
Setelah kondisi Dewi ular pulih kembali, maka dia pun kembali masuk ke kancah pertarungan, yang mana sekarang Pendekar Dewa Matahari di keroyok oleh tiga orang dengan masuk nya Datuk Guntur Ombilin dan Datuk Harimau sati, Dewa ular sedikit bisa bernafas dengan bantuan tersebut.
Pertarungan pun semakin sengit dan tempo nya pun semakin cepat, lama kelamaan pertahanan kokoh Pendekar Dewa Matahari mulai goyah, karena beberapa kali pukulan musuh nya tersebut berhasil menembus ilmu perisai tubuh yang di miliki nya, walaupun efek nya tidak terlalu membahayakan akan tetapi lama kelamaan bisa berakibat fatal juga.
Maka nya Pendekar Dewa Matahari mulai memusatkan serangan kepada musuh yang paling terlemah dan di sini seperti nya Datuk Harimau sati lah yang sering jadi pusat serangan kakek Alang langit tersebut, akan tetapi itu seperti nya sudah terbaca oleh musuh dan ketiga orang ini pun bergerak saling menutupi, dan sekarang di tambah lagi dengan masuk nya Dewi ular yang tadi sempat terluka membuat Pendekar Dewa Matahari semakin terdesak.
Ketenangan Pendekar Dewa Matahari patut di acungi jempol dan gelar Pendekar tanpa tanding di zaman nya memang sepatut nya di sandang beliau, karena walaupun di serang secara serempak dan penuh kelicikan oleh empat dedengkot rimba persilatan Bumi Andalas akan tetapi dia sesekali masih bisa memberikan tekanan kepada mereka walaupun pihak yang terdesak adalah dia.
Hari pun telah semakin tinggi dan Matahari sudah mulai bergerak turun, akan tetapi pertarungan tidak seimbang di puncak Gunung Singgalang itu semakin meningkat dan akibat yang di timbul kan oleh pertarungan tersebut sangat menakutkan dan berdampak buruk bagi mahluk hidup yang ada di sana, karena pohon dan apapun yang berada di sekitar arena tersebut banyak yang hancur dan tumbang terkena amukan serta pukulan yang nyasar dari kelima orang Dedengkot rimba persilatan yang berada di tingkat atas di zaman sekarang ini.
Tongkat kebanggaan Dewa ular patah dua terkena pukulan Pendekar Dewa Matahari, akan tetapi semua itu harus di bayar mahal oleh Pendekar Dewa Matahari itu karena golok besar milik Datuk Guntur Ombilin langsung menebas ke arah punggungnya, belum serangan keris pusaka dari Datuk Harimau sati dari arah samping kiri dan tongkat Dewi ular yang mengancam kepala nya.
__ADS_1
Akhirnya sebuah goresan panjang dari golok Datuk Guntur Ombilin berhasil melukai jago tua tersebut, karena dia melindungi kepala nya dari serangan mematikan tongkat Dewi ular yang juga patah ketika beradu dengan tangan kiri Pendekar Dewa Matahari, sedangkan tusukan keris Datuk Harimau sati bisa dia hindari dengan berkelebat kesamping kanan dan saat itulah di manfaat kan oleh Datuk Guntur Ombilin untuk menebas punggung Pendekar Dewa Matahari karena dia sudah mati langkah.
Pendekar Dewa Matahari berhasil meloncat jauh ke belakang dan menjauh dari ke empat orang yang sangat bernafsu untuk membunuh nya itu, dia pun merasakan perih di punggung nya yang mulai meneteskan darah, dengan sigap Datuk Alang langit ini menotok beberapa jalan darah nya supaya pendarahan nya terhenti.
"Jangan kasih kesempatan dia untuk memulihkan luka itu,, ayo serang!!
Dewa ular berteriak sembari meloncat yang di ikuti oleh ketiga kawan nya, akan tetapi gerakan mereka terhenti dan mereka pun bergerak menghindar dengan cepat karena sebuah sinar biru dari pukulan yang di lepas kan oleh Pendekar Dewa Matahari menghantam ke arah mereka.
"Booommmmm.....
Keheningan pun tercipta sebentar di sana, akan tetapi itu tidak berlangsung lama karena adu ilmu pukulan menjadi lanjutan pertarungan di puncak Gunung Singgalang di siang hari itu, bunyi ledakan dan dentuman seperti halilintar yang saling sambung menyambung terjadi di sana, para mahluk penghuni hutan tersebut tunggang langgang berlari menjauh dari arah bunyi ledakan yang tidak kunjung berhenti tersebut.
__ADS_1
Akhirnya setelah beradu puluhan pukulan tenaga Pendekar Dewa Matahari pun semakin berkurang, di tambah dia beberapa kali terkena pukulan dari ke empat musuh nya tersebut membuat Kakek perkasa tersebut terjatuh sembari memuntahkan darah hitam dari mulut nya, akan tetapi dia langsung bangkit dan mencoba untuk berdiri, walaupun sedikit agak goyah tetapi dengan tekad kuat dia berusaha tegar menyambut detik detik terakhir dari hidup nya.
Senyum kegembiraan terpancar dari ke empat orang musuh Datuk Alang langit melihat keadaan nya yang sudah menggenaskan itu, sebenarnya kondisi ke empat Dedengkot golongan hitam tersebut tidak jauh berbeda dari keadaan musuh nya, mereka pun beberapa kali terkena pukulan Menyongsong Matahari yang sangat berbahaya itu, beruntung tenaga dalam mereka sudah cukup tinggi sehingga masih bisa untuk menahan pukulan tersebut, hanya Datuk Harimau sati saja yang kondisi nya paling parah karena ilmu nya paling bawah.
Melihat musuh yang sangat mereka benci itu terjatuh terkena pukulan mereka, maka dengan sisa tenaga yang ada mereka seperti berlomba untuk mengakhiri hidup musuh mereka itu yang terlihat sudah pasrah menunggu kematiannya, dengan serempak mereka melepaskan pukulan andalan ke arah Pendekar Dewa Matahari berdiri.
Empat sinar berbeda yaitu merah, hijau, kuning dan hitam milik pukulan keempat Dedengkot musuh Pendekar Dewa Matahari tersebut dengan kecepatan tinggi bergerak ke arah nya, bisa di bayangkan seperti apa nanti keadaan Kakek Bayu itu jika terkena pukulan gabungan ilmu tingkat tinggi tersebut.
Sedetik lagi sebelum keempat pukulan gabungan itu menyentuh tubuh Pendekar Dewa Matahari yang berdiri pasrah tersebut, terjadi sebuah ledakan yang sangat besar dan lebih keras dari bunyi ledakan yang ada sebelum nya.
"Buarrrrrrrr.....
__ADS_1
Secarik sinar keemasan yang sangat terang menghantam dan memukul mundur ke empat sinar gabungan dari Dedengkot tua yang tadinya sudah sangat senang karena mereka sudah pasti berhasil membunuh musuh lama yang sangat mereka benci itu, siapa sangka di saat detik terakhir dari hidup nya masih ada Dewa penolong bagi musuh nya tersebut dan mereka pun terlambat menyadari kekuatan besar yang memotong serangan mereka.
Bersambung...