Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab,. 49 Serangan di malam buta


__ADS_3

" Ternyata gerombolan rampok Bujang gila!!!


selamat datang!!!!


Ucap pria paroh baya yang menghadang pergerakan para penyusup di tengah malam buta itu, lelaki paroh baya yang adalah guru silat dari putri kerajaan Indra jaya sekaligus sebagai panglima perang yang sangat di segani di kerajaan itu namanya adalah Arta sandira.


Dari tadi sebenarnya panglima ini sudah mengetahui kedatangan dari gerombolan rampok yang mengintai nya ini, dan dia memainkan taktik pura-pura tidak mengetahui kedatangan penyusup ini dengan menyuruh sebagian anggota nya bersiaga dengan bersembunyi membawa busur panah di sekeliling area itu dan yang lain sisanya melakukan kegiatan seperti biasanya, termasuk dia sendiri yang melatih muridnya di belakang perkemahan itu tadi.


Panglima Arta ini juga sudah memberitahu murid nya tentang tamu yang tidak di undang yang telah mengintai mereka dari tadi, dia pun berpesan supaya tuan putri agar lebih waspada dan bisa untuk arena berlatih nanti nya.


"Menyerah lah kalian sudah kami kepung dan serahkan tuan putri kepada kami, maka nyawa kalian akan kami ampuni,,,, hahahaha........


Seorang pria kasar yang ternyata adalah pemimpin dari mereka berteriak sambil tertawa kepada pria dari pihak kerajaan yang berdiri mencegat mereka itu.


Karena pria paruh baya yang menghadang mereka itu tidak menjawab dan masih berdiri diam di situ, maka pemimpin rampok itu komplotan bujang gila ini memberi aba aba kepada puluhan anggota nya untuk bergerak menggempur pria itu.

__ADS_1


Akan tetapi pria itu cukup terkejut karena belasan bahkan puluhan anak panah berdatangan dari segala arah ke arah mereka setelah pria yang menghadang mereka tadi mengangkat tangan memberi kode sandi, terdengar teriakan kesakitan di pihak penyusup itu karena banyak di antara mereka yang tidak siap tertembus anak panah yang datang bagai hujan.


Dalam waktu sebentar separuh anggota nya sudah terkapar di sana dan sisanya yang memiliki kemampuan sibuk menebas dan menghindari hujan anak panah yang tidak berhenti itu, termasuk dia sendiri yang di bikin repot juga oleh serangan anak panah di malam yang gelap gulita itu.


"Craaabbbb....


Pemimpin gerombolan itu terlambat untuk menghindar sebuah bidikan anak panah dari seorang gadis dari balik pepohonan menembus dada sebelah kiri nya, beruntung anak panah itu tidak terlalu di tengah menancap agak dekat dengan tangan, diapun terlempar ke belakang dan mengumpat kasar.


"Mundurrr.....


Akan tetapi langkah mereka telah terkunci karena di depan mereka telah berdiri beberapa orang prajurit yang di pimpin oleh seorang gadis muda yang mengacungkan panah nya ke pada mereka, kali ini mereka tidak punya pilihan selain membuang senjata mereka dan menyerah.


Hujan anak panah pun berhenti dan dari balik pohon dan semakin semakin di sana bermunculan para prajurit yang menggengam busur panah mendatangi mereka.


"Ikat mereka semua dan jadiin satu, yang tewas kita kuburkan di sini.

__ADS_1


Perintah panglima Aria yang sudah datang kembali tadi sehabis mengejar pimpinan perampok itu yang berhasil lolos.


Jumlah korban dari perampok itu yang meninggal sebanyak dua puluh orang dan yang terluka serta masih hidup di sana sebanyak tiga puluh orang, para prajurit pun menguburkan dengan layak mereka yang meninggal malam itu juga dan yang selamat di arak berkumpul dengan tangan dan kaki terikat di depan perkemahan.


Setelah semua pekerjaan itu beres panglima Arta sandira memanggil dua orang prajurit pilihan nya untuk membawa surat kepada adipati di situ untuk mengirim prajurit menjemput para tawanan rampok Bujang gila yang sangat meresahkan itu, karena kalau meminta bantuan langsung ke kerajaan akan memakan waktu cukup lama karena jarak nya yang cukup jauh yaitu tiga hari perjalanan dengan berkuda.


Maka nya panglima Arta sandira ini meminta Bantuan kepada Adipati Kadipaten Guguk tengah yang masih wilayah dari kerajaan Indra jaya yang jarak nya cuma setengah hari perjalanan berkuda dari sini, selain itu diapun mengenal Adipati ini yang masih sahabat lama nya yang memerintah dengan adil di Kadipaten Guguk tengah ini.


Tanpa menunggu waktu kedua prajurit pilihan ini setelah menerima surat serta penjelasan dari sang Panglima langsung meloncat ke atas kuda yang telah di siap kan oleh prajurit yang lain dan mereka berdua pun langsung memacu kuda nya menembus malam yang masih pekat itu demi tugas yang di emban kepada mereka.


Panglima Arta sandira pun memberitahu kepada semua prajurit untuk lebih waspada karena gembong dari perampok itu yaitu Bujang gila belum tertangkap dan bisa melakukan serangan yang lebih besar lagi karena salah satu kaki tangan dari mereka tadi ada yang lolos di tambah lagi banyak anggota nya yang meninggal dan tertawan di sini, maka nya Panglima itu membagi prajurit untuk bergantian beristirahat sampai pagi nanti sembari menunggu bantuan dari Kadipaten Guguk tengah datang.


Terlihat juga Panglima paruh baya itu juga berbicara sebentar dengan murid nya putri Kumala dewi yang tadinya juga ikut membantu para prajurit dalam mengamankan para tawanan serta membantu mereka yang luka luka tanpa memandang status mereka yang tadi sebagai musuh, setelah itu putri ini pun memasuki perkemahan nya.


Sebenarnya semua kejadian tadi ada seseorang yang memperhatikan dari awal kejadian nya, tadinya dia hendak membantu pihak kerajaan karena kalah jumlah tetapi setelah melihat taktik perang dari pihak kerajaan maka pemuda tampan yang berada di atas pohon yang tidak jauh dari situ memilih untuk menjadi penonton saja dan akan membantu kalau pihak kerajaan itu terdesak.

__ADS_1


Akhirnya pemuda baju putih yang masih di atas pohon itu memilih untuk melanjutkan tidur nya, karena rasa kantuk yang sudah sangat berat menghimpit kedua mata nya itu, pemuda tampan yang ternyata adalah Bayu sampai di sana sore tadi dia sangat tertarik melihat perkemahan mewah yang berada di bibir hutan itu setelah dia perhatikan dengan seksama jantung nya pun terasa berhenti berdetak melihat lambang yang berdiri di depan perkemahan, karena di situ terlihat lambang dari kerajaan Indra jaya tempat dia berasal.


__ADS_2