Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 10. Sepasang Ganderwo hutan Tengkorak


__ADS_3

Perlahan sang surya mulai turun di ufuk barat,


awan hitam mulai menutupi sebagian langit dan angin dingin mulai bertiup, binatang serta penghuni hutan itu pun lebih cepat pulang ke sarangnya, pertanda alam akan turun nya rezeki di kasih hujan oleh yang maha pencipta.


Sesosok bayangan berlari seperti mengejar waktu, berlomba dengan burung burung dan binatang yang ada disana.


Jedarrrrr...


Jeddarrrr...


Suara Petir menjadi pembuka turun nya hujan, langit pun semakin gelap dan hujan pun turun dengan deras nya bagai di curahkan dari langit,


Bayu masih terus berlari dan bajunya sudah basah semua, akhirnya dia pun berhenti di bawah sebuah pohon yang agak besar, soalnya hujan turun begitu deras nya belum kabut yang cukup tebal dan sebentar lagi malam juga akan turun menyelimuti seluruh alam ini.


Dan baru saja Bayu berhenti di bawah pohon itu, sesosok Harimau dahan yang cukup besar, menerjang dia dari atas pohon, cakar nya yang tajam bisa merobek apapun apalagi cuma kulit manusia yang terbuat dari daging yang lunak.


Bayu pun langsung berguling menghindar sembari kaki kanan nya menendang perut Harimau itu, akibatnya sang Harimau itu terbanting cukup jauh ke dalam semak semak di sekitar situ.


Harimau itu pun langsung bangkit berdiri dan kembali meloncat menerjang ke arah Bayu berada, dengan hanya memiringkan sedikit badan nya kembali tendangan kaki kiri Bayu sekali lagi menghantam perut sang Harimau itu, kali ini Bayu mengalir kan sedikit tenaga dalam di tendangan nya itu, akibatnya sungguh luar biasa Harimau itu kembali terlempar dan baru berhenti menumbur sebuah pohon yang cukup besar, dan kali ini sang Harimau pun tidak langsung bangun, cuma mengaum sambil menatap ke arah Bayu, dan seperti nya dia sangat kesakitan.


Bayu tidak memburu sang Harimau itu dan dia malah kembali ke bawah pohon besar tadi, soalnya hujan semakin bertambah deras dan hari pun sudah mulai gelap di situ,

__ADS_1


perlahan Harimau itu pun bangkit berdiri dan berjalan, cuma bukan ke arah Bayu ternyata langsung berlari masuk ke hutan menerobos hujan yang semakin deras , seperti nya Harimau itu cukup kapok untuk berurusan dengan manusia yang memukul nya tadi.


Hampir setengah malam hujan itu baru berhenti, dan sisa kabut mulai menghilang di hutan itu dan di langit pun bintang mulai bermunculan.


Bayu memilih untuk istirahat di atas pohon , ternyata dia cuma duduk bersila di sana dan terlihat mulai menerapkan sebuah laku semedi menyerahkan semua pada yang di atas, walaupun mata nya terpejam namun panca indra nya selalu bangun dan waspada.


Terlihat asap tipis keluar dari pori pori di kulit Bayu dan makin lama asap itu pun semakin tebal, rupanya itu adalah siklus otomatis di dalam tubuh nya Bayu, jikalau kondisi tubuh nya dingin maka hawa panas akan mengalir di tubuh nya begitu pun sebaliknya,


perlahan asap yang keluar dari kulit nya itu pun berhenti dan mulai menghilang, dan ternyata efeknya adalah pakaian yang di tubuh bayu itu kembali kering seperti biasa dan kondisi tubuh nya yang kembali prima, walaupun belum ada asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh nya dari tadi cuma dia makan tadi siang di desa Sadang tempat dia singgah tadi siang itu.


Selarik sinar putih mengarah ke tempat Bayu berada, dan diapun reflek menghindar meloncat ke bawah.


Pohon tempat Bayu istrahat tadi itu langsung tumbang terkena pukulan itu.


Sembari meloncat Bayu sudah mengetahui lokasi dan penyerang gelap itu berada dan dia pun tidak tinggal diam, sesampai di tanah Bayu pun mengirim pukulan balasan kepada penyerang gelap itu, jelas sekali orang itu pengen mencelakai dia, tidak tanggung tanggung Bayu pun melesatkan pukulan menyongsong matahari dengan sepertiga tenaga dalam nya untuk membalas serangan orang itu tadi.


