Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 7.Masa lalu Datuk Alang langit


__ADS_3

Sementara nun jauh dari tempat Bayu berada, atau tepat nya di lereng gunung Singgalang yang menjulang tinggi tepatnya disisi lereng sebelah barat di sela sela tebing terjal. Seorang kakek tua terlihat sedang menikmati suasana pagi yang indah dan damai itu.


Dia duduk di sebuah batu di atas tebing yang menjorok ke bawah, ternyata Kakek itu lagi bermeditasi di sana dan memang kebiasaan beliau di pagi hari duduk di situ dari dulu nya,


dan di arah belakang Kakek itu berdiri sebuah gubuk yang kokoh dan terawat, yang di kelilingi bermacam macam tanaman beraneka macam, di lihat siapa manusia yang tinggal disana nggak bakal kelaparan dan kekurangan apapun karena semua tersedia disitu buat kebutuhan sehari-hari, pasti nya di situ tinggal petani yang ulek dan terampil.


Beliau lah Datuk Alang langit seorang Sepuh dunia persilatan yang sudah berpuluh tahun menutup diri dari dunia yang keras itu, dulu nya beliau terkenal dengan julukan Pendekar dewa matahari, julukan yang sangat di takuti lawan dan di segani kawan,seorang pendekar pilih tanding. beliau mempunyai seorang istri seorang pendekar wanita juga nyai Ratih Ningrum dan terkenal dengan julukan Pendekar selendang maut, dia berasal dari tanah seberang Djawa dwipa dan masih keturunan dari Raja disana dari seorang selir, cuma sedari kecil dia sudah meninggalkan istana karena dia lebih tertarik dengan ilmu beladiri dari pada gemerlap kehidupan di istana.


Di tanah Djawa ini lah mereka dua insan bertemu, sewaktu kakek ini masih malang melintang di dunia persilatan tapi sayang istri nya di cintai nya itu meninggal waktu melahirkan putri nya kakek ini merasa sangat terpukul , akhirnya dia memilih pindah dan menetap di pulau Andalas dan menyepi di gunung Singgalang yang berdiri kokoh ini dan menutup diri dari dunia persilatan untuk selamanya, dia hanya punya keinginan untuk membesarkan dan mendidik putri semata wayang nya.


Waktu pun terus berputar dengan cepat nya putri nya pun tumbuh menjadi dewasa dan menjelma menjadi seorang gadis yang cantik jelita mirip sekali dengan mendiang ibunya dulu dan soal ilmu beladiri nya hampir seluruh kepandaian Kakek itu dimilikinya, belum ilmu selendang warisan dari mendiang sang ibu, yang sebelum meninggal masih sempat menitipkan kitab ilmu selendang bidadari kepada si kakek untuk kelak di berikan kepada Putri nya itu, sebuah ilmu yang sangat langka yang membikin nama Pendekar selendang maut cukup di segani di rimba persilatan dulu nya.

__ADS_1


Putri nya itu di kasih nama Puti mayang sari, dan memang puti mayang berotak cerdas dan berbakat jadi tanpa kesulitan dia cepat menyerap semua ilmu yang di berikan oleh ayah nya itu, mereka pun hidup rukun dan damai di sana, sang kakek pun terhibur dan dia bersyukur di karunia seorang putri yang penurut dan halus tingkah lakunya. Rasa kehilangan istrinya terasa terobati dengan hadir nya Puti mayang yang penurut itu, beliau pun begitu menyayangi dan memanjakan putri nya satu satu nya itu.


Pada suatu siang di saat Kakek dan Puti mayang sepulang dari perjalanan mengunjungi sahabat nya dan memang mereka terbiasa melakukan perjalanan biar Puti mayang mengenal dunia luar sekaligus menambah wawasan nya.


Mereka mendengar dikejauhan suara gemerising senjata beradu makin lama makin jelas, tanpa pikir panjang mereka berlari ke asal suara, dengan ilmu peringan tubuh keduanya dalam hitungan detik mereka sampai di lokasi pertarungan..


Terlihat pertarungan tidak seimbang di antara beberapa orang dengan memakai seragam kerajaan dan keadaan mereka telah terdesak di serang oleh kawanan berbaju hitam bergambar kapak dan tengkorak yang jumlah nya cukup banyak, ternyata mereka itu dari gerombolan Kapak setan yang terkenal itu, rata rata dari mereka bersenjata kapak semua.


Dan rombongan yang terdesak bisa di pastikan dari Kerajaan Indra jaya terlihat dari seragam beberapa prajurit yang ada di sana yang memakai lambang kerajaan dan disana sini terlihat orang yang bergelimpangan baik dari pihak Kerajaan maupun dari pihak kapak setan, bau anyir darah pun mulai pekat di arena pertempuran itu.


Di saat para prajurit Kerajaan hampir berputus asa, di saat itu lah sebuah bayangan berkelebat dengan selendangnya turun ke arena pertempuran itu, sepertinya bantuan bagi pihak Kerajaan, soalnya setiap selendangnya bergerak dua tiga orang gerombolan baju hitam pasti tersungkur tidak bergerak lagi, di tambah pergerakan bayangan itu begitu cepat dan sulit diikuti mata biasa.

__ADS_1


Suasana sekarang terbalik seratus delapan puluh derajat, tadinya pihak Kerajaan yang di tekan sekarang giliran mereka yang di bikin merinding ketakutan dan semangat para prajurit yang tersisa pun jadi bangkit lagi, seakan ada kekuatan baru dari diri mereka dengan datang nya bantuan itu.


Sementara tidak jauh dari lokasi pertempuran terlihat Datuk alang langit berdiri di bawah sebuah pohon sambil melihat jalan nya pertempuran itu, sengaja dia tidak ikut campur dan dia membiarkan Puti mayang putri nya itu membantu pihak Kerajaan sendiri, karena dia cukup yakin putri nya itu pasti bisa mengatasi itu semua di tambah Datuk itu melihat pemuda tampan itu ilmunya cukup tinggi juga.


Tidak butuh waktu lama akhirnya para gerombolan Kapak setan itu menyerah semua nya.


Dan di situ lah awal pertemuan dan perkenalan Puti mayang dengan pemuda tersebut yang ternyata adalah Putra mahkota dari Kerajaan Indra jaya, yang nantinya akan jadi suami dan ayah kandung dari Bayu anggara.


Itulah bayangan masa lalu Kakek nya Bayu Datuk alang langit, dia menjadi teringat akan mendiang istri dan putri nya yang telah lama tiada itu dan sekarang dia kembali sendiri lagi di lereng gunung Singgalang yang selalu sepi itu, baru kemarin cucu satu satu nya ikut pergi dari sana turun gunung.


Sebenarnya Bayu enggan untuk meninggalkan Kakek nya itu sendiri di sana, cuma dia tidak berani membantah ucapan dari sang kakek yang menyuruh nya untuk turun gunung dan mengamalkan semua ilmu yang di miliki serta di pelajari nya selama ini.

__ADS_1


Ketika hari sepenggal naik dan matahari pun sudah mulai tinggi sang Kakek baru beranjak dari semedi nya di atas batu di lereng gunung itu, perlahan dia melangkah ke arah gubuk kembali ke rutinitas nya sehari hari yaitu sebagai petani satu satunya di lereng gunung Singgalang , tiada satu orang pun yang tahu sosok petani tua itu adalah dulunya seorang tokoh penting dunia persilatan dan namanya sangat di takuti lawan di zaman nya dulu.


bersambung....


__ADS_2