Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 8..Prahara di Indra jaya


__ADS_3

"Lima belas tahun lalu"


Harta dan kedudukan memang membutakan mata semua orang,termasuk kemelut yang terjadi saat ini di Kerajaan Indra jaya. Perebutan kekuasaan antara sesama putra dari Kerajaan itu, apalagi semenjak pangeran Jaka anggara di angkat jadi putra mahkota, banyak dari pangeran yang lain tidak setuju dan merasa iri.


Terlebih lagi pangeran Aria lelono salah satu putra raja dari salah satu selir, dan dia yang paling tidak senang dengan penobatan itu, selain berambisi untuk jadi raja dia juga memiliki sifat yang buruk dan dia juga yang mempengaruhi adik adik nya yang lain untuk membenci Pangeran mahkota kakak mereka.


Dan dalang dari percobaan penyerangan Putra mahkota lima tahun yang lalu lewat tangan Gerombolan Kapak setan adalah Pangeran Aria lelono ini dan dia pun menghilang semenjak kejadian itu, karena usaha nya itu gagal dan malah gerombolan itu banyak yang terbunuh dan sebagian tertawan.


Malam itu adalah mungkin malam yang sangat bersejarah bagi Kerajaan Indra jaya kemelut berdarah terbesar dalam sejarah Kerajaan itu.


Di dalam dan luar istana mayat berserakan tumpang tindih, perang bubruk terjadi malam itu, terlihat prajurit Kerajaan makin tersudut karena kebanyakan penyerang dari kalangan persilatan yang beraliran hitam.


Terlihat di depan pintu istana sepasang suami-istri sedang mengamuk mungkin sudah puluhan musuh yang jadi korban dari sepak terjang sepasang suami-istri ini, akibatnya banyak dari penyerang yang kurang kuat memilih untuk mundur dan menjauh dari hadapan mereka. Tapi itu semua tidak berlangsung lama para penyerang seperti air bah datang nya, akhirnya sepasang suami-istri ini pun mundur, dan sembari mundur masih banyak korban dari kedua orang ini apalagi sang istri dengan selendangnya nya yang seperti ular mematuk siapa saja yang mendekat, dan setelah mendekati pintu istana dia melepaskan berapa kali Pukulan Mengejar matahari yang dasyat itu yang membuat begitu banyak nyawa penyerang yang terenggut, dan apapun yang di sambar pukulan itu akan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Akhirnya para penyerang yang di di depan pintu itu pun terpukul mundur dan tiada yang berani lagi untuk maju karena mereka cukup bergidik melihat kedahsyatan ilmu pukulan istri sang Putra Mahkota.


"Adinda Puti,, kamu berlari lah selamat kan putra kita, biar aq yang menahan mereka.. ucap sang suami yang ternyata adalah putra mahkota Jaka anggara dari Kerajaan itu.


Akan tetapi sang istri yang ternyata adalah Puti mayang yang dulu menyelamatkan Putra mahkota itu dari Gerombolan kapak setan lima tahun yang lampau, sang Putra mahkota pun melamar Puti mayang beberapa bulan setelah kejadian itu dan ternyata cinta sang Pangeran pun tidak bertepuk sebelah tangan. Maka setelah itu berlangsung lah acara helat besar-besaran tujuh hari tujuh malam pesta perkawinan putra mahkota itu dengan putri Datuk Alang langit itu dengan sangat meriah.


Perlahan pertahanan Kerajaan Indra jaya pun mulai hancur dan makin tersudut ke istana, banyak sudah para panglima dan perwira dari Kerajaan itu yang telah gugur, yang masih bertahan yaitu yang berada di tempat Putra mahkota dan Sang raja berada itupun telah terdesak jauh ke dalam istana, akhirnya Putra mahkota dan istrinya serta beberapa panglima yang tersisa melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan, dan sekuat apapun mereka melawan musuh yang ribuan banyak nya itu, akhirnya mereka semua termasuk Sang putra mahkota dan istrinya itu gugur juga sebagai pahlawan dan tangan mereka pun masih menyatu dan saling berpegangan walaupun nyawa mereka telah lepas dari badan.


