Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 38 Gerombolan Serigala merah 7


__ADS_3

Bayu pun mendarat di luar gua sekitar sepuluh langkah di depan mulut gua itu sambil berdiri bertolak pinggang menunggu Datuk Sigantang yang tadi menyerangnya, Dia bukan nya melarikan diri seperti yang di kira Datuk itu alasan nya kalo bertarung di luar dia lebih leluasa dan tidak takut akan adanya perangkat jebakan karena dia belum mengenal lokasi itu.


Tidak berselang lama muncul lah kelebatan sebuah bayangan dari dalam gua itu yang ternyata adalah Datuk Sigantang tadi dia pun berhenti lima langkah di depan Bayu, itu pun tidak berlangsung lama setelah menatap pemuda di depan nya itu sebentar mungkin mengukur tingkatan ilmu nya, samar samar dia pun melihat wajah pemuda itu yang ternyata masih sangat muda kalau di ukur dari segi umur mungkin pemuda itu cocok nya menjadi cucu dari Datuk sesat itu dan dia pun sangat menyayangkan karena ilmu pemuda itu cukup tinggi dan tadinya terbesit keinginan dari Datuk itu untuk mengambil pemuda itu menjadi pembantu utama nya.


Sembari berkelebat menyerang pemuda itu terdengar lagi lolongan seperti Serigala dari mulut Datuk itu beriringan dengan gerakan nya, Bayu yang telah siap dari tadi segera menyambut serangan dari Datuk Sigantang yang seperti nya sangat bernafsu untuk membunuh nya, pertukaran jurus dan pukulan pun saling beradu di antara mereka.


Selagi kedua jagoan ilmu beladiri beda generasi itu bertarung dari dalam gua terlihat puluhan orang anggota dari Serigala merah itu yang berhamburan keluar dari sana dengan masing-masing membawa senjata andalan mereka yaitu tongkat yang ujungnya seperti sabit itu, mereka pun langsung membentuk lingkaran mengepung kedua orang yang lagi bertarung itu, tetapi mereka tidak berani terlalu dekat hanya dari radius yang aman karena angin dan hawa pukulan dari kedua orang itu sangat berbahaya bagi mereka.


Setelah pergantian puluhan jurus di antara mereka terlihat Datuk Sigantang semakin emosi karena pemuda itu mampu membendung semua ilmu dan pukulan nya, pemuda itu pun tidak terdesak sama sekali malah sesekali serangan nya membuat Datuk itu kelabakan untuk menghindar.

__ADS_1


Akhirnya Datuk itu pun makin meningkat kan Serangan nya dan mengeluarkan semua jurus simpanan nya untuk menekan pemuda baju putih itu dan Bayu pun merasakan kalau kekuatan dari Datuk itu makin bertambah dan ilmunya pun makin aneh, seringkali terdengar seperti suara Serigala dari mulut Datuk itu oleh Bayu, makanya dia lebih hati hati dan pelan pelan meningkatkan kan juga tenaga dan kecepatan nya untuk membendung semua jurus yang aneh dari Datuk sesat itu.


Setelah memasuki jurus yang ke dua ratus tempo pertarungan kedua orang itu pun semakin meningkat, dan para anggota Serigala merah yang mengelilingi pertarungan itu pun semakin mundur menjauh karena tekanan hawa di sekitar pertarungan itu semakin kuat, belum sesekali pukulan dari kedua orang itu yang nyasar menghantam apa saja yang ada di sekelilingnya, banyak pohon di sekitar tempat pertarungan itu yang tumbang dan hancur akibat nya.


Bayu pun harus mengakui kalau selama turun gunung baru kali ini dia menemui lawan yang sangat kuat dan Ilmu nya yang aneh itu pun susah di tebak kemana arah serangan nya beruntung dia memiliki Ilmu peringan tubuh yang tinggi juga sehingga mampu mengimbangi ilmu dari Datuk itu. Dan memasuki jurus yang ke Dua ratus sepuluh Bayu pun menemukan sebuah celah yang kosong dari Datuk itu dan langsung memanfaatkan kan nya dengan baik, Bayu pun berhasil mendaratkan pukulan nya di dada Datuk Sigantang itu dan membuat Datuk itu terlempar cukup jauh keluar dari arena pertempuran.


Melihat pemimpin nya terlempar keluar puluhan orang anggota Serigala merah yang berada di sekeliling arena itu pun serempak bergerak menyerang Bayu dan beberapa orang di antaranya membantu Datuk Sigantang yang kelihatan nya cukup terluka itu karena dari mulut nya banyak mengeluarkan darah, setelah di papah anggota nya untuk menjauh dari arena terlihat Datuk itu duduk dan bersemedi di bawah sebatang pohon untuk memulihkan luka dan tenaga nya sembari masih di jaga oleh beberapa orang anggota nya itu.


Terlihat Datuk Sigantang telah berdiri dan seperti nya dia telah pulih kembali dari luka nya tadi, dia pun melihat puluhan anggota nya itu menjadi santapan empuk bagi pemuda yang sedang mengamuk itu, Datuk itu sangat marah melihat pemandangan di depan mata nya itu dan kalau di biarkan terus maka anggota nya itu akan habis tanpa sisa.

__ADS_1


"Mundur kalian semua!!


Teriak Datuk Sigantang dengan keras dan lantang kepada anggota nya yang tersisa cuma belasan orang itu, dan mereka pun yang tersisa itu mendengar suara pemimpin nya langsung melompat mundur jauh ke belakang.


Ternyata beberapa detik setelah Datuk itu menyerukan anggota nya mundur terlihat sebuah sinar putih keluar dari tangan Datuk itu dan meluncur dengan cepat ke arah Bayu, rupanya dia telah menyiapkan ilmu puncak nya tadi sebelum menyuruh semua anggota nya mundur, Bayu cukup kaget beruntung dia masih cepat menghindar dengan berjumpalitan ke samping.


"Buuaaaarrrrrrrr...


Terjadi ledakan yang cukup kuat dan tanah di tempat Bayu berdiri tadi menjadi sebuah lubang yang cukup besar dan dalam, tidak bisa di bayangan seandainya tadi dia terlambat untuk menghindar.

__ADS_1


Melihat serangan nya berhasil di hindari pemuda itu dia pun cukup kesal dan sangat marah makanya Datuk itu pun menyiapkan lagi pukulan susulan untuk memusnahkan pemuda itu dan tidak lama kembali lagi selarik sinar putih keluar dari tangan nya dan meluncur dengan cepat ke arah pemuda itu berdiri.


Bersambung....


__ADS_2