
Cukup lama kita meninggalkan perjalanan Bayu anggara, setelah meninggalkan desa Randu alam dan di cegat kawanan penjahat penjahat kampung yang dibikin Bayu kapok itu maka dia pun melanjutkan perjalanannya kembali.
Di bawah terik matahari siang, seorang pemuda baju putih berjalan melewati sebuah padang rumput, sesekali tangan nya mengelap keringat yang menetes di dahi cuaca siang itu begitu melekat panas nya tenggorokan Bayu pun mulai kering, akhirnya dia pun mempercepat jalan dan mulai berlari kencang, dia harus secepatnya sampai ke bibir hutan yang masih jauh kelihatan di depan sana karena dia cukup yakin pasti ada sumber air di hutan di bukit itu.
Hampir setengah jam berlari Bayu baru sampai dan memasuki hutan kecil di bukit itu dan mulai berjalan mengitari nya, telinga Bayu pun mendengar suara gemerisik air di belakang bukit itu, sembari mempercepat langkahnya Bayu terus mencari suara sumber air yang terdengar di telinga nya itu.
Bayu pun sampai di lereng bukit dan di bawah sana terlihat sungai kecil yang penuh dengan bebatuan dengan air nya yang cukup jernih, tanpa pikir panjang dia langsung melesat ke bawah menuju sungai, seperti nya dia memang sangat kehausan dari tadi.
Dia pun berhenti di sebuah batu besar di samping sungai dan langsung membuka baju dan menaruh kantong uang serta kantong tabung kecil obat nya di bawah baju nya itu, tidak lupa dia menghimpit bajunya dengan sebuah batu kecil yang tadi di ambil nya sambil berlari supaya baju nya tidak jatuh di tiup angin. Dengan bertelanjang dada dan tanpa pikir panjang Bayu pun langsung melompat mencebur ke dalam air.
"Aaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,, terdengar teriakan panik dua orang gadis yang lagi mandi agak ke bawah dari tempat Bayu meloncat tadi.
"Lelaki cabul,,, teriak gadis satunya sambil melempar Bayu dengan kerikil kecil, akhirnya Bayu pun berlari dan langsung sembunyi di balik batu besar itu, karena hujan kerikil tidak kunjung berhenti menimpuk tubuh nya, belum lagi makian kasar dari kedua gadis itu.
__ADS_1
Bayu merasa sangat malu dan gugup seumur hidup baru kali ini dia melihat gadis mandi dan malah dia kena marah lagi, dengan memberanikan diri akhirnya dia minta maaf, kalo dipikir memang dia yang salah kok tanpa melihat situasi langsung main nyebur.
"Nona berdua saya minta maaf,, demi Tuhan saya tidak sengaja,,,, teriak nya keras dari balik batu. '" tidak ada niat saya untuk mengintip nona berdua,,,, tambah nya gugup.
Cukup lama tidak terdengar sahutan balasan dan karena tidak ada terdengar sahutan Bayu pun memberanikan diri untuk keluar dari batu itu, dan kepala nya pun nongol di ujung batu itu.
"Takkk"....
Sebuah kerikil kecil mendarat di kening Bayu,,
Bayu pun kembali menyumput di balik batu besar itu sembari mengusap keningnya yang benjol kena timpuk kerikil tadi dan dia pun kehabisan kata-kata saking malu nya.
Tidak berapa lama terdengar langkah kaki di atas Bayu, dimana tempat dia menaruh baju dan kantong obat dan uang nya. Bayu pun melirik ke atas batu itu, dan pandangan mereka pun beradu dengan kedua gadis itu, jantung Bayu berdetak kencang melihat pemandangan dua bidadari dari kayangan yang berdiri bertolak pinggang tepat di atas nya. Bayu pun segera tersadar, dan membuang muka ke samping, ketika gadis yang berbaju merah muda kembali menghardik nya.
__ADS_1
" Dasar lelaki otak mesum,,,, teriak nya, sembari menendang pakaian Bayu yang tergeletak di bawah kaki nya.
Bayu pun kelabakan berlari mengejar pakaian dan barang barang nya yang hanyut terbawa air itu.
Sembari tertawa kedua gadis itupun duduk di atas batu sembari memperhatikan pemuda itu yang berhasil juga menyelamatkan pakaian dan barang barang nya.
"jangan terlalu berlebihan kak Melati kasian kan baju nya pada basah semua,, ucap gadis yang berbaju hijau mengingatkan.
" Itu sebenarnya belum cukup dik Anggun buat lelaki cabul macam itu,, timpal Melati sambil tersenyum.tapi hati kecilnya mengakui pemuda itu sungguh tampan dan menarik.
Memang kedua gadis yang kepergok oleh Bayu mandi di sungai kecil itu adalah Melati dan Anggun, yang mana setelah membantu penduduk kampung membasmi juragan Jarwo dan Datuk gagak hitam serta komplotan nya, mereka berdua menghilang langsung dari sana, mereka tidak ingin terlalu berlama-lama di kampung itu, mereka pun melanjutkan perjalanannya dan sampai lah mereka di sungai kecil ini dan melihat kejernihan air nya mereka pun memutuskan untuk mandi dulu dan akhirnya ya ketemu dengan pemuda cabul kata mereka itu yang orang nya adalah Bayu.
Bayu pun serba salah dan bingung harus bersikap gimana terhadap kedua gadis itu dia sungguh kikuk,,akhirnya dia menjemur baju nya yang basah itu di bebatuan di tengah sungai kecil itu, terus merendam badan nya tanpa menoleh lagi ke arah kedua gadis tadi, walaupun dipikiran nya masih terbayang terus wajah manis kedua gadis itu.
__ADS_1
Akhirnya Melati dan Anggun pun melanjutkan perjalanan nya kembali, tadinya dia berharap pemuda itu menemui mereka dan meminta maaf langsung, tetapi sampai bosan mereka menunggu pemuda itu tetap terlihat cuek dan memilih berendam lama lama di dalam air. Melati sangat kesal dan mengajak adik seperguruan nya pergi dari sana, Anggun pun geleng-geleng tersenyum melihat tingkah kakak angkat nya itu.
Bayu pun bernafas lega melihat sekilas kepergian kedua gadis itu, akhirnya iapun menyudahi berendam nya. Sembari memakai kembali baju dan menyimpan kantong uang dan obat obatan nya yang sudah di dapat kembali, Bayu berkelebat ke arah kepergian kedua gadis itu, dia juga bingung entah magnet apa yang menuntun nya untuk mengikuti kedua gadis manis yang marah marah kepada nya.