
Sampai tengah malam mereka bertiga terlibat percakapan hingga makanan yang di pesan Bayu sampai di antar ke ruangan itu, mereka sangat bersyukur anak junjungan yang di kira sudah meninggal itu masih hidup dan sekarang sedang berhadapan dengan mereka.
Dari cerita kedua orang tua pengasuh nya ini Bayu mendapat semua informasi tentang kerajaan Indra jaya ini sekarang dan tentang pergolakan yang akan di lakukan oleh salah seorang Adipati bersama panglima karena pak Kukun adalah termasuk salah seorang jaringan telik sandi dari pihak kerajaan jadi dia mengetahui semua tentang berita yang sengaja tidak di sebarkan di masyarakat.
Kepada Bayu sengaja mereka menceritakan karena selama obrolan tadi mereka cukup bangga dengan tanggapan Bayu tentang paman nya yang telah menjadi Raja saat ini walaupun penyebab meninggal nya kedua orang tua adalah sang Baginda sendiri yang dulu sangat tersesat, ternyata semuda ini dia telah mempunyai jiwa yang besar dengan menerima semua itu dengan ikhlas dan tanpa dendam melihat perubahan tingkah laku paman nya yang telah berubah seratus delapan puluh derajat dan memerintah rakyat dengan adil.
Semua itu sudah cukup bagi Bayu dan memang dia tidak bernafsu untuk menjadi seorang Raja karena dia lebih senang hidup bebas bisa terbang dan berpetualang kemana saja tanpa terikat aturan apa pun, tadinya dia memang berniat menegur paman nya itu seandainya dia menyia-nyiakan rakyat kecil dan memanfaatkan jabatan nya itu, akan tetapi setelah mendapat cerita dari orang-orang dan pengasuh nya ini maka dia cukup bersyukur dengan semua itu.
Dari cerita nya pengasuh nya ini juga Bayu mendapat kabar tentang Paman nya Aria lelono ini yang sudah hidup menyepi selama sepuluh tahun ini dan tidak begitu aktif dalam pemerintahan dan dia sangat berharap anak kakak nya yaitu Bayu ini masih hidup dan akan menyerah kan tahta kerajaan kepada nya seandainya dia masih hidup.
Dan Baginda raja ini sangat ingin bertemu dan meminta maaf kepada keponakannya itu yang di yakini nya masih hidup sampai sekarang, hingga dia rela mengorbankan nyawa nya demi keponakan nya itu, begitu Bayu mendengar cerita dari pak Kukun yang ternyata adalah kepala telik sandi di kerajaan Indra jaya dan sangat di percaya oleh Baginda raja.
__ADS_1
Pak Kukun dan bi Indun meminta Bayu untuk bertemu dengan Baginda walaupun cuma sebentar, biar hidup Baginda raja menjadi tenang dan tidak di hantui seperti selama sepuluh tahun ini karena merasa berdosa, apa lagi di tambah dengan pergolakan yang terjadi saat ini yang menambah kusut pikiran nya.
Sebenarnya Bayu sangat enggan untuk bertemu langsung dengan Baginda raja paman nya itu akan tetapi karena desakan kedua orang pengasuh yang sangat di percaya nya itu dan mendengar cerita tadi akhirnya Bayu pun luluh dan dia menyanggupi nya, akan tetapi dia akan pergi sendiri dan dengan cara nya sendiri juga yaitu akan menyelinap nanti ke istana yang gimana pun dia masih hafal seluk beluk istana itu.
Sesosok bayangan menyelinap dengan sangat cepat di atas lingkungan istana di waktu sepertiga malam itu, para penjaga yang begitu banyak tidak ada satu pun yang menyadari sosok yang melintas di atas mereka, sosok itu baru berhenti pas di atas atap kediaman Baginda raja Aria lelono.
Sosok yang ternyata adalah Bayu yang setelah bertemu dengan kedua pengasuh nya waktu kecil dan mendapatkan semua informasi tentang kerajaan dan paman nya dia pun penasaran, maka nya setelah kembali ke kamar penginapan dia langsung keluar lewat jendela dan bergerak ke arah istana yang di jaga ketat dengan kemampuan yang dia miliki sangat mudah dia untuk menembus penjagaan tanpa di ketahui oleh siapa pun.
Setelah yakin bahwa tempat dia berada di bawah nya adalah ruangan Baginda raja maka dia menggeser sedikit genteng untuk melihat kebawah dengan hati hati.
Bayu cukup kaget padahal dia sudah bergerak sangat hati hati tadi, akan tetapi baru dia mau menggeser genteng untuk melihat ke bawah sebuah suara yang terdengar cukup jelas di telinganya menyuruh dia turun dan pasti orang ini memiliki ilmu yang cukup tinggi.
__ADS_1
Kepalang basah maka Bayu pun membuka beberapa genteng dan tanpa pikir panjang dia langsung melesat ke bawah tanpa takut ada jebakan yang mengintai nya.
Terlihat dua orang sedang bersemedi dan duduk saling berhadapan di depan Bayu mendarat di ruangan yang tidak terlalu besar tapi sangat bersih dan terawat, setahu dan seingat Bayu sewaktu kecil dulu dia belum pernah ke ruangan ini padahal hampir semua ruangan di dalam istana ini yang di jelajahi nya dulu sewaktu kecil.
Bayu pun menjadi bingung dan tidak tahu harus melakukan apa, di hadapan nya sedang duduk dua orang yang berbeda usia salah satu adalah seorang pria paruh baya yang Bayu seperti mengenal orang ini karena hampir mirip dengan mendiang Ayahnya dan satu nya lagi seorang pria tua yang rambutnya hampir semua memutih beserta jenggot dan jambang nya dan wajah nya sangat berwibawa serta di penuhi dengan senyum.
Kedua orang di hadapan Bayu itu membuka mata cukup lama mereka saling bertatapan hingga pria yang paruh baya membuka suara dan langsung bergerak memeluk kaki Bayu.
"Maafkan adikmu ini kakang Jaka..!
Bayu cukup kelabakan dan dia langsung mengangkat berdiri pria itu yang meneriakkan nama Ayah nya yang telah meninggal, perang batin pun berkecamuk di kepala Bayu karena pembunuh kedua orang tua nya telah berada tepat di depan matanya, akan tetapi di suatu sisi dia tidak tega karena orang itu adalah paman nya sendiri dan Bayu pun tahu dia sangat menyesali perbuatannya.
__ADS_1
Baginda Aria lelono yang memeluk kaki Pemuda yang sangat mirip dengan kakak nya Jaka Anggara yang telah meninggal, sehingga dia seperti tidak sadar dan menangis minta maaf kepada pemuda tersebut, awalnya dia tidak yakin dengan semua yang di lihat di depan mata nya itu, setelah mendapat anggukan dari pria tua yang duduk di depan nya maka dia langsung menghambur dan memeluk kaki pemuda yang adalah keponakannya sendiri yang berhak atas tahta kerajaan Indra jaya ini.
Bersambung...