Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 47. Akhir dari kekuasaan tuan Sopo jangkar


__ADS_3

Pertarungan antara Bayu dengan tuan Sopo jangkar berlangsung semakin sengit dan arena pertarungan pun makin meluas, penduduk desa yang tadi sudah menghindar sekarang semakin menjauh dari arena itu karena hawa dari ilmu kesaktian serta pukulan dari mereka sering salah sasaran.


Matahari pun mulai menampakan batang hidungnya sementara pertarungan kedua orang itu semakin meningkat dan sulit di tentukan siapa yang bakal keluar sebagai pemenang, sementara kakek Sapto mengajak beberapa orang warga untuk mengamankan rumah serta istri dan anak dari kepala desa tersebut takut nya penduduk yang tadi habis mengamuk itu melampiaskan kemarahan nya juga kepada istri serta anak tuan Sopo jangkar ini.


Setelah pertukaran hampir seratus jurus perlahan Bayu makin meningkat kan kecepatan dan mulai memainkan rangkaian ilmu andalannya, perlahan tapi pasti pergerakan tuan Sopo jangkar semakin tersudut dan sering mati langkah ilmu pemuda musuh nya itu semakin aneh dan susah di tebak arah serangan nya.


Beberapa kali tuan Sopo jangkar ini mengumpat kasar karena serangan nya selalu di baca oleh musuh dan tanpa kesulitan untuk menghindari serangan nya bahkan pemuda itu malah sering memberi balasan yang tidak terduga datang nya membuat kepala desa ini mulai frustasi, bahkan keris pusaka yang selama ini di bangga kan nya tidak mempan terhadap pemuda itu dengan hanya bertangan kosong dia berani menyambut keris yang mengandung racun yang berbahaya dan mematikan.


Tuan Sopo jangkar melompat mundur lima langkah ke belakang karena tadi dia sangat terdesak oleh pemuda itu beruntung dia masih sempat menyilangkan keris di dada jadi pemuda itu menarik kembali pukulan yang hampir meremukkan dada nya itu.


Setelah melihat keadaan sekitar rumah nya itu dan istri serta anaknya yang berada di tangan penduduk kampung yang dipimpin oleh tua bangka Sapto, membuat kepala desa ini semakin marah dan emosi apalagi semua kaki tangan nya telah di bantai oleh penduduk nya sendiri yang mengamuk di sana tadi.

__ADS_1


Dengan keris terhunus tuan Sopo jangkar kembali berkelebat kali ini arah nya berbeda bukan ke arah Bayu yang berdiri di depan nya itu tetapi bergerak ke arah kakek Sapto yang berada di beranda rumah bersama dengan istri serta anaknya yang sedang menangis ketakutan melihat banyak nya darah serta mayat yang bergelimpangan di halaman rumah nya itu.


Akan tetapi baru separuh perjalanan dia bergerak sebuah bayangan yang bergerak sangat cepat memotong langkah nya, dan tanpa ampun mendarat kan pukulan menghantam tulang iga dari kepala desa ini hingga bunyi retakan tulang keras terdengar di sana, setelah itu tuan Sopo jangkar sendiri terlempar kembali ke belakang dan jatuh berdebuk terlentang di tanah.


Dengan susah payah tuan Sopo jangkar ini bangkit lalu duduk untuk bersemedi memulihkan rasa sakit di tulang iga nya terkena pukulan pemuda itu.


"Berubah lah tuan perbaiki kesalahan kamu selama ini, mungkin aq masih bisa memberi kamu kesempatan sekali untuk berubah..


Terdengar anak muda musuh nya itu memberi nasehat kepada nya, dan mendengar pemuda itu bicara tuan Sopo jangkar ini langsung bangkit berdiri mukanya sangat merah menahan kemarahan apa lagi yang menasehati nya seorang yang masih bocah.


Hiiyaaaatttttt......

__ADS_1


Tuan Sopo jangkar yang penuh emosi itu kembali berkelebat menyerang Bayu dan serangan nya kali ini sangat berbahaya karena dia telah mengeluarkan jurus simpanan nya yang jarang di pakai selama ini kecuali bertemu musuh yang kuat seperti sekarang.


Bayu pun tidak mau mengambil resiko dia lansung juga menerapkan Ilmu andalan nya menyambut terjangan tuan Sopo jangkar yang terlihat ingin mengadu nyawa dengan nya, dari keris musuh nya itu keluar asap hitam yang bau nya sangat menyengat ke hidung dan pasti nya mengandung racun, beruntung Bayu sedari kecil sudah tidak mempan dengan berbagai jenis apapun yang namanya racun jadi dia memiliki kekebalan.


Tidak butuh waktu lama bagi Bayu untuk menyarangkan pukulan nya terhadap musuh yang sedang sangat emosi itu, kembali pukulan nya bersarang di dada tuan Sopo jangkar yang mengakibatkan nya kembali terlempar dan tidak hanya sampai di situ kali ini Bayu langsung menyongsong tuan Sopo jangkar yang sedang melayang itu dan memberikan nya sebuah totokan di tubuh nya.


Ternyata totokan yang di berikan Bayu bukan lah totokan biasa itu adalah sebuah ilmu langka yang jarang pendekar di zaman ini memiliki nya dan muncul kembali semenjak Bayu turun gunung dan malang melintang di rimba persilatan sampai sekarang akibat dari totokan ini bisa memunahkan tenaga serta ilmu beladiri seseorang yang terkena nya.


Efek dari totokan tadi sangat jelas kelihatan setelah terjatuh tuan Sopo jangkar langsung tidak sadar kan diri sementara keris nya telah lepas dari tangan, istri dan anak tuan Sopo jangkar yang melihat suaminya tidak sadarkan diri itu langsung menjerit histeris dan langsung berlari ke arah suaminya yang pingsan dan memeluk tubuh yang sudah tidak memiliki ilmu kanuragan itu lagi.


Bayu pun menghampiri kakek Sapto dan menceritakan perihal yang menimpa kepala desa itu dan di harap penduduk tidak perlu cemas lagi terhadap nya karena semua ilmunya telah di musnahkan dan sudah tidak berbahaya lagi, Bayu pun meminta penduduk untuk mengampuni nyawa tuan Sopo jangkar ini karena dia masih memiliki tanggungan keluarga dan Dia pun yakin kepala desa itu pasti akan berubah.

__ADS_1


Dan untuk masalah pemimpin yang baru Bayu menyerah kan semua nya kepada penduduk itu, setelah urusan nya di sana selesai maka Bayu mengundurkan diri dari sana untuk melanjutkan pengembaraan nya lagi, walaupun semua penduduk menahan nya untuk tinggal beberapa hari lagi di desa itu, Bayu pun menitipkan salam kepada Jaka Barata serta ibunya dan jika suatu waktu kembali melintasi desa ini dia berjanji akan tinggal dengan waktu yang agak lama nanti.


Akhirnya setelah Pemuda penolong mereka itu pergi dan tuan Sopo jangkar pun telah sadar di hadapan semua penduduk dia menangis dan sangat menyesal dengan tindakan nya selama ini, dia pun akan membagikan semua harta yang di miliki nya kepada semua penduduk desa, ternyata semua yang di lakukan Bayu terhadap nya telah membikin tuan Sopo jangkar ini sadar dan menyesal, semoga dengan kejadian memberi kan pelajaran kepada semua masyarakat desa itu dan berharap ke depan nya kehidupan mereka akan lebih baik.


__ADS_2