
Ke empat Dedengkot yang menyerang Pendekar Dewa Matahari tadi semua nya terhempas cukup jauh, akibat dari suatu kekuatan yang sangat besar memukul mundur ilmu mereka, walaupun mereka telah menggabungkan kekuatan ternyata tidak cukup kuat untuk melawan sinar keemasan yang datang memotong di saat detik-detik terakhir akan kematian musuh mereka.
Yang kondisi nya paling parah setelah benturan besar tersebut adalah Datuk Harimau sati yang ilmu nya paling bawah, selain karena tidak siap dan sangat yakin akan ilmu nya yang akan menghancurkan Datuk Alang langit yang sudah pasrah, dia terlempar paling jauh sebelum menabrak sebuah pohon dan terjatuh di sana sambil mengeluarkan darah segar dari mulut nya.
Sedangkan ketiga kawan nya bernasib agak baik, mereka cuma terlempar dan masih bisa mengendalikan diri supaya tidak terhempas seperti Datuk Harimau sati yang sampai menabrak sebuah pohon dan untung nya seandainya tidak ada pohon tersebut bisa di pastikan penguasa Daerah utara ini akan masuk ke dalam jurang yang cukup dalam yang berada di belakang pohon.
Mereka sepintas melihat sebuah bayangan putih yang dengan sebuah pedang bercahaya emas memblokade serangan mereka, dan bayangan tersebut langsung membopong Pendekar Dewa Matahari menjauh dari sana, selanjutnya mereka tidak ingat lagi karena sebuah kekuatan besar menghempaskan mereka berempat.
"Eyang!!!!
Bayu langsung menangis memeluk Eyang nya, setelah tadi langsung membawa Eyang nya itu menjauh ketika dia membenturkan Pusaka pedang kilat nya untuk memblokade empat gabungan kekuatan yang hampir membunuh Eyang nya itu.
Datuk Alang langit yang kondisinya penuh dengan luka luka itu, baru tersadar ketika seseorang yang sangat di kenal memanggil nama nya dan memeluk erat tubuh tua nya itu.
"Bayu... hahaha,,, syukur lah,,,,
hahaha cucuku!!
__ADS_1
Tanpa memperdulikan rasa sakit di tubuh nya, Pendekar Dewa Matahari sangat senang, karena yang datang menolong nya adalah cucunya sendiri yang selama ini sangat di rindukan nya.
Setelah melepaskan pelukan dari Eyang nya, Bayu langsung memeriksa kondisi tubuh Eyang nya tersebut, dan tanpa menunggu Eyang nya bicara Bayu pun menempel kan telapak tangan kanannya di dada Eyang nya itu untuk memberikan pengobatan dengan tenaga dalam yang dia pelajari dari ilmu titisan leluhurnya Pendekar Kilat.
Terasa suatu aliran hawa dingin yang sangat menyejukkan perlahan mengalir ke dalam tubuh nya dan rasa sakit dan perih akibat luka dari pertarungan tadi perlahan lambat laun menghilang, dada Datuk Alang langit ini yang tadinya sangat sesak sekarang sudah sembuh total, luka di punggung nya akibat tebasan golok Datuk Guntur Ombilin perlahan darah nya berhenti dan luka tersebut dalam tempo sebentar pun mengering.
Bayu pun melepaskan telapak tangannya dari dada sang kakek, dua menoleh karena mendengar musuh nya tadi sudah bangkit dan mengumpat kasar yang tidak jelas.
"Eyang istrahat dulu, nanti Bayu ceritakan tentang semua ini karena biar Bayu yang mengurus orang orang kasar yang berniat mencelakai Eyang ini...
Pendekar Dewa Matahari pun mengangguk dia sangat senang dengan perkembangan ilmu cucu kesayangan nya itu, dan seperti nya dia tidak asing dengan pedang pusaka yang berada di punggung cucu nya tersebut, dan tenaga dalam waktu mengobati nya tadi bukan lah dari aliran tenaga dalam yang di warisi nya kepada Bayu dulu, akan tetapi masih sejalan dan bisa menyatu dengan aliran tenaga dalam nya.
Setelah kondisinya pulih Dewa ular dan istrinya Dewi ular menatap ke depan karena di depan musuh nya itu sedang berlutut seorang Pemuda gagah berbaju putih dengan pedang bergagang naga yang di lapisi oleh emas yang tadi membalikkan semua pukulan mereka.
"Pendekar kilat...
Ucap Dewa ular melihat dari ciri-ciri pemuda tersebut, walaupun belum pernah bertemu tetapi dia cukup mengenal ciri ciri pendekar muda yang sedang naik daun tersebut dari mulut orang orang, karena di tangan nya telah banyak membunuh dan melumpuhkan para Dedengkot golongan hitam.
__ADS_1
"Apa?? Semuda ini masih Pendekar itu?
Datuk Guntur Ombilin yang berada tidak jauh dari situ mendengar ucapan dari mulut Dewa ular sambil geleng-geleng kepala tidak percaya, tetapi dia merasakannya sendiri kekuatan dari pemuda tersebut dalam sekali gebrakan tadi mampu membendung dan menghempaskan pukulan gabungan dari empat orang mereka.
Sementara dengan tertatih tatih Datuk Harimau sati yang sudah agak baikan itu juga mendengar nama Pendekar kilat di sebut oleh kedua teman nya, setelah sampai di tempat ketiga kawan nya maka mereka memutuskan untuk kembali menyerang Pendekar Dewa Matahari yang sudah terluka itu beserta pemuda yang mereka kenal dengan ciri Pendekar kilat tersebut.
Mereka berniat membokong pemuda itu yang lagi mengobati Pendekar Dewa Matahari, maka serempak mereka berkelebat ke arah pemuda itu, akan tetapi ternyata pemuda tersebut mengetahui rencana licik mereka dan pemuda tersebut dengan kecepatan yang melebihi kecepatan mereka menyongsong kedatangan mereka.
"Aaaaaaa,,,, bukkk,,, bakkkk,, bakkk, , krakkkkk.
Terdengar teriakan kesakitan dan bunyi tubuh yang di pukul terhadap ke empat Datuk golongan hitam ini, dan terakhir bunyi sebuah tulang yang patah, sebelum ke empat Dedengkot tersebut terhempas dan jatuh tidak sadar kan diri dan mungkin ada yang hidupnya yang telah berakhir, kejadian nya berlangsung sangat cepat karena pergerakan pemuda tersebut tidak mampu di ikuti oleh ke empat jago tua itu, dan tahu nya mereka semua mendapatkan bagian masing-masing.
Datuk Alang langit yang menyaksikan semua kejadian tersebut sampai melongo tidak percaya dengan ilmu cucu nya sekarang ini, yang dia sangat heran kan walaupun ilmunya berbeda akan tetapi masih ada beberapa pergerakan dan jurus dari ilmu yang dia turun kan dulu, dan perpaduan serta gerakan ilmu nya lebih mantap dari yang selama ini dia pergunakan dan dia turun kan dulu kepada Bayu cucu nya itu.
Memang Bayu sengaja tidak sepenuhnya mempergunakan ilmu baru nya, dia masih mempergunakan ilmu dari Eyang nya itu yang di padukan dengan beberapa jurus dari ilmu leluhurnya, supaya Eyang nya yang menyaksikan dia bertarung tidak menganggap dia telah melupakan ilmu yang di turun kan kepada nya, dan ternyata hasil dari perpaduan jurus tersebut sangat luar biasa, sampai membuat Eyang nya melongo tidak percaya.
Bersambung...
__ADS_1