Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 31 perlawanan lurah Saketi


__ADS_3

Jerit tangis istri dari lurah Saketi begitu histeris dari dalam rumah besar itu, karena anak gadis satu satu nya mereka di ambil paksa oleh utusan kelompok berjubah merah yang menerobos masuk ke dalam rumah mereka. Sementara lurah Saketi sendiri yang masih belum sembuh dari luka luka bekas pertarungan dengan gerombolan itu tiga hari yang lalu di seret paksa keluar oleh para ******** itu. Wanita paruh baya istri lurah itu pun akhirnya terdiam karena sebuah sepakan kaki dari salah satu anggota jubah merah yang masuk itu menghantam perut nya, hingga wanita itu sampai terdorong dan langsung tidak sadarkan diri.


Melihat istrinya di tendang sampai pingsan, membuat lurah Saketi sangat marah dan diapun menyentakan tangan orang yang menyeretnya itu setelah itu langsung dia pelintir dan dibanting cukup keras ke lantai, hingga anggota jubah merah itu tidak bisa bangkit untuk berdiri, seperti nya tangan nya yang sebelah kena pelintir itu patah. Dan entah dari mana lurah Saketi mendapatkan kekuatan nya kembali yang tadinya dia masih sangat lemah waktu diseret oleh orang-orang itu karena luka luka yang dideritanya belum sembuh.


Tanpa membuang kesempatan emas itu lurah Saketi langsung merebut senjata di tangan anggota jubah merah yang dia banting yang masih meringis menahan sakit itu dan mengayunkan senjata sabit panjang itu ke lehernya hingga tercipta pemandangan yang begitu mengerikan, kepala nya menggelinding ke lantai.


Kejadian itu berlangsung sangat cepat hingga teman nya yang berjalan agak di depan yang menggendong putri dari lurah yang tertotok itu cukup terkejut, dia menyangka yang tadi ke banting itu adalah istri dari lurah tua yang menangis tadi, dia pun sangat kaget ketika menoleh ke belakang dia melihat kepala teman nya menggelinding di lantai yang di penuhi darah itu.

__ADS_1


Sebelum dia menyadari situasi selanjutnya sebuah tebasan oleh lurah Saketi dari sabit rampasan yang masih berlumuran darah bekas darah dari teman nya itu menebas kaki nya tanpa ampun, hingga dia terhempas ke lantai dengan beban anak gadis lurah itu yang juga ikut terjatuh menimpa dirinya, tetapi sebelum gadis itu menyentuh tubuh anggota jubah merah yang menggendong nya itu, lurah Saketi langsung menangkap anaknya itu dan membebaskan totokan di tubuh nya.


Setelah mengamankan anak gadis nya yang masih ketakutan itu, dengan sisa kekuatan dan tenaga nya kembali lurah tua itu mengayunkan sabit itu ke arah dada dari anggota jubah merah yang masih meringis menahan luka tebasan di kaki nya itu, akibat nya senjata sabit panjang itu pun menembus sampai ke jantung dan mengakhiri hidup dari anggota berjubah merah itu.


Sementara itu sang pemimpin dari gerombolan jubah merah yang berada di luar mulai curiga karena kedua anggota yang di utus nya ke dalam tadi tidak kunjung keluar dan diapun mendengar suara berisik dan benturan keras di dalam tadi. Akhirnya diapun mulai menyuruh seluruh anggota nya bergerak mengepung rumah itu, dan yang tersisa di halaman depan itu cuma dia berdua dengan salah seorang anggota kepercayaan nya, selebihnya menggeledah rumah itu dan ada yang mengitari rumah itu dari samping.


"Bakar seluruh rumah dan kampung ini, dan bawa Saketi itu beserta keluarga nya hidup hidup,! cari mereka sampai dapat,,,,,,, teriak pemimpin itu menggelegar kepada ketiga belas anggota nya yang tersisa.

__ADS_1


Bayu yang dari tadi mengintai tidak jauh dari situ terus mengawasi dan mendengar semua tindakan yang di lakukan gerombolan liar itu, dan dia sedikit mendapat kesimpulan bahwa nyawa kepala kampung beserta penduduk di situ terancam oleh orang-orang ini yang memiliki niat tidak baik disini. Diapun dengan pendengaran nya yang tajam bisa mengetahui semua perkelahian antara lurah Saketi dengan dua orang anggota jubah merah yang terbunuh tadi di dalam rumah itu, makanya sewaktu mendengar jerit tangis dari istri lurah Saketi di dalam rumah itu tadi, Bayu pun dengan menggunakan kemampuan ilmu meringankan tubuh nya yang luar biasa itu, bergerak meloncat ke atap rumah besar itu tanpa diketahui oleh orang-orang gerombolan jubah merah yang berada di halaman.


Dan yang menolong lurah Saketi itu sehingga mendapatkan kembali kekuatan dan tenaga nya yang sebelumnya sangat lemah itu adalah Bayu, dengan menyelinap ke atas atap rumah itu dia menyaksikan semua perbuatan kedua anggota jubah merah itu kepada lurah Saketi beserta keluarga nya, dan diapun bisa menilai bahwa lurah yang sudah mulai tua itu sebenarnya mempunyai ilmu beladiri yang lumayan dan kalo tidak terluka bisa mengatasi kedua orang yang menyeret dia dan mengambil paksa anak nya.


Bayu dengan sekali sentilan melemparkan empat butir pil obat ke dalam mulut lurah Saketi itu dan langsung di telan oleh lurah itu yang keadaannya sedang di seret oleh kedua orang anggota jubah merah, sebelum nya Bayu sudah membisiki lurah itu untuk menelan obat itu yang berkhasiat untuk penyembuh dan penambah tenaga dan dia berjanji akan menolong lurah itu beserta penduduk disana, semua yang di lakukan Bayu itu tanpa sepengetahuan kedua orang anggota jubah merah.


Makannya lurah Saketi hanya berpura-pura pasrah ketika kedua orang itu menyeret dia beserta putri nya, rupanya dia lagi menyerap khasiat dari empat pil yang di kasih oleh sebuah suara yang misterius yang berniat untuk menolong nya, tadinya dia tidak begitu percaya tetapi setelah beberapa saat menelan pil obat itu khasiat nya sangat luar biasa, dia bisa merasakan dada nya yang tadi sangat sesak dan sakit langsung hilang dan tenaga nya langsung pulih bahkan lebih dari biasanya. Makanya ketika melihat istri nya pingsan di tendang salah satu ******** itu diapun sudah menyerap hampir delapan puluh persen khasiat dari pil obat yang diberikan oleh suara misterius tadi, dan diapun dengan mudah menghabisi kedua orang anggota jubah merah yang tidak menyangka lurah itu ternyata sudah sembuh.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2