
Suasana pagi itu terlihat sangat sibuk di Kadipaten bantar angin, para prajurit sibuk hilir mudik, di tiap sudut Kadipaten berdiri banyak pos penjagaan dengan penjaga yang nonstop dua puluh empat jam, dan kita melihat lebih ke dalam lagi di bangunan induk Kadipaten itu tepat nya di halaman depan bangunan megah itu, terlihat ratusan prajurit berbaris rapi dengan beberapa orang panglima dan senopati yang berjejer di depan nya.
Ternyata di Kadipaten bantar angin seperti nya melakukan persiapan dalam menyambut perang, soal nya terlihat dari begitu serius nya kesibukan semua orang disana, semua senjata baik pedang, tombak, dan panah di keluarkan semua dari gudang persenjataan, dan di tempat semua pandai besi di Kadipaten itu laris pesanan berbagai macam senjata pesanan dari adipati wira sentana sebagai adipati di Kadipaten bantar angin itu.
Sepertinya rakyat disana secara sukarela pun ikut membantu dan mendukung tindakan sang adipati, terlihat banyak pemuda pemuda dari sana yang menawarkan ikut menyumbang kan tenaga mereka membantu persiapan itu, dan mereka pun siap turun dalam medan perang membantu mempertahankan negeri yang mereka cintai itu.
__ADS_1
Selain itu banyak berdiri bangunan dan gedung gedung darurat di sekeliling bangunan induk Kadipaten itu, selain buat menampung persediaan makanan juga buat menampung para prajurit dan tenaga tambahan yang banyak datang dari luar.
Adipati wira sentana cukup tersentuh hatinya melihat semangat dan dukungan penuh dari rakyat dan semua kalangan di istana terhadap Kadipaten ini, keputusan nya dua hari kemarin yang menolak mentah mentah lamaran dari baginda raja Durataka lewat dua orang utusan nya itu bukan keputusan yang mudah, soal nya menolak perintah Raja sama saja dengan membangkang dan di anggap memberontak.
Dan pastinya cepat atau lambat kerajaan pasti akan mengirim pasukan untuk menangkap nya.
__ADS_1
Pagi itu terlihat adipati wira sentana menyambut dua orang pemimpin dari padepokan Tongkat besi dan padepokan harimau putih yang mana mereka masing-masing membawa 100 orang murid pilihan. Sang adipati sangat berterimakasih kepada kedua pria Sepuh ini, dan adipati pun menjelaskan tugas dan siasat mereka dalam pertempuran nanti, kedua pria Sepuh itupun cukup puas dengan penjabaran sang adipati, terlihat mereka mengangguk angguk dan kadang memberikan saran yang diterima adipati dengan senang.
Setelah hampir dua jam berbicara dengan kedua pria Sepuh pemimpin padepokan itu, mereka pun diantarkan untuk beristirahat menyusul pengikutnya di bangunan yang sudah di sediakan. Sudah sepuluh padepokan yang ikut bergabung dengan pasukan adipati wira sentana dan tinggal delapan padepokan lagi yang belum datang. Dan kalo dihitung dari sepuluh padepokan ini telah menyumbangkan seribu orang murid buat tenaga tambahan, apalagi rata rata yang di bawa murid murid pilihan yang kekuatan nya setara dan ada yang melebihi lurah prajurit.
Siang itu adipati terlihat berkuda dengan dua orang panglima kepercayaan nya dan beberapa orang punggawa, mereka berkeliling melihat dan memantau pos pos penjagaan yang baru didirikan di setiap sudut Kadipaten itu, beliau tidak segan segan turun dari kudanya membantu prajurit yang bekerja membangun pos darurat itu. Dan beliau sangat ramah menyapa dan menegur kalo berpapasan dengan prajurit yang bertemu di jalan. Memang dari dulu adipati wira sentana ini terkenal sangat rendah hati dan orang nya ramah kepada rakyat nya, karena itulah mereka sangat mendukung keputusan dari pemimpin nya ini untuk berperang dengan pemerintahan pusat.
__ADS_1
Hampir setengah harian adipati wira sentana berkeliling mengitari Kadipaten bantar angin, dan rombongan ini pun kembali memasuki gerbang utama kota itu pas pulang nya, terlihat sang adipati turun dari kuda dan berbicara sebentar dengan perwira yang memimpin penjagaan disitu, dia mengatakan agar lebih di tingkatkan penjagaan disana dan lebih teliti memeriksa orang yang keluar masuk kota Kadipaten ini, jangan sampai telik sandi musuh berhasil keluar masuk Kadipaten ini.
Akhirnya adipati wira sentana pun melanjutkan perjalanannya kembali ke istana terlihat dia cukup puas dengan hasil kerja para bawahan nya, dan sesampainya di istana Kadipaten dia pun dapat kabar yang menggembirakan karena mereka dapat utusan dari Kerajaan Rokan yang berada di sebelah timur negeri itu, Kerajaan itu pun bersedia memberi bantuan kepada Kadipaten ini dengan mengirim tiga ribu pasukan nya, dan menyetujui Kadipaten ini untuk menjadi Kerajaan sendiri, dan mereka Kerajaan pertama yang mengakui nanti kedaulatan Kerajaan nya itu. Soalnya semua orang tahu semenjak Kerajaan pagar lembayung ganti tahta raja nya, hubungan kedua Kerajaan ini yang dulu nya baik sekarang menjadi kacau dan saling bermusuhan penyebab nya ialah raja Durataka ini yang ingin meluaskan daerah nya sampai ke Kerajaan Rokan, sering terjadi pertempuran kecil antara dua Kerajaan bertetangga itu, terlebih lagi di daerah perbatasan kedua Kerajaan.