
Bayu pun menghampiri bocah kecil yang duduk di sebuah batu di pinggiran sungai sambil menatap kagum pada nya, setelah kedua orang tukang pukul tuan Sopo jangkar tadi pergi dari sana dengan langkah yang terseok-seok menahan sakit.
"Paman hebat, dengan mudah mengalahkan kedua tukang pukul tadi! saya kalau sudah besar pengen seperti paman...
Ucap bocah kecil itu setelah Bayu duduk di samping nya. Diapun mengusap kepala bocah kecil itu dan menanyakan nama dan tempat tinggal nya dimana.
Dengan penuh semangat bocah itu pun memperkenalkan nama nya yaitu Jaka Barata dan dia tinggal di ujung kampung ini bersama dengan ibu dan kakek nya, diapun menceritakan kalau ayah nya sudah meninggal sewaktu dia masih bayi sepuluh tahun yang lalu.
Bayu pun cukup tersentuh mendengar cerita bocah itu yang ternyata adalah seorang anak yatim dan sangat merindukan sosok ayah, Bayu lalu menanyakan dia bisa dasar ilmu silat belajar dari siapa dan dia juga memuji gerakan silat bocah itu cukup bagus tinggal dia harus rajin melatih nya.
Bocah kecil yang bernama Jaka Barata itu menceritakan semua nya kepada Bayu mulai dari siapa dia belajar dan tentang keadaan di kampung Karang jati itu yang rakyat nya pada melarat sedangkan kepala desa nya hidup dengan bergelimpangan dengan harta, diapun menjelaskan bahwa anak anak yang mengganggu nya tadi itu adalah anak kepala desa itu dan kedua orang pria kasar itu juga adalah tukang pukul sekaligus pengawal dari anak nya tadi.
Tanpa terasa mereka pun telah cukup lama mengobrol di pinggir sungai itu, bocah kecil itu baru tersadar kalau dia seharusnya sudah pulang dengan membawa ikan hasil pancingan yang tiap pagi rutin di lakukan nya untuk lauk makan nya bersama ibu dan kakek nya nanti.
Dia pun terlihat sangat sedih karena jangan kan membawa ikan pulang pancingan nya pun sudah di buang oleh anak anak nakal tadi, Bayu yang melihat perubahan pada raut muka bocah itu dengan lembut bertanya kenapa dengan dia yang terlihat gelisah itu.
__ADS_1
Dengan muka yang sedih Jaka Barata menceritakan perihal dia kesini dan pulang tanpa membawa hasil ikan untuk di makan sekeluarga nanti, dengan tersenyum Bayu menghibur bocah itu dan menyuruh dia menunggu sebentar di sana, lalu Bayu pun beranjak dari sana dan meloncat di antara Bebatuan di tengah sungai kecil itu.
Setelah menemukan sungai yang agak dalam dan banyak terdapat ikan nya di sana, Bayu pun dengan menggunakan ilmu nya berteriak kepada bocah itu untuk mengumpulkan ikan itu dan tidak berselang lama dia berteriak makan ikan yang ada di sungai tadi itu terlihat berterbangan ke arah bocah itu terus menerus sampai semua ikan yang ada di lubuk itu tadi habis.
Bocah itu terlihat cukup senang karena ikan yang di dapat nya sangat banyak cukup untuk makan beberapa hari dan pasti ibu dan kakek nya akan sangat gembira nanti, dengan lincah nya dia mulai menangkap ikan ikan yang berterbangan ke arah nya.
"Cukup.. cukup paman! ini sudah banyak sekali susah membawa nya nanti.
Teriak bocah itu yang masih sibuk mengumpulkan ikan yang cukup banyak itu, Maka Bayu pun dengan sekali lompatan sampai di pinggir tempat Jaka Barata yang terlihat kesusahan mengumpulkan ikan ikan yang dilempar nya tadi, dia lalu mengambil kulit kayu dan mulai membantu mengikat ikan ikan yang di kumpulkan bocah itu yang terlihat kebingungan cara membawa ikan itu pulang.
Terlihat kedua orang itu berjalan beriringan mulai menyusuri jalan setapak menuju rumah bocah kecil itu yang berjalan dengan riang nya, tidak henti henti nya dia memuji Bayu yang pintar menangkap ikan itu dan diapun terus membujuk Bayu untuk mengajar kan nya cara menangkap ikan seperti tadi, dengan lembut Dan penuh senyum Bayu berjanji akan mengajar nya nanti tapi dia harus rajin berlatih katanya.
Dari kejauhan terlihat sebuah rumah kecil yang sudah sangat usang dengan dinding dari bambu tetapi halaman rumah itu sangat bersih dan terawat dengan baik dan di belakang nya terdapat kebun singkong serta berbagai macam sayur-sayuran.
"Paman kita sudah sampai di rumah ku..
__ADS_1
Ucap bocah kecil itu kepada Bayu dan setelah itupun dia berlari agar lebih cepat sampai di sana.
" Kakek.... !!
"Ibuu.... !!
Sambil berlari bocah itu berteriak memanggil kakek dan ibu nya, terlihat seorang wanita usia sekitar dua puluh delapan tahun dengan tergopoh gopoh keluar dari rumah kecil itu yang terlihat sangat panik mendengar teriakan anak nya tadi, setelah melihat anak nya itu diapun langsung memeluk nya dan memeriksa tubuh anak nya itu takut kenapa napa.
Bayu pun sampai di halaman rumah kecil itu dan tersenyum kepada wanita ibu dari bocah yang masih memeriksa tubuh anaknya nya itu, dan wanita itu pun kaget melihat seorang pemuda tampan berdiri dan tersenyum kepada nya dengan membawa ikan yang cukup banyak di pikulan nya.
Akhirnya sang bocah tadi pun memperkenalkan Bayu kepada ibu nya dan menceritakan semua kehebatan Bayu di pinggir sungai tadi dan gimana caranya dia mendapatkan ikan yang sangat banyak itu dengan bersemangat, tetapi dia tidak menceritakan kalau dia tadi berkelahi dengan anak nya tuan Sopo jangkar kepala desa situ karena takut di marahi oleh ibu nya.
Wanita itu sangat berterima kasih kepada Bayu karena telah membantu anak nya dan dia di persilahkan untuk mampir dulu di situ setelah memperkenalkan namanya dan kalau dia adalah seorang pengembara yang hanya kebetulan lewat di kampung itu, tadinya Bayu mau langsung pergi karena tidak enak di situ karena wanita itu adalah seorang janda gimana pun dia tidak ingin orang kampung di situ salah sangka kepada nya nanti.
Setelah bocah kecil itu memaksa dan wanita Ibu nya itu juga mohon sebentar supaya Bayu minum dan makan dulu baru boleh pergi, akhirnya Bayu nurut juga dan mulai mendudukkan pantat nya di bale bale yang ada di depan rumah itu sambil memperhatikan keadaan rumah kecil yang sangat sederhana itu.
__ADS_1
Bersambung...