
Seseorang bergerak lincah di tengah malam buta menuju Padepokan Pedang Buana yang berada di daerah pesisir barat pulau Andalas,
Padepokan yang telah berdiri selama tiga generasi ini dan sekarang di pimpin oleh seorang pria sepuh yaitu Pendekar Pedang Perak, cucu tertua dari pendiri Padepokan tersebut.
Dia bernama Buyung Tuo dan semasa muda nya dia malang melintang di rimba persilatan menjadi Pendekar budiman menolong yang lemah dan memerangi kebatilan, dia sangat terkenal karena ilmu pedang nya yang jarang tandingan nya di masa itu, dengan pedang yang berwarna perak ciri khas nya dia sangat di segani kawan dan di takuti musuh, sehingga dia terkenal dengan gelar Pendekar Pedang Perak.
Dan sekarang selama dua puluh tahun ini dia yang memegang kendali Padepokan karena ayah nya pemimpin Padepokan sebelum nya telah meninggal karena usia yang sudah tua, perkembangan Padepokan pun semakin meningkat pesat dan nama Padepokan Pedang Buana semakin di segani di seluruh pelosok negeri itu.
Malam ini adalah hari ulang tahun ke seratus lima puluh tahun Padepokan tersebut, semua murid berkumpul di sana malam itu, baik yang telah melanglang buana di kancah rimba persilatan maupun yang mengabdi di Kerajaan di sana semua berkumpul malam itu.
Di tengah hiruk pikuk pesta di Padepokan Pedang Buana sesosok bayangan manusia mulai bergerak mendekati Padepokan yang mirip sebuah perkampungan kecil itu, yang akan menjadi mala petaka bagi Perguruan yang sudah mengakar kuat di bumi Andalas karena sosok tersebut memiliki ambisi untuk menjadi no satu di dunia persilatan ini.
Tepat tengah malam itu adalah acara puncak dari pesta tahunan Padepokan Pedang Buana yaitu pemilihan murid muda terbaik yang di lakukan dengan adu ilmu kanuragan dan ketangkasan, malam ini yang jadi petarung tersisa adalah seorang gadis muda cucu dari Pendekar Pedang Perak sendiri dan lawan yang akan di hadapi nya adalah seorang pemuda murid paling berbakat di angkatan nya dan di lihat sepintas mereka ini usia nya tidak berselisih jauh.
__ADS_1
Suara Gong bergema dan menandakan kedua petarung tersisa bersiap untuk memulai pertarungan, di sisi sebelah selatan berdiri seorang gadis cantik dengan berpakaian hijau muda yang sangat serasi dengan kulit serta muka nya yang cantik, siapapun lelaki yang melihat cucu kesayangan pemimpin Padepokan tersebut di pastikan akan bertekuk lutut melihat paras nya itu, dengan sebilah pedang yang berwarna keperakan juga membuat gadis tersebut semakin anggun untuk di lihat.
Di sisi sebelah utara panggung juga telah bersiap seorang pemuda gagah dengan berpakaian kuning yang telah menggenggam pedang yang berwarna sama dengan sang gadis lawan yang akan di hadapi nya itu, sebenarnya pemuda yang bernama Aria Jalak ini berat hati untuk melawan gadis yang telah membikin dia tiap malam susah tidur itu, memang sudah lama Aria Jalak ini memendam rasa terhadap cucu guru besar nya itu, namun semua itu di tahan nya karena perbedaan yang cukup dalam di antara mereka, karena dia sendiri hanya lah seorang yatim piatu yang sedari kecil di rawat oleh Pendekar Pedang Perak di Padepokan itu.
Setelah keduanya memberi hormat keduanya memulai pertarungan dengan sangat hati hati dan saling mengukur kemampuan lawan, akan tetapi lama kelamaan tempo pertarungan pun mulai meninggi, pergerakan mereka pun semakin cepat yang terlihat hanya cahaya keperakan pedang milik mereka yang seperti dia ekor naga bertarung.
Semua mata penonton yang hadir terpukau dengan keindahan permainan pedang kedua muda mudi penerus ilmu pedang buana tersebut, memang mereka menampilkan pameran sebuah ilmu tingkat tinggi dalam seni berpedang saling serang dan menekan silih berganti, di lihat sekilas kedua ilmu gadis dan pemuda tersebut kelihatan berimbang, sang Gadis pergerakan nya sangat lincah dan cepat sementara Pemuda lawan nya memiliki pertahanan yang sangat kokoh dan memiliki ketenangan.
"Braakkkk... Boommmmmmm....!!!!!! "
Pertarungan pun langsung terhenti, sementara para murid murid utama langsung bergerak cepat ke arah pintu gerbang yang masih menyisakan debu debu sisa ledakan tersebut.
"Hahaha.. Hahaha... Hahaha.... Hahahaaaaaa..... Haahaahaaaa..
__ADS_1
Terdengar sebuah tawa yang sangat keras yang mengandung tenaga dalam yang sangat kuat, lama kelamaan semakin memekakan gendang telinga, hingga pergerakan para murid utama yang bergerak tadi menjadi terhenti, mereka pun langsung memusatkan tenaga untuk menahan gelombang suara yang semakin lama semakin menekan dan membuat sakit telinga mereka itu.
Situasi di tengah Padepokan itu semakin kalang kabut dengan adanya suara tawa yang tidak kunjung berhenti itu, banyak para murid pemula yang belum memiliki landasan ilmu tenaga dalam sudah pingsan dengan telinga mengeluarkan darah.
"Berhenti........ Tunjukkan dirimu Iblis!!!! "
Sebuah suara dari Pendekar Pedang Baja yang menahan marah melihat banyak murid murid nya yang menggeletak pingsan tidak kuat menahan tekanan suara tawa tersebut, selaku pemimpin Padepokan dia merasa sangat di lecehkan oleh tamu yang tidak di undang tersebut, apa lagi di kandang nya sendiri membuat pemimpin Padepokan Pedang Buana ini yang biasanya terkenal akan kesabaran nya, malam ini dia sangat emosi menyaksikan kejadian yang berada di depan nya itu.
Suara tawa itu langsung berhenti setelah teriakan dari Pendekar Pedang Perak tadi, para murid di sana pun bernafas lega, Para pembantu utama dan murid yang sudah berpengalaman di Padepokan tersebut langsung bergerak ke depan dan menyuruh serta membantu para murid murid untuk berdiri jauh ke belakang dan membopong mereka yang pingsan tadi dan di bawa ke bangunan utama Padepokan itu.
Sementara Pendekar Pedang Perak sendiri sudah berdiri di depan pintu gerbang yang hancur tadi dan sedang berhadapan dengan seorang yang berpakaian serba hitam yang rambut nya sebahu dan ternyata sosok tersebut masih sangat muda dan berwajah tampan, sangat berlawanan dengan sepak terjang nya barusan yang tanpa belas kasihan membuat seisi Padepokan tersebut ketakutan, dia berdiri sekitar sepuluh langkah di hadapan Pendekar pedang Perak dengan senyuman mengejek.
Siapa kah Pemuda misterius tersebut?? ikuti terus ya, jangan lupa like dan vote nya😁😁😁.
__ADS_1
Bersambung.....