Setelah sebelumnya mereka menyuruh salah seorang ponggawa yang sudah uzur, untuk menyelamatkan putra mereka dan di suruh mengantarkan putra mereka itu ke Gunung Singgalang tempat Ayahanda nya Datuk alang langit, Ponggawa itu pun menyelinap dan lari bersama putra nya itu lewat pintu rahasia yang tembus langsung ke hutan di selatan kerajaan Indra jaya itu.


sekarang dia lah otomatis yang jadi penguasa disana.


Sementara itu di suatu hutan belantara puluhan kilometer dari Kerajaan Indra jaya yang telah hancur itu, terlihat seseorang yang membawa bocah umur empat tahun dipangkuan nya, dan kondisi penunggang kuda itu pun terluka dan terlihat sebuah anak panah masih menancap di bahu nya, dia sengaja tidak mencabut anak panah itu takut mengandung racun.Dia pun tidak terlalu memikir kan keadaannya sendiri yang penting anak yang di pangkuan nya itu harus selamat, dia pun terus melecut kudanya dan seperti nya dari semalam dia tidak berhenti berpacu,untung nya anak yang di pangkuan nya itu tidak rewel.

__ADS_1


Dan di lereng Gunung Singgalang sesosok Kakek terlihat sangat gelisah dan pikiran nya tidak enak, entah kenapa sudah dua hari ini pikiran nya itu tidak tenang, dan selama dia hari ini juga dia tidak melakukan aktivitas apa pun seperti biasa yang di kerjai, entah kenapa pikiran nya selalu tertuju ke pada putri dan cucu nya terus, padahal baru tiga purnama ini dia baru pulang menengok anak menantu dan cucu nya di Kerajaan Indra jaya yang sangat jauh dari situ.


Suara ringkikan kuda memecah lamunan sang Datuk Alang langit dia pun langsung meloncat ke luar dari pondok nya melihat siapa yang datang.


"" Bayu cucu ku,,, teriak sang kakek terkejut


Dia langsung menurunin Bayu dari kuda dan memapah pria tua yang membawa cucu nya itu, terlihat pria itu sudah kehabisan tenaga dan luka di bahu nya mulai menghitam, wajah nya pun terlihat pucat dan biru, kakek membaringkan pria itu di pondok dan memeriksa luka nya, dan memberikan beberapa totokan dan menyalurkan tenaga dalam di dada nya, lalu perlahan mencabut panah yang masih menancap di bahu pria tua itu, darah hitam pun langsung keluar dari bekas panah.


Kakek terus menempel kan tangan nya di luka itu sampai darah yang keluar warna nya sudah merah. Harus di akui fisik nya pria ini sangat kuat bisa bertahan dari Indra jaya sampai kesini, padahal perjalanan kalo naik kuda bisa memakan waktu dua hari dua malam itupun tanpa berhenti lama di perjalanan, cuma untuk makan dan istirahat sebentar buat kuda.


Setelah tenaga Ponggawa tua itu mulai pulih dia mulai menceritakan musibah yang menimpa Kerajaan Indra jaya, kakek sungguh prihatin mendengar nya teringat akan nasib anak dan menantunya itu, dan untung ada sedikit penghibur bagi nya yaitu cucu nya Bayu selamat dari musibah.


Dan sayang nasib pria tua kerajaan yang membawa Bayu kesini itu cuma bisa bertahan empat hari,karena luka nya terlalu serius dan sangat parah dan karena faktor umur ketahanan tubuh nya pun sudah menurun, akhirnya nya dia pun menghembuskan nafas yang terakhir di Gunung Singgalang yang diam kokoh berdiri itu.

__ADS_1


Untuk kedua kali nya musibah menimpa Kakek itu kembali, pertama istri dan sekarang anaknya yang sangat di cintai nya itu, jadi sekarang kembali dia memulai dari awal lagi untuk membesarkan cucu dan keluarga satu satunya yang tersisa dari nya.


__ADS_2