumput di daerah perbatasan itupun menjadi lautan darah, mayat manusia berserakan tumpang tindih di mana mana, jerit kesakitan manusia pun tidak berhenti. Dan pertempuran besar itu pun masih berlanjut sampai pagi hari nya, walau pun matahari mulai menyinari di padang rumput yang biasa nya sepi itu,sekarang jadi saksi tempat ribuan anak manusia kehilangan nyawa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2