
Sepeninggal paman nya Raja Aria lelono dari situ, maka tinggallah Bayu berdua dengan kakek nya di ruangan rahasia itu, berselang tidak lama Kakek nya ini mengajak Bayu memasuki sebuah ruangan rahasia lagi yang berada di bawah tempat mereka duduk.
Bayu cukup kaget ketika lantai di depan dia duduk itu bergerak dan di bawah nya terdapat anak tangga yang cukup kelihatan karena penerangan dari lampu obor yang berada di sana dan selalu hidup, Kakek nya pun mengajak dia turun dan menyusuri lorong yang cukup muat untuk dua orang berjalan, sementara lantai di ruangan tadi sepeninggal mereka secara otomatis menutup sendiri.
Sekitar lima menit berjalan maka sampai lah mereka di sebuah ruangan yang lumayan luas yang mirip seperti sebuah gua, akan tetapi di sini sudah tidak ada obor seperti di lorong tadi dan di sini cukup terang karena dari atas langit-langit nya yang tinggi itu seperti bebatuan yang memancarkan cahaya serta udara di sini cukup sejuk dan dingin karena di sela dinding batu itu banyak terdapat celah celah kecil untuk sirkulasi udara.
Sungguh hebat Arsistek yang membikin ruangan ini, Bayu pun sampai berdecak kagum memandang nya, di kanan kiri dinding banyak terdapat jenis senjata yang bergelantungan rapi dan di sudut ruangan itu terdapat sebuah rak yang cukup besar dan di sana terdapat banyak jenis buku dan kitab dari kerajaan Indra jaya ini.
Kakek nya sengaja membiarkan Bayu melihat seluruh ruangan itu sampai puas, dia cukup senang karena masih ada keturunan nya yang berjodoh dengan ruangan itu serta yang lebih penting sebuah pusaka yang ada di sana, tidak semua keturunan nya yang bisa masuk ke sana kecuali yang terpilih dan terbukti tadi semenjak Bayu sampai di ruangan itu Baginda raja Daru lintang ini sudah merasakan kunci segel dari ruangan itu yang telah terbuka dengan sendiri nya.
Akhirnya penantian selama seratus tahun ini pun telah tiba, begitu pikir Kakek nya sewaktu Bayu pertama masuk ke ruangan itu tadi, sebab orang yang terakhir bisa membuka kunci ruangan itu adalah ayah nya Raja Daru lintang ini dia sendiri pun tidak bisa karena tidak berjodoh, dia hanya mengikuti pesan dari mendiang ayahnya bahwa kelak akan ada salah satu keturunan nya yang mewarisi ilmu keluarga mereka itu dan hanya dia yang bisa membuka kuncinya.
Bayu pun melangkah dan mulai menginjakkan kaki nya di atas ruangan yang cukup bersih dan terawat rapi dan baru saja dia menapak di atas lantai yang terbuat dari batu gunung yang berwarna hitam itu, sebuah kekuatan yang tidak terlihat langsung menerpanya dengan sangat kuat, maka Bayu pun dengan sekuat tenaga berusaha untuk melawan kekuatan yang tidak terlihat itu akan tetapi semakin dia kuat melawan semakin besar kekuatan itu menerpanya.
__ADS_1
Cukup lama Bayu berkutat dan beradu tenaga dengan kekuatan yang datang itu, hingga seluruh pakaian serta tubuh nya basah dengan keringat yang tidak berhenti keluar.
"Jangan di lawan Bayu cucu ku, buka semua panca indera mu dan terima semua kekuatan dari leluhur mu ini, pusatkan pikiran dan bersemedi lah....
Sebuah suara yang sangat jelas terdengar akan tetapi Bayu tidak mengetahui di mana pemilik suara itu berada, dan satu hal yang pasti itu bukan suara kakek nya yang berada di belakang yang sudah bersemedi duluan, maka Bayu pun mengikuti petunjuk dari suara itu yang membuat nya cukup heran karena mengetahui namanya.
Setelah mendengar perintah dari suara yang misterius itu maka Bayu pun tidak lagi melawan kekuatan yang makin lama makin besar dan baru saja dia membuka semua panca indera nya sambil bersemedi, terasa sebuah aliran tenaga yang perlahan memasuki tubuh nya makin lama tekanan tenaga itu makin menyatu di tubuh nya.
"Ikuti terus dan serap semua kekuatan dari leluhur mu ini Bayu, karena kamu lah keturunan yang sah memiliki ilmu dari Kakek buyut mu ini.
Hampir seharian Bayu bersemedi di sana dan berhasil menjinakkan kekuatan besar yang datang pada nya itu, maka Bayu pun mulai membuka mata nya dan bangkit berdiri, terasa badan nya begitu segar belum pernah dia merasakan kondisi tubuh nya yang sehat seperti sekarang ini.
Dari percakapan batin dengan buyut nya selama semedi tadi, maka Bayu sekarang mengerti bahwa dia lah pewaris satu satunya dari ilmu Kakek buyut nya itu yang dulu adalah sosok yang tanpa tanding dengan gelar Pendekar kilat yang hidup lebih dari seratus tahun dulu dan pendiri dari kerajaan Indra jaya ini.
__ADS_1
"Bayu cucu ku!
Kakek nya yang telah berdiri di sisi nya dan memegang pundak Bayu sambil tersenyum kepada nya.
" Akhirnya penantian kakek mu selama ini telah terlaksana dan kakek bisa tenang meninggal kan dunia ini, karena tugas kakek mu telah selesai,.
Ucap Kakek nya sambil memeluk cucunya yang sudah lama menghilang itu dan baru hari ini kembali pada nya, lalu dia pun menyuruh Bayu untuk mencabut sebuah pedang yang bergagang emas yang menancap di tengah lantai ruangan yang entah dari mana datang nya, sebab ketika Bayu memasuki ruangan itu tadi belum ada pedang itu yang menancap di sana.
"Itulah pusaka pedang kilat warisan dari leluhur mu pendiri kerajaan ini, dan hanya yang berjodoh yang bisa mencabutnya dan pedang itu lebih dari seratus tahun baru ini lagi menampakkan diri karena sudah bertemu dengan tuan nya.
Kakek nya Raja Daru lintang menjelaskan dengan lembut tentang pusaka yang seratus tahun itu menghilang dari kerajaan, rupanya dia menunggu yang berjodoh baru menampakkan diri.
Bayu pun melangkah pelan ke tengah ruangan itu dan setelah berjarak satu meter maka dia pun berhenti, Bayu pun bersujud memberi hormat kepada leluhur nya Pendekar kilat pemilik pedang, setelah itu baru lah dia bangkit dan melangkah ke arah pusaka yang sudah di depan nya itu.
__ADS_1
Dengan kedua tangan nya Bayu mencabut pedang yang berhulu emas murni itu, maka cahaya ke emasan langsung memenuhi ruangan tempat dia berdiri ketika Bayu berhasil mencabut pedang itu keluar dan mengacungkan nya ke atas.
Bersambung...