Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab. 27 Gejolak di Bantar angin 9


__ADS_3

Kesabaran adipati wira sentana pun habis, dengan menggeser badan nya sedikit kesamping untuk menghindari tusukan dari keris Nagamas milik raja Durataka ke dadanya, dengan gerakan yang sangat cepat kaki kiri adipati itu pun berhasil menendang punggung raja Durataka yang telah terdorong bergerak agak ke depan. Yang berakibat tersungkur nya sang raja itu, membuat dia sangat malu dan semakin marah kepada adipati itu. Dia langsung berdiri dengan wajah memerah menahan emosi dan langsung menerjang kembali ke arah adipati wira sentana, dengan gerakan yang sangat gesit adipati itu terus menghindari serangan membabi buta dari raja itu. Hingga disuatu kesempatan adipati itu berhasil mendapatkan peluang untuk menancapkan keris pusaka kyai ireng di dada sang raja Durataka hingga menembus jantung dari Raja itu, sekaligus mengakhiri perlawanan dan hidup nya.


Gemuruh teriakan kemenangan dari pasukan Kadipaten Bantar angin memenuhi suasana sore di Padang perbatasan itu, mereka begitu gembira dengan kemenangan yang sangat gemilang, dengan mengalahkan musuh yang hampir kekuatan nya dua kali lipat dari jumlah mereka, dan di padang rumput itu juga yang menjadi saksi ribuan nyawa manusia melayang dan menjadi lautan darah dari manusia itu sendiri, semua itu karena ulah ketamakan manusia itu sendiri. Dan padang rumput perbatasan itu lah yang jadi saksi nya nanti yang bakal jadi cerita turun temurun.

__ADS_1


Melati pun celingak celinguk ke kanan dan ke kiri mencari seseorang, ternyata dia baru tersadar kalo ternyata pedang pusaka nya telah tersampir kembali di warangka nya di punggung. Apa karena tadi dia terlalu senang melihat kemenangan ayahandanya dari Raja Durataka atau memang pergerakan pemuda yang mulai ada tempat di hati nya itu terlalu sangat cepat sampai dia tidak mengetahui nya.Melati punbaru berhenti ketika terdengar bisikan jarak jauh dari pemuda pendekar itu yang mengucapkan terimakasih kepada nya karena telah meminjamkan pedang pusaka yang sangat membantu dia mengalahkan Datuk Sepuh kerajaan itu.


Dengan kekalahan pihak kerajaan Pagar lembayung oleh pasukan gabungan Kadipaten Bantar angin, otomatis sekarang seperti yang sudah lama di rencana kan untuk mendirikan kerajaan baru di Kadipaten ini, maka atas dukungan semua prajurit dan para panglima serta semua rakyat maka beberapa hari setelah peperangan besar itu adipati Wira sentana dinobatkan menjadi raja di kerajaan Bantar angin yang dulunya hanya sebuah Kadipaten.

__ADS_1


Setelah meninggalkan medan pertempuran di padang perbatasan sore itu, Bayu pun melanjutkan perjalanannya ke arah selatan, dia tidak ingin lama lama di Kadipaten Bantar angin itu, bantuan yang di berikan bayu sangat berarti bagi pasukan Kadipaten karena dia telah menewaskan jagoan no satu dari pihak musuh, Adipati Wira sentana sangat berterimakasih kepada nya dan dia sangat salut dengan jiwa kependekaran dari pemuda itu, membantu tanpa mengharapkan terimakasih. Dan yang sangat kecewa dengan kepergian Bayu ialah putri dari Adipati itu sendiri yaitu Melati suci, gimana pun hati nya telah di bawa pergi sebagian oleh pendekar muda itu dan sangat di sayang kan mereka belum sempat untuk berkenalan.


Melati pun banyak termenung sehari hari nya untung saja adik seperguruan nya dan ibu tiri nya cukup mengerti dan menghibur dirinya. Dan di istana pekerjaan cukup sibuk karena akan berlangsung nya pengangkatan ayahandanya menjadi Raja di Bantar angin itu, jadi melati sendiri pun menghabiskan banyak waktu nya untuk membantu pekerjaan persiapan upacara itu bersama Anggun.

__ADS_1


Begitu lah akhirnya Adipati Wira sentana resmi menjadi Raja di kerajaan Bantar angin, dengan wilayah kekuasaan semua bekas kerajaan dari Raja Durataka dulu, semua rakyat disana setuju dengan penobatannya dan mereka sangat berharap ke depan nya hidup mereka jauh lebih baik yang mana selama ini mereka selalu di tindas oleh penguasa yang lama. Dan pusat pemerintahan pun di kota bekas Kadipaten Bantar angin ini, pembangunan istana baru pun mulai di kerjakan, prajurit dan segenap rakyat ikut membantu pekerjaan tersebut. Maka sejak hari itu kerajaan Bantar angin pun mulai di kenal sampai ke seluruh pelosok tanah Andalas ini.


__ADS_2