Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 17. Juragan Jarwo 4


__ADS_3

Para penduduk desa di sana berbondong-bondong berjalan ke arah rumah juragan Jarwo, setelah mendengar dua orang pendekar wanita menghajar orang orang nya juragan Jarwo di warung makan tadi, dan sekarang kedua pendekar wanita itu menyamperi rumah kediaman juragan Jarwo untuk membikin perhitungan.


Mereka pun sangat berharap kedua pendekar wanita ini bisa menghancurkan kekuasaan yang selama ini membelenggu dan menyiksa mereka selama hampir sepuluh tahun ini.


Seluruh lelaki di desa itu bersatu mereka pun seperti mendapat kekuatan untuk bangkit dari penindasan yang selama ini cukup membikin mereka menderita.


Dengan dipimipin oleh seorang pria separuh baya, yang ternyata adalah kepala desa dari kampung itu, puluhan lelaki yang semua membawa berbagai macam senjata, dari tombak, pedang, sabit dan ada yang membawa cangkul mungkin dia baru pulang dari sawah mendengar kabar ini dia lansung ikut bergabung dengan rombongan kepala desa itu.


Melihat dengan mudah orang orang nya di bantai oleh kedua gadis itu, belum melihat pamor dari pedang keduanya bikin nyali juragan Jarwo ciut, diapun melirik ke samping ke arah Datuk gagak hitam yang terlihat tidak berkedip melihat pembantaian yang berlangsung di depan matanya.


Kekagetan kedua pria tua itu makin bertambah dengan kedatangan orang orang dari penduduk kampung disitu yang langsung menyerang sisa orang nya yang selamat dari amukan kedua gadis pendekar itu,


Dengan kedatangan penduduk kampung yang membantu, kedua gadis itupun menghentikan amukan nya, mereka membiarkan penduduk kampung itu membalas sakit hati mereka selama ini. Kedua gadis itupun sempat bicara sebentar dengan seorang pria paruh baya yang mengenalkan diri sebagai kepala desa dari kampung itu.

__ADS_1


Melihat datang nya para penduduk kampung dan orang-orang nya pun sudah sangat tersudut, juragan Jarwo pun berniat kabur dari sana dan melihat ke arah Datuk gagak hitam yang sama sama lagi menoleh ke arah dia juga, keduanya nya pun seperti mengerti dan mulai mundur perlahan dari sana.


Tetapi pergerakan mereka terhenti, dua bayangan melesat dengan cepat ke arah mereka, sungguh tidak beruntung nasib juragan Jarwo dia kurang cepat untuk menghindar, sebuah tendangan Kaki kanan Melati tepat mendarat di dadanya,, akibatnya juragan Jarwo pun terlempar dan menabrak dinding depan rumah nya.


"******* kau wanita iblis " umpat nya, sembari bangkit dan mengelap darah yang merembes di bibir nya.


Diapun mencabut senjata nya sebuah keris yang cukup besar yang lebih mirip dengan sebuah pedang, lalu meloncat ke arah Melati sembari mengayunkan keris besarnya itu.


Melati pun tidak tinggal diam diapun menyongsong dengan pedang pusaka nya yang berwarna hijau ke arah juragan Jarwo.


Dia pun langsung mencabut pedang gagak hitam di pinggangnya dan menangkis ayunan pedang dari gadis itu yang tidak pernah mengasih dia kesempatan untuk memperbaiki posisi nya.


Dua benturan pedang pusaka berwarna hitam dan putih pun bertemu dan terjadi ledakan yang cukup besar, rumah besar itupun sampai bergoyang seperti terjadi gempa bumi akibat benturan kedua pedang pusaka itu.

__ADS_1


Sementara itu pertempuran penduduk kampung dengan orang-orang juragan Jarwo yang tersisa tinggal menunggu waktu, terlihat orang orang juragan Jarwo itu sudah mulai berputus asa dan mental nya pun sudah ciut, mereka yang tinggal sedikit itu pun jadi bahan amukan penduduk kampung yang sangat emosi.


Pertarungan antara Melati dan juragan Jarwo pun sudah mulai terlihat hasilnya, dengan memegang pedang pusaka nya Melati terus menekan juragan Jarwo yang cuma mampu bertahan dengan keris besarnya, terlihat beberapa luka goresan senjata Melati di tubuh juragan itu dan keris kebanggaan nya itu pun sudah pada rompal di kedua sisi matanya, apalagi pergerakan Melati begitu cepat membikin juragan itu makin putus asa.


Dengan rangkaian jurus walet mengejar hujan, tubuh Melati pun meliuk-liuk indah dan pada suatu kesempatan pedang pusaka Melati itu berhasil menebas lengan kanan juragan Jarwo sampai putus, kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Melati, selanjut nya sebuah tendangan bersarang di dada juragan itu yang kondisinya sudah mulai lemah karena kehilangan sebelah tangan nya yang memegang keris, dia terlempar cukup jauh dan mendarat di halaman tempat penduduk kampung yang baru menyelesaikan pertarungan dengan sisa orang juragan itu, otomatis puluhan senjata menyambut tubuh juragan Jarwo, tanpa ampun mereka pun mencincang cincang tubuh juragan yang membikin mereka menderita selama ini.


Perlahan Melati pun melihat ke arah pertempuran antara Anggun dengan Datuk gagak hitam yang lagi di puncak pertarungan nya, terlihat kilatan cahaya hitam dan putih dari pedang mereka saling beradu, pertarungan berjalan seimbang antara partai tua pendekar pedang dengan pendekar pedang generasi muda itu, walaupun menang dalam pengalaman bertarung Datuk gagak hitam tetapi Anggun bisa menutupi nya dengan kecepatan dari gerak nya.


Tetapi lama kelamaan konsentrasi Datuk gagak hitam pun mulai goyah apalagi melihat kawan nya tempat berlindung juragan Jarwo telah terbunuh oleh teman gadis ini, dia pun lengah sabetan pedang pusaka Anggun berhasil menggores perut nya cukup dalam, darah segar pun mengalir dari situ dan tanpa menunggu waktu Anggun pun bersalto melewati kepala Datuk gagak hitam itu sembari menebas leher nya.


Anggun pun mendarat dengan indah di belakang datuk itu beriringan dengan tumbang nya gembong rampok yang kejam itu dengan kepala terpisah dari badan nya, Anggun pun menyarungkan pedang nya kembali di punggung dan melihat Melati yang tersenyum kepada nya sembari memberi isyarat, Anggun pun mengerti isyarat itu dan dengan ilmu peringan tubuh nya dia pun berkelebat menghilang dari sana mengikuti kakaknya Melati yang sudah menghilang duluan.


Akhirnya kekuasaan juragan Jarwo di kampung itupun berakhir, dengan kematian nya yang sangat tragis, sementara Datuk gagak hitam yang selamat dari pengejaran Bayu ternyata harus menerima ajal nya dari seorang gadis muda yaitu Anggun murid dari nyai Purbani yang berdiam di gunung Kerinci.

__ADS_1


Akhirnya penduduk kampung itu menguburkan semua mayat dari pengikut juragan Jarwo setelah beberapa saat mereka mencari cari kedua dewi penyelamat yang tidak berhasil mereka temukan, mereka sangat berterimakasih sekali kepada kedua gadis itu, dan semua harta yang melimpah dari juragan Jarwo mereka bagi rata kepada semua penduduk....


__ADS_2