
Sebuah anak panah melesat dengan cepat dan langsung menancap di leher seekor rusa jantan yang lagi minum di pinggir sebuah kubangan, dia tidak menyadari bahwa nyawanya dari tadi telah di intai oleh sekelompok manusia yang berburu di sana, cuma beberapa langkah rusa itu mampu bergerak sebelum terjatuh dengan anak panah yang menembus leher.
"Bidikan tuan putri semakin mantap tinggal hanya melatih nya terus setiap hari..
Seorang pria separuh baya yang berpakaian seperti petinggi sebuah kerajaan memuji seorang dara cantik dan manis yang di panggil nya tuan putri tadi yang berkuda di sebelah nya.
Dua orang prajurit yang tadi berada di belakang begitu melihat hasil bidikan majikan putri nya itu langsung bergerak dan menggotong rusa jantan yang lumayan besar itu, senyum merekah terlihat di bibir keduanya karena malam ini akan menyantap daging rusa yang masih segar.
"Kita kembali ke tenda besok baru kita lanjutkan kembali....
Pria separuh baya tadi kembali berteriak kepada seluruh prajurit yang berada di sana, ternyata dia adalah pemimpin dari kelompok yang sedang berburu itu dan yang sedang di kawal nya adalah anak dari junjungannya sendiri raja kerajaan Indrajaya yaitu Baginda raja Aria lelono yang telah berkuasa hampir lima belas tahun ini setelah dulu terjadi pergolakan besar yang di dalanginya untuk menumbangkan kekuasaan dari ayahanda nya sendiri dan membunuh sang putra mahkota yang tiada lain adalah kakak kandung nya sendiri hingga sampai sekarang selalu di ingat sebagai tragedi yang paling berdarah di kerajaan Indra jaya.
Sudah sepuluh tahun ini baginda Aria lelono banyak menghabiskan waktunya di ruangan semedi, dia hanya keluar kalo di istana lagi ada acara penting saja selebihnya di habis kan di ruangan semedi nya itu, sifat dan watak nya pun sudah berubah bertolak belakang dengan sifat nya dahulu.
__ADS_1
Ternyata dia sangat menyesali tindakan yang di lakukan nya dahulu itu dengan memusnahkan seluruh keluarga nya termasuk ayahandanya sendiri, apalagi kepada kakak kandung nya Jaka anggara beserta istrinya yang bertahan sampai titik darah penghabisan dan meninggal sebagai kesatria sejati mempertahankan tanah airnya sewaktu kemelut yang di pimpin nya dulu itu.
Untuk urusan kerajaan dia lebih mempercayakan kepada penasihat nya seorang pria yang sudah uzur yang cukup pandai dan adil dalam pemerintahan, dengan susah payah Baginda Aria lelono ini membangun kembali kerajaan yang telah hancur karena ulah nya sendiri itu.
Baru lah sekitar sepuluh tahun ini keadaan kerajaan Indra jaya telah normal dan kembali seperti dahulu lagi kepercayaan rakyat pun kepada raja pun sudah mulai tumbuh karena Baginda raja yang baru ini benar benar telah berubah dan sangat memperhatikan rakyat nya, para jagoan dari partai golongan hitam yang dulu membantunya dalam kudeta dalam perebutan kekuasaan sekarang telah di usir nya dari negeri itu, dan bagi yang mau merubah jalan hidup nya di boleh kan tinggal di situ untuk seterusnya.
Ternyata yang bikin Baginda raja dari Indra jaya ini berubah adalah karena kematian putra pertama nya yang sangat di sayang dan di manja nya itu oleh para orang orang dari partai golongan hitam yang kecewa kepada raja ini yang tidak memenuhi janji nya dahulu sebelum perebutan kekuasaan.
Dengan menculik lalu membunuh putra yang di sayang nya itu biar Raja itu merasakan kekecewaan mereka, maka terjadi lah pertempuran antara pihak kerajaan dengan partai golongan hitam yang akhirnya di menangkan oleh pihak kerajaan, sejak saat itu sifat dan watak Raja baru itu berubah seratus delapan puluh derajat.
Malam hari nya di belakang sebuah perkemahan di sebuah padang rumput seorang gadis remaja sedang serius berlatih ilmu pedang dan di depan nya berdiri seorang pria paroh baya yang mengawasi dan memberikan nya arahan.
Makin lama pergerakan gadis itu semakin cepat dan indah, pedang yang berada di tangan kanan nya itu terlihat sangat enteng di genggaman nya, pria tua yang ternyata adalah guru serta pengawal pribadi nya itu terlihat sangat puas dengan kemajuan ilmu pedang sang gadis murid serta anak junjungannya itu.
__ADS_1
"Cukup untuk malam ini tuan putri, kita istirahat dulu kita masih butuh tenaga buat berburu besok...
Ucap pria paruh baya yang sekaligus guru dari sang gadis putri dari Baginda raja Aria lelono yang sedang melakukan kegiatan rutin tiap bulan untuk berburu dan melatih dan memperdalam ilmu beladiri nya di alam terbuka.
Semenjak kematian kakaknya di tangan para penjahat golongan hitam anak kedua dari Baginda raja ini begitu rajin menekuni ilmu beladiri, dia tidak ingin bernasib sama dengan kakaknya yang tidak bisa ilmu beladiri hingga tewas sewaktu di culik dulu oleh para penjahat musuh ayah nya.
Setelah usai berlatih sang putri yang bernama Kumala dewi ini memasuki perkemahan nya, diapun dengan ramah menyapa prajurit yang bertemu dan yang berjaga di sana, memang tuan putri ini terkenal ramah dengan siapa pun baik itu dengan rakyat kecil atau siapa pun yang berpapasan dengan nya, membuat dia sangat di segani dan di senangi semua orang.
Di tengah kesunyian perkemahan itu dan beberapa orang di sana sudah terlihat memasuki perkemahan dan yang tersisa hanya beberapa orang prajurit yang mendapat tugas berjaga, puluhan pasang mata tanpa berhenti mengawasi perkemahan itu dari jarak yang tidak begitu jauh dari sana.
Ternyata mereka adalah rombongan para penjahat yang biasa beroperasi di sekitar daerah itu yang berjumlah sekitar lima puluh orang, tadi siang mereka telah melakukan pengintaian dan dari sana mereka mengetahui bahwa yang sedang beristirahat di sana adalah rombongan dari putri kerajaan yang melakukan kegiatan rutin berburu di sana.
Mereka pun mengetahui jumlah pihak kerajaan itu sedikit hanya separuh dari jumlah mereka, jadi mereka pun jadi berani dan berniat menyandera putri dari kerajaan itu untuk di tukarkan dengan uang nantinya.
__ADS_1
Perlahan rombongan pengintai itu pun bergerak maju dengan senjata mereka yang terhunus di tangan, tetapi langkah mereka itu terhenti sebelum mereka sampai di perkemahan seorang pria paruh baya telah berdiri di hadapan mereka dengan bertolak pinggang.
Bersambung....