Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 56. Persiapan perang


__ADS_3

Memang hari itu lah akan di jatuhkan eksekusi hukuman atas gembong penjahat Bujang gila yang tertangkap oleh pihak kerajaan kemarin, awalnya eksekusi akan di lakukan pagi ini akan tetapi acara itu sedikit tertunda karena Baginda raja mengadakan rapat dadakan karena menghilang nya panglima Adi gombang beserta pasukan nya dari tempat tugas nya di perbatasan kerajaan.


Eksekusi hukuman mati terhadap Bujang gila akhirnya tetap di laksanakan pada siang hari nya, ribuan rakyat serta prajurit memenuhi alun alun kerajaan Indra jaya siang itu termasuk Bayu sendiri yang berada di bagian paling belakang menonton kejadian tersebut.


Penjagaan di perketat di setiap sudut kota dan tiap pintu masuk ke kerajaan di penuhi dengan prajurit yang berjaga supaya eksekusi mati Bujang gila ini berjalan lancar karena pasti banyak pihak di luar sana yang tidak terima dengan hukuman ini, yang pasti nya para golongan hitam yang berada di belakang Bujang gila ini akan berusaha untuk menggagalkan nya maka nya Baginda raja mengantisipasi terlebih dahulu tanpa ada celah masuk untuk para teman teman dari gembong rampok ini.


Sebenarnya acara eksekusi Bujang gila ini hanyalah sebagai peralihan supaya pihak yang berada di belakang yang mendukung Bujang gila selama ini menyangka bahwa pihak kerajaan belum mencium tentang rencana mereka yang akan melakukan kudeta yang di pelopori oleh Adipati Lawu tungkal bersama dengan Panglima Adi gombang.


Tadi pagi selagi melakukan rapat dadakan salah seorang dari regu telik sandi kerajaan lansung mendatangi Baginda raja Aria lelono yang baru saja membuka pertemuan itu, seandainya kalau bukan dari regu telik sandi yang dengan berani mengganggu jalan nya rapat pasti sudah kena hukuman, akan tetapi pengecualian bagi regu telik sandi karena dia pasti membawa informasi yang sangat penting makanya mereka di kasih wewenang untuk semua itu.

__ADS_1


Pertemuan pun berhenti sebentar dan prajurit telik sandi itu memberikan laporan penting tentang rencana Adipati Lawu tungkal bersama panglima Adi gombang yang di bantu oleh berbagai gerombolan dari aliran hitam yang sudah melakukan persiapan di Kadipaten Lembah datar dan seperti nya mereka akan bergerak dalam waktu dekat ini, begitu laporan yang di terima langsung oleh Baginda raja.


Akhirnya Baginda raja membeberkan semua informasi yang baru dia dapat kan itu di hadapan semua yang hadir di situ, lalu di atur lah taktik untuk meredam kudeta yang di lakukan Adipati dari Lembah datar ini dan di dapat lah keputusan untuk menjebak pasukan musuh di perbatasan Kadipaten Lembah datar ini karena bukan nya Baginda raja tidak mau langsung menyerang ke Kadipaten yang seperti banyak di usulkan oleh para panglima yang ikut hadir di situ, Baginda raja hanya tidak ingin rakyat biasa yang jadi korban seandainya di lakukan serangan langsung ke Kadipaten Lembah datar itu dan semua itu akhirnya di maklumi oleh yang hadir di sana.


Akhirnya sebanyak empat ribu pasukan secara berkala dan dengan diam diam menyelinap ke daerah perbatasan semua itu berlangsung tanpa sepengetahuan rakyat yang ada di sana karena perhatian mereka tercurah dengan menyaksikan eksekusi mati Bujang gila yang sengaja di lakukan siang itu untuk mengelabui masyarakat di sana tentang akan adanya perang yang akan terjadi di kerajaan yang tinggal menunggu waktu.


Tujuan Baginda raja ini sangat lah baik dia tidak ingin rakyat nya ikut cemas seandainya mengetahui tentang kudeta yang akan di lakukan oleh Adipati Lawu tungkal ini, maka nya dia sengaja melakukan penyergapan itu secara diam-diam.


Setelah acara eksekusi gembong penjahat Bujang gila selesai semua rakyat yang di sana pun bubar banyak di antara mereka yang kembali lagi ke rumah karena memang hari telah mulai sore, terdengar celoteh mereka yang sangat bersyukur dengan kematiannya perampok yang ganas itu karena sekarang mereka telah bebas dan tidak takut lagi kalau bepergian ke luar daerah yang dahulu sering di ganggu komplotan perampok ini.

__ADS_1


Bayu sendiri mencari sebuah penginapan di kota kerajaan dan tidak butuh waktu lama bagi nya menemukan tempat itu karena walau bangunan nya rada berubah namun lokasi dan tempat nya masih sama, sebuah penginapan kecil yang cukup bersih yang berada di tengah kota kerajaan.


Seorang pria tua yang ternyata adalah pemilik penginapan itu cukup kaget dengan kedatangan seorang pemuda gagah yang berdiri di hadapan nya yang menanyakan tentang kamar untuk bermalam, sebab wajah pemuda itu sangat tidak asing bagi nya dan seperti mengenal pemuda tersebut.


Namun dengan cepat pria tua itu pun mengusai keterkejutan nya mungkin cuma wajah nya saja yang mirip, setelah menulis kan namanya Bayu di antar oleh salah seorang pelayan ke kamar yang dia pesan yang berada paling sudut di bangunan, Bayu pun langsung merebahkan diri di kamar itu ingatan nya kembali berputar ke masa lalu sewaktu dia masih kecil di istana kerajaan Indra jaya yang kembali dia datangi ini setelah lima belas tahun meninggalkan nya.


Kekagetan pria tua pemilik penginapan itu kembali bertambah setelah melihat nama yang tertera di buku catatan orang yang menginap di sana, sebuah nama yang sangat di kenal nya dan sesuai dengan nama anak junjungannya yang dahulu yaitu Bayu Anggara dengan cepat pria tua itu meninggalkan ruangan itu dan pergi ke belakang untuk memberitahukan kepada istrinya tentang semua yang baru di lihat nya ini.


Dengan terburu buru dia menemukan istrinya seorang wanita yang seumuran dengan nya yang sedang membantu beberapa pelayan memasak di sana, istrinya nya pun kaget melihat pria itu terburu buru datang dan wajah nya sangat pucat, pasti ada sesuatu yang penting, pikir wanita tua itu sambil melangkah mendekati suaminya.

__ADS_1


Pria tua itu lansung mengajak istrinya ke ruangan yang berada di samping dapur yang biasa mereka pakai untuk beristirahat, dia pun lansung menceritakan tentang seorang pemuda yang barusan menginap di tempat mereka berikut dengan ciri-ciri nya serta nama nya pun yang persis sama dengan anak junjungannya yang telah lima belas tahun menghilang.


__ADS_2