Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 2 Mengejar gerombolan Perampok


__ADS_3

Lemparan balik kedua pisau terbang oleh Bayu tepat mengenai paha kedua orang perampok yang bersembunyi di atas pepohonan tidak jauh dari tempat dia berdiri tadi dan sasaran nya tepat mengenai di urat kelumpuhan kedua orang pelempar itu, padahal jarak kedua orang itu agak berjauhan berjarak beberapa pohon namun akurasi lemparan dari Bayu patut di ancungi jempol karena sangat tepat sasaran yang di tuju nya.


Bertepatan dengan kedua orang perampok yang terjatuh ke tanah , Bayu pun dengan kecepatan gerak nya sudah berada berdiri di hadapan salah satu perampok yang menahan rasa sakit di paha nya itu dan Bayu pun cukup yakin mereka ini pasti gerombolan perampok yang menghancurkan perkampungan tadi perampok yang kesakitan itu sangat terkejut karena dia telah salah memilih sasaran dan tidak menyangka senjata nya sendiri makan tuan, untuk berdiri pun dia sudah sangat kesusahan mungkin pas jatuh tadi badan nya itu yang terhempas duluan dan seperti nya ada beberapa dari tulang nya yang patah.


Sembari melihat ke perampok yang satu nya lagi Bayu menunduk untuk mengambil beberapa buah kerikil kecil yang ada di bawah kakinya dan lewat jentikan jari nya kerikil itupun melayang sangat cepat dan tepat mengenai urat di leher salah satu perampok yang satu lagi yang berada tidak jauh dari sana, terdengar keluhan kecil sebentar lalu perampok itu pun terjatuh tidak sadar kan diri, padahal Bayu cuma sedikit mengalir kan tenaga dalam lewat jentikan jari nya tadi.


"Bagaimana tuan apa mau seperti kawan mu barusan?. Ucap Bayu bertanya sambil menatap geram kepada perampok yang ketakutan setengah mati itu kepada nya.


" Dan pasti nya gerombolan kalian yang membantai seluruh penghuni kampung ini tadi kan? Tambah Bayu dengan menahan kemarahan nya.


"Tuan terhormat cuma perlu menjawab jujur,, dan mungkin dengan begitu nyawa tuan yang tidak berharga ini masih bisa untuk saya ampuni!! gimana??


Bentak Bayu dengan keras yang makin membuat orang itu menggigil.


Perampok itu pun sangat ketakutan sampai terkencing di celana, belum dia menahan nyeri karena pisau yang di lempar Bayu tadi masih menempel di paha nya, ditambah berapa dari tulang rusuk nya yang patah karena terjatuh tadi.

__ADS_1


"Bbabaik tuan pendekar, tolong ampunii nyawa saya ini saya melakukan ini karena terpaksa menuruti perintah dari pemimpin kami yang sangat kejam!!


" Dan kami tidak berani untuk membantah karena nyawa kami taruhan nya.! jelas anggota perampok itu yang sangat ketakutan dan tidak berani menatap ke arah Bayu.


" Mmm,, dimana sarang kalian? dan kira kira berapa orang jumlah gerombolan kalian yang berada disana?? Ujar Bayu kembali bertanya dia sangat malas terlalu lama berurusan dengan perampok itu, walaupun baru turun gunung sedikit banyak nya dia sudah tahu dan mengerti watak dari orang orang, apalagi mereka yang dari kalangan aliran hitam seperti ini, sebelum turun gunung panjang lebar Eyang guru nya telah menjelaskan gimana gambaran rimba persilatan serta semua trik dan semua kecurangan di dalam dunia itu.


Karena tekanan yang terus di berikan oleh Bayu serta dari tatapan mata nya yang terus mengintimidasi perampok yang sudah pasrah itu, akhirnya sang perampok itu pun memberikan semua informasi dan gambaran tentang dan dimana sarang dari gerombolan nya beserta kekuatan dan jumlah dari pengikut setia nya, kira kira berjarak sepuluh kilo ke arah selatan dari kampung itu.


Pemimpin nya seorang pria sepuh yang sangat tinggi ilmunya yang bergelar Datuk gagak hitam, selain itu Datuk itupun sangat piawai dengan ilmu pedang makanya sangat di takuti oleh mereka.


Bayu mengancam perampok itu, dia bilang akan kembali lagi kesini seandainya perampok itu berbohong kepada nya, dan sebelum dia berkelebat menghilang dari sana Bayu pun menotok urat saraf dari perampok itu,akibat nya cukup fatal bagi sang perampok itu dia akan punah ilmu beladiri nya dan tidak bisa untuk berlatih silat lagi seumur hidup nya.


Sementara perampok yang satunya lagi sudah keduluan dapat jatah dari Bayu yaitu tadi, sewaktu kena timpukan kerikil yang dilamberi totokan jarak jauh tadi, makanya dia langsung pingsan tidak sadarkan diri tadi.


Bayu pun bergerak cepat dengan ilmu meringankan tubuh yang telah sempurna itu, dia pun mulai berlari seperti terbang saking tinggi ilmu nya, para binatang di hutan itu pun sampai kocar kacir mendengar desiran angin lari Bayu.

__ADS_1


Ternyata perampok itu nggak berbohong,,guman Bayu pelan.


Terlihat di seberang bukit tempat Bayu berdiri itu beberapa rumah kayak nya sebuah perkampungan sebuah markas yang letaknya sangat strategis, dibelakangnya sungai sisi kiri serta kanan dan depan nya bukit yang terjal, mereka masuk lewat mana pasti ada jalan masuk nya,,,pikir Bayu


"Kalo lewat sungai tidak mungkin terlalu jauh dan memutar lagian perkampungan tadi jauh dari aliran sungai ini.


Sebenarnya bukan masalah bagi Bayu untuk turun ke bawah dengan modal ilmu peringan tubuh nya dan dengan berapa kali loncatan dia sudah sampai di bawah.


Cuma dia lagi menganalisa situasi dan medan sarangnya gerombolan itu, dan sebentar lagi pun malam mau turun, lebih baik dia turun pas hari mulai gelap agar dia lebih leluasa dan bebas.


Perlahan kabut mulai turun di situ dan cuaca pun sudahah mulai dingin, bunyi binatang hutan mulai rame menyambut sang malam datang.


Bayu tersadar perut nya sudah dua kali berbunyi dari tadi ternyata dia belum makan cuma pagi doank sebelum turun gunung tadi, Bayu memang tidak membawa bekal makanan, dia cuma membawa berapa kantong uang logam emas dan perak yang di kasih eyang nya itupun di paksa.


Bayu melesat lagi ke dalam hutan untuk mencari penangkal perut nya dan tidak lama pun dia sudah kembali lagi dengan membawa banyak buah-buahan hutan yang masih segar, "Lumayan sambil menunggu malam,,pikir Nya sambil mengunyah buah jambu warna merah tua.

__ADS_1


Sementara di sarang perampok yang tidak jauh dari tempat Bayu berada suasana begitu ramai dan sangat meriah seperti nya mereka para komplotan itu lagi berpesta, soalnya harta hasil dari jarahan mereka hari ini lumayan banyak, kekayaan serta para wanita di kampung tadi pun sudah mereka kosong kan,jadi malam ini mereka berpesta pora tanpa tahu sebuah ancaman sedang mengintai mereka.


"Bersambung...


__ADS_2