
Seorang bocah laki-laki umur sepuluh tahun terlihat dikeroyok oleh tiga orang bocah laki-laki yang lebih besar dan jauh lebih tinggi dari nya di pinggiran sebuah sungai kecil yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal mereka.
Ternyata bocah sepuluh tahun itu cukup gesit dan lincah semua pukulan dan tendangan tiga orang yang lebih besar dari nya itu tiada satu pun yang mampu menyentuh tubuh kecil nya, bocah itu hanya menghindar dan seperti nya tidak berniat untuk membalas pukulan ketiga orang bocah lawan nya itu.
Akhirnya perkelahian bocah kecil itu berhenti juga dengan tumbang nya ketiga bocah laki-laki yang menyerang nya tadi, rupanya ketiga bocah itu telah kehabisan tenaga dan tidak kuat lagi untuk berdiri mereka pun tersungkur di semak semak pinggiran sungai kecil itu dengan nafas yang sangat memburu.
Bocah kecil yang tadi diserang itu pun, hendak melangkah pergi dari situ setelah ketiga bocah nakal yang sering mengusili nya itu tidak mampu lagi untuk berkelahi dan terkapar di situ, baru saja dia hendak melangkah sebuah seruan menghentikan langkah nya.
"Bocah setan jangan lari kau!!
Teriak seorang pria dewasa yang baru sampai di situ bersama seorang kawan nya yang membawa golok di pinggang dan di belakang mereka di ikuti oleh seorang bocah yang seumuran dengan ketiga bocah yang terkapar itu.
__ADS_1
Rupanya ketiga bocah yang mengeroyok bocah kecil itu adalah salah satunya anak dari kepala desa Karang jati yang berkuasa di daerah itu, dan memang anak ini terkenal karena badung nya dan suka mengganggu siapa saja dan orang orang di kampung itu pun tiada yang berani kepada anak ini karena tuan Sopo jangkar kepala desa situ sekaligus orang tua dari bocah ini selalu membela anaknya, walaupun dia tahu kalau anaknya itu yang bersalah.
Kedua pria dewasa yang baru datang di pinggir sungai itu adalah para bawahan sekaligus para tukang pukul dari kepala Desa di Karang jati itu yang jumlahnya cukup banyak, sudah sepuluh tahun ini tuan Sopo jangkar menjadi kepala desa disini menggantikan ayahnya yang sudah meninggal yaitu kepala desa yang dahulunya.
Sedari kecil nya tuan Sopo jangkar memang tidak tinggal di desa Karang jati ini dia di titipkan oleh ayahnya di sebuah padepokan milik teman nya yang cukup jauh dari situ, karena sewaktu kecil nya kepala desa ini sangat nakal dan badung tiada ubah nya dengan anak nya tadi, makanya ayahnya yang sebagai kepala desa di situ menitipkan dia di padepokan milik teman nya itu supaya dia bisa berubah.
Cuma satu tahun tuan Sopo jangkar ini bertahan di padepokan milik teman ayahnya, dan setelah itu datang utusan dari padepokan ke desa Karang jati dan mengatakan bahwa tuan Sopo jangkar telah kabur dari sana bersama seorang tua yang ilmunya sangat tinggi dan orang tua itu pun berhasil membuat ketua padepokan sekaligus sahabat dari kepala desa Karang jati itu terluka cukup parah setelah pertarungan dengan orang tua itu dan orang tua itu sangat tertarik dan mengambil tuan Sopo jangkar ini menjadi murid nya.
Tiada terkira senang nya ayahnya yang menjadi kepala desa di Karang jati itu, dan diapun sangat bahagia melihat anaknya itu pulang dengan membawa menantu dan cucunya, akan tetapi kegemparan pun terjadi di desa itu setelah beberapa hari kepulangan tuan Sopo jangkar ini.
Ayah nya yang sebagai kepala desa di situ di temukan tewas terapung bersama istrinya di sungai tidak jauh dari desa Karang jati itu dengan tubuh yang sudah tidak utuh lagi keduanya, padahal semua orang tahu kalau kepala desa nya itu mempunyai ilmu beladiri yang cukup tinggi dan dahulu nya sewaktu masih muda adalah seorang pendekar juga.
__ADS_1
Dan setelah di usut dan di cari penyebab kematian kepala desa dan istrinya ini ternyata tidak menemukan bukti apa pun, akhirnya di angkat lah putra nya tuan Sopo jangkar ini menggantikan ayahnya itu, dan semenjak itu lah keadaan desa Karang jati ini berubah sampai sekarang, ternyata kepala desa nya yang baru itu adalah seorang iblis yang hanya memeras penduduk nya.
Rupanya sewaktu kepala desa dan istrinya terbunuh itu ada seseorang saksi yang melihat kejadian itu, yaitu seorang pria yang kebetulan lewat di tempat perkelahian antara kepala desanya itu dengan anak nya sendiri tuan Sopo jangkar yang baru pulang itu, awalnya terdengar perdebatan di antara mereka dan pria itu mendengar juga ternyata tuan Sopo jangkar ini bukanlah anak kandung dari kepala desa itu.
Setelah itu kepala desa itu bersama istrinya yang juga bisa ilmu beladiri terlihat bertarung dengan tuan Sopo jangkar yang akhirnya di menang kan oleh nya, hingga kepala desa beserta istrinya itu tewas dan mayat keduanya pun di buang ke sungai yang tidak jauh dari arena pertarungan mereka tadi.
Ternyata motif tuan Sopo jangkar membunuh kepala desa itu dan istrinya yang adalah ayah angkat nya itu adalah karena dendam lama, sewaktu masih malang melintang di dunia persilatan bersama istrinya keduanya pernah menewaskan sepasang manusia iblis yang telah banyak membikin keributan dan banyak membunuh orang yang tidak bersalah yang selalu meresahkan penduduk.
Makanya kepala desa itu dan istrinya mencari dan menumpas sepasang manusia iblis itu di sarangnya setelah dengan pertarungan yang panjang, dan ternyata sepasang manusia iblis yang telah meninggal itu memiliki seorang anak laki-laki yang masih bayi di sarangnya itu dan mereka pun membawa dan membesarkan bayi itu dan memilih menetap di desa Karang jati.
Dan keduanya pun meninggal kan dunia persilatan memilih kehidupan yang baru di desa itu sampai mereka diangkat menjadi pemimpin di sana, karena mereka banyak membantu penduduk desa, dan semenjak mereka tinggal di situ desa itu pun menjadi aman dari para penjahat yang dulu nya sering meneror desa itu.
__ADS_1
bersambung....