
Sementara itu di markas besar gerombolan Serigala merah, yang berada di sebuah gua di suatu bukit yang tidak terlalu jauh dari perkampungan tempat lurah Saketi itu berada. Terlihat di dalam ruangan itu seorang kakek berpakaian serba merah sedang duduk bersemedi di atas sebuah batu yang seukuran meja, dan di pintu masuk ruangan itu di jaga oleh dua ekor serigala yang mungkin peliharaan dari kakek itu, dengan setia nya kedua hewan itu menunggui sang majikan yang lagi bersemedi di atas batu itu.
Ternyata di gua itu banyak terdapat ruangan dan pintu masuk nya atau lebih tepat nya mirip dengan sebuah rumah, selain ruangan tempat kakek itu tadi berada masih banyak ruangan lain di sana, seperti ruangan tempat menyimpan makanan dan dapur juga ada ruangan besar untuk mereka berkumpul serta masih banyak ruangan lain yang berada di situ.
Setelah beberapa jam bersemedi akhirnya kakek itu pun membuka mata nya, perlahan dia pun bangkit dan turun dari atas batu tempat dia bersemedi itu, kedua Serigala peliharaan nya begitu melihat tuan nya sudah bangun mereka pun menghampiri tuan nya itu dengan menggoyang kan kepala dan menjilat kaki sang majikan, kelihatan nya kedua binatang itu sangat senang melihat majikan nya yang telah bangun itu setelah tiga hari larut dalam semedi panjang nya.
Ya Kakek tua itulah pemimpin utama dari gerombolan Serigala merah yang akhir akhir ini sangat meresahkan warga yang berada tidak jauh di sekitar markas mereka itu, beliau bernama Datuk Sigantang atau orang lebih mengenal nya dengan Pendekar cakar Serigala, dulu nya gerombolan ini pengikutnya masih sedikit karena itu mereka belum berani bertindak seperti sekarang ini, paling mereka cuma merampok harta dari para pedagang yang melintas di daerah itu untuk memenuhi kebutuhan mereka.
__ADS_1
Tetapi semua itu berubah semenjak Datuk Sigantang dengan tidak sengaja menemukan gua tempat tinggal mereka sekarang ini, dan dia pun menemukan sebuah kitab usang dan sebuah senjata mirip cakar yang bisa di pasang di tangan terletak di bawah kitab usang itu, Datuk Sigantang menemukan itu semua di dalam salah satu ruangan di gua itu, semua itu terjadi sekitar satu tahun yang lalu.
Ternyata itu adalah sebuah kitab ilmu silat yang sangat luar biasa dan kitab itu bernama kitab Serigala iblis, dan dalam setahun ini Datuk itu terus mempelajari isi dari kitab tersebut dan menurunkan ilmu itu juga kepada beberapa orang anggota kepercayaan nya, salah satu nya adalah yang tewas di tangan penduduk kampung kemarin bersama dengan Bayu.
Dalam beberapa bulan ini anggota Serigala merah pun makin bertambah banyak dan sekarang gua tempat mereka tinggal itu atau yang lebih mirip di katakan dengan sebuah padepokan, karena di sana juga anggota gerombolan itu di latih terus untuk meningkatkan ilmu beladiri nya, dan karena mereka semakin banyak dan kuat ini lah maka nya mereka sekarang lebih berani untuk bergerak mengganggu ke kampung kampung di sekitarnya.
Dan semenjak Datuk Sigantang menguasai ilmu kitab Serigala iblis itu, bukan ilmu nya saja yang makin meningkat tetapi dia pun menjadi raja dari para kawanan Serigala yang ada di hutan itu dan semua Serigala itu pun sangat tunduk dan hormat kepada nya, makanya selain memiliki banyak pengikut yang setia Datuk ini pun juga punya pasukan yang lebih ganas yaitu para kawanan Serigala.
__ADS_1
Baru saja Datuk itu keluar dari dalam ruangan semedi nya dengan di iringi oleh kedua ekor Serigala kesayangan nya itu, dari arah luar gua terdengar lolongan dari Serigala yang berada di sekitar gua itu dan bunyi lolongan nya agak lain dari biasanya. Dan cuma Datuk Sigantang itu sendiri yang mengerti bahasa dari Serigala itu karena semenjak menguasai kitab Serigala iblis Datuk ini pun bisa mengerti bahasa dari Serigala.
Raut muka Datuk itu langsung berubah sesudah mendengar laporan dari Serigala yang melolong tadi, ternyata semua anggota yang dia kirim ke kampung tadi Sore itu telah di bantai oleh penduduk kampung di sana, begitu laporan yang dia Terima dari salah satu Serigala yang melolong tadi.
Datuk Sigantang pun langsung memberi perintah kepada kedua Serigala kesayangan nya itu untuk membawa semua gerombolan Serigala di sana menghancurkan kampung itu sekarang juga, ternyata Datuk itu sangat marah mendengar salah satu orang kepercayaan nya ikut tewas oleh penduduk kampung itu.
Kedua Serigala peliharaan Datuk Sigantang itu pun langsung meloncat keluar dari dalam gua itu setelah mendapat perintah dari tuan nya, dan sampai di luar keduanya melolong panjang memanggil semua kawanan yang berada di hutan itu, terlihat puluhan Serigala bermunculan dari berbagai arah setelah mendengar lolongan dari kedua Serigala yang di anggap sebagai pemimpin bagi mereka, dan setelah semuanya berkumpul mereka pun bergerak malam itu juga ke arah perkampungan yang tidak begitu jauh dari situ, terdengar lolongan yang menyeramkan dari para Serigala itu yang membuat siapa pun yang mendengar nya akan bergidik ketakutan.
__ADS_1
Bersambung...