Alhasil secarik sinar biru melesat dengan cepat dan membikin hancur pohon pohon yang berada di sana, untung penyerang gelap itu cepat menghindar dari sana dan ternyata terlihat penyerang gelap itu ada dua orang yaitu laki-laki dan perempuan yang sudah agak tua.


Bayu berkelebat ke arah kedua orang itu dan dia tidak langsung menyerang hanya berdiri saling berhadap-hadapan mungkin mengukur kemampuan masing-masing,


Bayu memperhatikan sepasang manusia yang di depan nya ini mungkin berusia sekitar lima puluh tahunan dan sepertinya mereka suami istri dan dua duanya bersenjata tongkat yang di kepala nya tengkorak manusia.

__ADS_1


Cara berpakaian nya pun sangat sederhana yaitu cuma buat menutup aurat nya saja. Ya mereka lah yang terkenal dengan sepasang ganderwo hutan tengkorak yang sering membikin resah orang yang lewat disekitar situ.


"Bocah tengik,, kamu yang melukai kucing peliharaan kami? Yang wanita langsung membuka omongan, biasanya jarang mereka berbicara dengan para calon korban nya.


Bayu pun kaget dan bingung,, apa harimau tadi sore yang menyerang dia di bilang kucing oleh wanita ini.


Karena Bayu diam saja Ganderwo yang perempuan pun langsung menyerang, dia sangat marah di kira Bayu mempermainkan dia, tongkat warna Hitam nya diayunkan ke kepala Bayu, terasa angin yang besar di kepala Bayu itu, dengan hanya memiringkan sedikit badan nya kesamping Bayu membalas dengan menendang kaki wanita itu, dia cukup kaget dan meloncat mundur sambil menarik kembali tongkat nya, rupanya itu cuma serangan pancingan dari Bayu, dia pun bergerak cepat ke depan dan telapak tangan Bayu pun berhasil bersarang di perut wanita tua itu, yang mengakibatkan wanita itu terlempar dua meter ke belakang dan memuntahkan darah dari mulut nya.


Ganderwo yang laki-laki begitu terkejut, soalnya semua itu berlangsung begitu cepat, dan tahu tahu istri nya terlempar terkena pukulan dari pemuda itu, dia begitu sangat marah dan langsung melesat menyerang pemuda itu, seperti nya dia lebih hati hati sekarang soalnya lawan nya itu tidak bisa di anggap enteng, pertukaran jurus pun segera berlangsung, sementara itu ganderwo yang wanita terlihat beristirahat sebentar untuk memulihkan tubuh nya, ternyata pukulan tadi cukup membuat dia terluka.


Walau Bayu hanya bertangan kosong dia terlihat tidak terlalu kerepotan melayani permainan tongkat dari ganderwo yang laki-laki ini, dengan ilmu peringan tubuh nya yang sempurna itu, dan malah berkali-kali pukulan Bayu yang bersarang di tubuh Ganderwo itu. Cuma patut di akui pertahanan tubuh nya cukup kuat walau pukulan Bayu berkali-kali hinggap di tubuh nya paling cuma bikin dia terdorong doank ke belakang.


Bayu bersalto ke belakang dan mundur agak jauh,soalnya dia mendengar angin pukulan berhawa panas mengarah ke dia, rupanya ganderwo satunya yang wanita melepaskan pukulan jarak jauh ke tubuh Bayu yang lagi bertempur itu, terlihat ganderwo yang wanita itu pun mengumpat karena pukulan nya meleset.


Akhirnya kedua ganderwo itu bergerak berdua sekaligus dan mulai menyerang dari dua arah pula, puluhan jurus dan pukulan pun bertukar baju Bayu pun mulai basah oleh keringat, harus dia akui kerjasama kedua orang itu begitu sulit di terobos dan akhirnya Bayu dapat ide orang ini harus di pisahkan soalnya kalo bersatu akan susah untuk mengalahkan nya.


Bayu lebih memfokuskan serangan kepada ganderwo yang wanita sebab pertahanan nya agak lemah, kebetulan pas ada celah kosong Bayu pun mundur bersalto ke belakang sembari melepaskan pukulan menyongsong matahari ke arah ganderwo yang wanita itu.


"Duarrrrrrr.....


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2