Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 5. Pelarian


__ADS_3

(Kembali di saat kegaduhan)


''Di dalam salah satu ruangan gedung besar itu terdengar ledakan yang cukup kuat sampai bangunan besar itu ikut bergoyang.


"Brengsekkk,,,, umpat Datuk Gagak hitam dia sedang berada di ruangan pribadinya yang ditemani oleh tiga orang gadis muda yang baru dapat hasil dari jarahan di perkampungan yang mereka hancur kan tadi siang, terlihat muka ke tiga gadis itu pada pucat dan ketakutan semua mendengar kemarahan pria tua sangar yang hendak merusak kehormatan mereka.


"Siapa yang berani bikin keributan di rumah ku ini,, Ucap Datuk itu sembari berjalan ke arah pintu dan memanggil pengawal yang biasanya ada beejaga di depan pintu ruangan nya itu, karena tidak ada terdengar sahutan dari pengawal nya akhirnya dia sendiri menyelinap keluar.


Baru kali ini detak jantung Datuk Gagak hitam itu begitu kencang, dia mengintip dari sudut lorong ruangan nya dan menyaksikan semua anggota nya di bantai habis di sana, dia pun sampai bergidik ngeri juga berdiri di situ karena melihat pemuda itu yang begitu mudah nya melumpuhkan semua anggota anggota andalan yang telah lama di didik nya.


Dasar Datuk Gagak hitam memang orang nya sangat licik, melihat kemampuan pemuda itu dia yakin tiga orang sekuat dia belum tentu mampu untuk mengalahkan pemuda di sana dan tanpa pikir panjang Datuk ini langsung balik arah ke ruangan nya tadi dan langsung mengunci pintu nya dari dalam, lalu dengan buru buru dia pun menuju ke arah peti besar yang berada di sudut ruangan dengan terburu buru dia lalu mengeluarkan semua isi dan memasukan nya ke dalam buntalan yang telah di persiapan kan nya tadi lalu buntalan itu pun di sampirkan di punggung.


Sembari tangan kiri nya melempar tiga pisau kecil ke arah gadis gadis tadi yang sangat ketakutan melihat tingkah Datuk itu dan sungguh sadis serta tanpa peri kemanusiaan perbuatan yang di lakukan nya itu,

__ADS_1


ketiga gadis itu pun meregang nyawa langsung dengan pisau kecil tadi yang tembus ke leher mereka masing-masing.


Datuk itu memencet tombol rahasia yang berada di pinggir kaki ranjang maka ranjang pun bergerak ke samping dan tercipta lah sebuah lobang selebar semeter persegi di depan Datuk itu serta terlihat ada undakan tangga turun ke bawah dari sana.


Tanpa menunggu waktu Datuk itu lansung meloncat ke bawah masuk ke lobang dan secara otomatis lubang itu pun menutup sendiri, seperti nya jalur rahasia ini cuma Datuk ini sendiri yang mengetahui.


Rupanya jalur ini tembus langsung ke arah sungai, yang agak ke belakang dari dermaga perahu perkampungan itu dan di sana pun sudah ada satu perahu kecil yang tertutup rapi tersembunyi di balik semak-semak, pantesan Bayu sampai keliling mengitari setiap ruangan itu tidak ketemu sama gembong nya gerombolan ini karena dia sudah melarikan diri lewat pintu rahasia.


Perahu Datuk gagak hitam itu terus melaju mengikuti deras nya arus sungai yang mengalir makin kencang di tengah pekap nya malam.


Dia tidak menyangka dalam semalam gerombolan dan markas yang dia tempati bertahun-tahun itu hancur di tangan seorang pemuda tanggung dan masih untung dia selamat serta masih bisa melarikan diri dari situ.


Dia pun sudah punya rencana sendiri pertama dia akan menemui dan minta bantuan dari kakak seperguruan nya di daerah hilir muara sungai Batang hari, soalnya itu jarak yang paling terdekat yang dia jangkau sekarang yang terpenting lari dulu dari kejaran pendekar muda itu, tampaknya dia masih ketakutan melihat kedigdayaan ilmu kanuragan dari pemuda perkasa yang jadi iblis pemusnah malam ini.

__ADS_1


Perahu kecil yang di kemudikan nya itu berbelok ke kiri masuk ke cabang sungai kecil yang agak kencang arus nya, sekarang dia melawan arus cuma bukan masalah bagi orang sekelas Datuk Gagak hitam dengan melamberi sedikit tenaga dalam di tangan nya, ia pun mulai mendayung perahu kecil itu malah perahu itu semakin kencang jalan nya, setelah mengayuh sejauh dua ratus meter dia pun meminggirkan perahu kecil itu, lalu Datuk itu pun meloncat turun dan perahu nya di sumputin di semak semak pinggir sungai kecil itu dan di ikat kuat supaya tidak hanyut.


Dan Datuk itu pun mulai menarik nafas nya pelan untuk menenangkan pikiran nya, dan dalam berapa kali tarikan nafas pikiran nya pun mulai tenang., Dia bisa kembali tersenyum setelah melakukan olahraga pernapasan tadi, selanjutnya Datuk itu pun mulai berlari dengan ilmu peringan tubuh nya membelah padang rumput yang luas di depan nya itu ,walaupun keadaan gelap gulita bukan masalah bagi Datuk Gagak hitam


hampir sejam dia berlari dan setelah keluar dari padang rumput itu baru dia berhenti.


Karena terlihat di depan nya ada pondok kecil yang cukup terawat dan bersih, di samping nya pun tertambat dua ekor kuda yang gagah dan sehat, Datuk gagak hitam itu pun tersenyum licik akal busuk nya pun muncul untuk mengambil kuda yang di senangi nya itu.


""Lumayan kuda itu untuk menghemat tenaga bisik nya,," hehe.....


Dia melompat ke kuda yang warna hitam dan langsung menyentak tali kekang nya maka kuda itu pun langsung lari membelah malam yang semakin pekat itu.


Yang punya pondok pun terbangun dan langsung keluar, ketika mendengar suara ringikan kuda yang terikat di depan gubuk, itu adalah kuda dari majikan nya yang di titipkan disitu sementara sang majikan nya sendiri melanjutkan berburu dengan berjalan kaki, dia tidak bisa membayangkan kemarahan dari majikan nya besok, karena itu adalah kuda kesayangan dari sang majikan.

__ADS_1


Pria tua pemilik pondok itu langsung terduduk lemas di depan kuda yang hanya tinggal satu, entah kesialan apa dia hari ini yang biasanya tempat yang dia huni ini sangat aman dari gangguan perampok karena memandang nama besar majikan nya yang sangat di segani di daerah itu.


Bersambung....


__ADS_2