
Suasana di dalam bangunan besar yang di hantam pukulan Bayu tadi langsung terjadi keributan dan kepanikan dari para kawanan perampok yang berada di sana, mereka pada berhamburan kesana-kemari dan yang ilmu nya masih rendah sebagian ada yang langsung pingsan, darah mengalir di telinga nya.
Saking kencang bunyi ledakan pukulan Menyongsong matahari yang mengenai pintu bangunan utama tempat mereka berpesta,
suasana sangat hirup pikuk di antara mereka sebagian ada yang langsung menghunus kan golok dan banyak juga yang kehilangan senjata, karena mereka lupa menaruh nya dimana tadi soalnya banyak yang di antara mereka yang masih setengah sadar karena kebanyakan minum dan banyak lagi yang sudah mabuk sampai tidak ingat apa apa lagi saking mabuk.
""Kita di serang, cepat panggil datuk,,!! ucap salah satu dari lima orang bawahan dari Datuk gagak hitam, sebenarnya dia sendiri pun masih rada mabuk cuma dia cepat tanggap dengan situasi itu akan tetapi tidak ada satupun anggota nya yang mendengari omongan nya itu.
Dan belum selesai dia bicara terlihat sesosok bayangan berkelebat kesitu dan langsung menghajar kawanan perampok yang berada di sana pergerakan bayangan itu begitu cepat dan susah diikuti oleh mata biasa, setiap dia bergerak pasti ada satu dua korban dari perampok ada yang terlempar ke dinding sebagian terlempar ke tengah tengah ruangan yang penuh dengan makanan bekas pesta mereka dan ada juga yang terlempar membentur kawan nya sendiri.
Mengakibatkan banyak dinding dari kayu di sana yang jebol dan hancur tidak karuan bentuk nya membikin para perampok itu menjadi tambah panik dan makin kacau, termasuk para wanita yang di jadiin budak-budak oleh para perampok ikut ketakutan jadi nya.
Cuma heran nya mereka tidak di ganggu sama sekali oleh sosok yang mengamuk di ruangan itu, dan tidak ada satupun benda yang mengenai diri mereka seperti yang di alami para perampok.
"Secepatnya keluar dari gedung ini dan larilah ke arah sungai, sudah ada teman kalian yang menunggu di sana dan kalian jangan panik, sekarang keluar lah,!! Terdengar jelas bisikan di telinga para wanita yang malang itu.
Ternyata Bayu masih sempat mengirimi para wanita itu bisikan lewat ilmu telepati yang di miliki nya (salah satu ilmu istimewa yg dimiliki Bayu walau cuma lewat pikiran tapi pesan nya terdengar jelas dan bisa memilih orang yang ditujunya).
__ADS_1
"Setan,,,setan"" Begitu teriak para perampok itu saking takut soalnya musuh tidak kelihatan karena saking cepat pergerakan dari musuh yang datang sendirian itu.
Banyak golok dan tombak serta berbagai senjata dari para perampok itu yang berpatahan dan terbang terlempar ke berbagai arah banyak juga yang mengenai teman mereka sendiri yang tidak sempat untuk menghindar.
"Berkumpul ke tengah, jangan berpencar!
Ucap salah satu pemimpin perampok yang berbadan besar ternyata suaranya itu cukup berpengaruh karena di lamberi dengan tenaga dalam waktu mengucapkan.
Cuma semua itu sudah terlambat yang tersisa dari mereka tidak sampai dari sepuluh orang lagi, mereka pun akhirnya saling memunggungi dan membentuk formasi melingkar , terlihat aura ketakutan jelas terpampang di masing-masing wajah mereka biasanya mereka yang mengintimidasi orang orang yang pernah di bantai dan sekarang karma berlaku bagi mereka.
Baru saja mereka saling memunggungi dan membentuk formasi sesuatu berkelebat dari atas kepala mereka dan langsung memecah formasi yang baru meraka buat itu.
Yang bertahan sekarang cuma lima orang dari pemimpin perampok kepercayaan
Datuk Gagak hitam itu selebihnya tidak ada ada yang bisa bergerak lagi, itupun kondisi kelima orang itu terluka di bagian dalam semua oleh pukulan Bayu tadi dan mereka tidak ada yang mampu untuk berdiri lagi, dari mulut mereka keluar darah semua dan
mereka tiada yang berani bergerak lagi dan langsung membuang senjata nya untuk menyerah.
__ADS_1
Bayu berdiri di tengah tengah gerombolan yang telah di taklukkan nya lalu menatap isi sekeliling dari ruangan yang besar itu, terlihat pemandangan yang begitu memperihatinkan mulai dari bangunan yang porak poranda dan lautan manusia yang bergelimpangan di sana sini.
Bayu sampai menggeleng pelan sungguh dahsyat ilmu yang diturunkan Eyang ke padanya, pantas Eyang nya itu berpesan agar Bayu jangan asal mempergunakan ilmu yang di miliki nya kalau tidak karena terpaksa dan gunakanlah ilmu itu untuk membela kebenaran dan keadilan jangan pernah kamu tersesat di dunia yang penuh dengan tipu daya itu,, semua itu masih ingat jelas wanti wanti dari Eyang nya sebelum turun gunung dulu.
"Dimana pemimpin kalian yang di takuti itu..?
dan yang kalian bangga banggakan itu.!. Bayu berkata sambil memperhatiin wajah setiap perampok yang tersisa, mereka pun tidak ada yang berani melihat ke Bayu saking takut nya.
"Dia pasti melarikan diri itu pemimpin yang kalian takuti!!
jujur Bayu sangat kesal kepada mereka, soalnya setelah dia berkeliling dan memeriksa semua ruangan itu tidak di temukan pemimpin dari gerombolan itu
Bayu pun mengampuni para perampok yang tersisa itu, setelah sebelum nya mereka berjanji akan merubah jalan hidup mereka, dan kelihatan nya mereka sangat sungguh sungguh soalnya mereka semua melakukan kerjaan ini karena tekanan dan suruhan dari pemimpin mereka yang telah melarikan diri itu.
Dan mereka wanita-wanita yang diculik oleh gerombolan perampok itu dulu di suruh pulang lagi ke kampung, setelah harta hasil rampasan di situ di bagiin ke pada mereka, tapi sebagian dari mereka ada yang tidak mau pulang ke kampung nya mungkin mereka malu untuk pulang dan memilih menjalani hidup baru di tempat yang jauh dari kampung nya.
Di suatu tempat tidak jauh dari lokasi pertempuran tadi terlihat seseorang berbaju serba hitam dengan golok hitam tersampir di pinggang dengan membawa satu buntalan barang di punggung nya.
__ADS_1
Dia mendorong sebuah perahu dengan pelan setelah agak ke tengah perahu itu pun di bawa arus sungai terus ke arah timur, dia pun berdiri sambil menoleh ke belakang ke arah perkampungan yang selama ini di pimpin nya, terlihat kedua tangan nya mengepal kuat menahan kemarahan.
bersambung....