
Kali ini permainan cambuk Bujang gila lebih berbahaya seperti nya dia ingin menyudahi pertarungan dengan panglima musuh nya sekarang ini, bunyi desiran cambuk nya itu mulai mempengaruhi lawan di tambah cambuk nya itu seperti punya mata, ternyata benar dalam beberapa kali gerakan cambuk Bujang gila berhasil melilit dan merampas pedang milik panglima Arta sandira tidak cukup sampai di situ sebuah terjangan kaki kanan Bujang gila ini pun berhasil melemparkan panglima kerajaan Indra jaya ini keluar dari arena.
Semua kejadian itu berlangsung sangat cepat terlihat panglima Arta sandira memuntahkan darah segar saat terjatuh, kali ini seperti nya Bujang gila ingin menyelesaikan pertarungan tanpa mengasih kesempatan musuh nya kembali senjata cambuk andalan nya itu yang telah di aliri tenaga dalam yang cukup besar bergerak bagai ular terbang siap mematuk kepala dari panglima yang belum siap karena masih terbaring menahan sakit di dada nya.
Satu senti lagi ujung cambuk yang di lapisi baja runcing itu menancap di kepala panglima Arta sandira yang sudah pasrah itu sebuah tangan menangkap ujung cambuk yang bergerak sangat cepat bagai ular yang siap mematuk mangsa.
Bujang gila sangat kesal dan kaget karena ada seorang pemuda yang berdiri di sebelah musuh nya dan menahan cambuk andalan nya itu dengan tangan telanjang, otomatis Bujang gila ini menyentak kan cambuk nya itu dengan kekuatan penuh berharap pemuda itu akan tertarik dan terlempar.
Akan tetapi bukan nya pemuda itu terlempar malah perlahan posisi nya sedikit mulai goyah karena rupanya pemuda itu menahan sentakan di ujung cambuk, maka tarik menarik adu kekuatan pun terjadi di antara mereka ternyata Bujang gila salah perhitungan pemuda tersebut memiliki kekuatan yang hampir berimbang dengan nya.
Ketika tarik menarik itu semakin kuat dan kencang Bujang gila pun menambah kekuatan nya sehingga terdengar bunyi cambuk yang mulai berderak se akan mau putus akan tetapi cambuk itu sangat alot dan kuat, Bayu melepaskan genggaman di ujung cambuk dengan tiba-tiba membuat Bujang gila yang sedang mengeluarkan tenaga yang cukup besar itu terjatuh karena tidak bisa mempertahankan keseimbangan nya.
Kesempatan itu di pergunakan Bayu untuk menolong panglima Arta sandira dengan memberi nya dua biji pil penyembuh yang selalu di bawa Bayu kemana pergi, panglima itu mengucapkan terimakasih kepada nya karena bisa di bayangan kan seandainya pemuda tersebut tidak datang menolong nya tadi.
__ADS_1
Bujang gila yang terjatuh tadi sangat marah karena merasa di permainkan oleh pemuda yang baru datang dan menolong musuh yang sudah hampir di bunuh nya, dia langsung bangkit berdiri dan dengan nafsunya langsung menyerang pemuda itu dengan cambuk nya, dengan lincah Bayu selalu menghindari serangan cambuk pria botak yang sangat bernafsu membunuh nya itu.
Setelah puas mempermainkan pria botak dengan selalu menghindari serangan cambuk nya yang semakin cepat, dan pada suatu kesempatan kembali Bayu menangkap ujung cambuk Bujang gila itu dan dengan mengalir kan tenaga nya yang agak besar Bayu pun menyentakan ujung cambuk hingga Bujang gila ikut terbawa oleh nya.
Selagi Bujang gila terdorong ke depan karena sentakan yang sangat kuat oleh pemuda itu di ujung cambuk nya, pemuda tersebut melepaskan pegangan nya dan menyongsong Bujang gila yang lagi di posisi tidak siap.
"Aarrrrgggghhhhhh....
Terdengar pekik kesakitan dari mulut Bujang gila dan sesudah itu dia tidak sadar kan diri karena menahan sakit terkena ilmu totokan yang paling di takuti oleh semua pendekar yang berhasil di sarang kan di dada nya oleh pemuda yang ternyata berilmu tinggi.
Melihat tumbang nya sang pemimpin mereka membuat nyali semua bawahannya itu langsung hilang, tidak butuh waktu lama mereka semua membuang senjata dan menyerah kepada pihak kerajaan dari pada nyawa mereka melayang terkena amukan prajurit yang semakin bersemangat.
Para prajurit dengan sigap langsung mengamankan para perampok yang sudah menyerah semua senjata nya di kumpulkan serta mereka di giring dan di ikat di kumpulkan dengan kawan nya yang tertawan semalam, jumlah korban dari kedua belah pihak cukup banyak baik yang luka luka ataupun yang tewas di sana.
__ADS_1
Panglima Arta sandira sendiri yang sudah pulih setelah menelan pil obat yang di beri oleh pemuda yang di ketahui nya sebagai pewaris tahta asli kerajaan Indra jaya yang selama ini selalu di cari oleh pihak kerajaan, dengan cepat mengikat Kepala perampok yang paling kejam dan menjadi buronan pihak kerajaan selama ini setelah kepergian pemuda tersebut dengan cepat tanpa bisa di cegah nya.
Padahal panglima paruh baya ini banyak yang mau di tanyakan kepada pemuda misterius yang jadi penolong mereka, dia masih penasaran dan memastikan jati diri dari pemuda tersebut.
Tuan putri Kumala dewi sendiri setelah membantu para prajurit dalam mengamankan para perampok yang tersisa terlihat berjalan ke arah panglima Arta sandira sambil menoleh ke sana sini seakan mencari sesuatu. Ya Tuan putri ini mencari pemuda yang tadi menolong nyawa nya dan yang membantu pihak kerajaan dalam melumpuhkan Bujang gila yang berilmu tinggi.
" Pemuda itu sudah pergi tuan putri, seperti itu lah seorang pendekar sejati yang tidak butuh ucapan terimakasih.....
Ucap panglima Arta sandira setelah putri Kumala dewi berada di dekatnya, dia mengetahui apa yang sedang di cari oleh putri junjungannya itu.
Terlihat kekecewaan di wajah sang putri yang bisa di mengerti oleh panglima paruh baya itu karena dia pun pernah muda, dia mengetahui tuan putri ini memiliki kekaguman terhadap pemuda yang masih memiliki hubungan dekat dengan sang putri yang belum di ketahui nya.
Perlahan panglima Arta sandira mengajak putri junjungannya itu untuk membantu prajurit mengubur kan mayat dari kedua belah pihak yang jumlahnya cukup banyak, dari pihak kerajaan sendiri jumlah korban yang tewas sekitar lima belas orang belum yang terluka sedangkan dari pihak perampok lebih banyak lagi hampir separuh nya selebihnya sudah tidak bisa bertarung lagi karena ilmu nya sudah di punah kan oleh pemuda tadi seperti yang di alami oleh pemimpin mereka Bujang gila.
__ADS_1
Bersambung....