Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 46 Awal kehancuran


__ADS_3

Nyi Laras dan Jaka Barata anaknya terbangun mendengar suara yang sangat keras serta guncangan yang terjadi di luar rumah, mereka pun bangkit sesampai nya mereka di pintu melihat bapak nya yang memberi aba aba supaya mereka tenang dan tetap diam di dalam rumah, sementara kakek Sapto sendiri keluar melihat situasi di sana.


Bayu terlihat duduk bersemedi memulihkan tenaga nya yang tadi cukup terkuras apalagi tadi dia dalam mengeluarkan pukulan menyongsong matahari banyak memakai tenaga dalamnya, dia pun menoleh dan tersenyum kepada kakek Sapto yang baru sampai di situ melihat keadaan Bayu setelah pertarungan panjang tadi.


Mereka pun terlibat percakapan yang serius sebelum akhirnya Bayu berkelebat menghilang dari sana, kemudian kakek Sapto menghampiri anak nya dan menjelaskan kepada mereka bahwa pemuda itu akan membuat perhitungan dengan tuan Sopo jangkar.


Kakek Sapto sendiri pun tidak tinggal diam dia akan mengumpulkan warga untuk membantu pemuda penolong mereka itu, desa ini harus bangkit dan pemimpin nya harus di ganti sudah cukup lama mereka menderita karena tuan Sopo jangkar ini, tidak lama berselang Bayu berangkat dari sana maka kakek Sapto ikut pergi untuk mengumpulkan warga desa yang selama ini di tindas oleh kepala desa mereka sendiri.


Di sebuah rumah gedung yang cukup besar seorang Pria paroh baya yang berpakaian sangat bagus mondar-mandir saja dari tadi di beranda rumah nya , sudah dari semalam dia tidak tidur semenjak pembantu utama nya si Golok iblis berangkat tadi malam ke rumah janda kembang anak si tua bangka Sapto yang di benci nya itu, dia mendapat tugas untuk membinasakan pemuda asing yang membikin anak buahnya babak belur serta tua bangka Sapto dan membawa nyi Laras si janda cantik itu ke rumah nya.


Entah mengapa dia sangat gelisah biasanya Golok iblis ini tidak butuh waktu yang lama dalam menjalankan tugas, maka nya dia sangat percaya kepada pembantu nya yang satu ini akan tetapi sampai saat ini hingga sebentar lagi pagi akan menyingsing Golok iblis ini pun belum kembali, maka nya tadi dia mengirim beberapa orang anggota nya untuk melihat ke sana menyusul si Golok iblis akan tetapi anggota suruhan nya ini pun sama belum kembali sampai sekarang.

__ADS_1


Tuan Sopo jangkar ini pun terkejut mendengar suara gaduh di depan gerbang kediamannya itu, maka dia menoleh dan samar samar terlihat para anggota nya yang berjaga di sana terlempar semua ke halaman rumah nya itu, di pintu gerbang seorang pemuda gagah berpakaian serba putih berdiri dengan bertolak pinggang di sana.


Rupanya Bayu sudah sampai di kediaman tuan Sopo jangkar itu setelah membinasakan orang kiriman kepala desa ini yaitu si Golok iblis maka dia langsung bergerak kesini dan di tengah jalan bertemu lagi dengan orang-orang kasar suruhan kepala desa itu juga, maka tanpa basa basi Bayu membikin orang orang itu hilang kesadaran dan ilmu kanuragan nya pun di punah kan nya biar nanti tidak membikin resah masyarakat.


"Bunyikan kentongan panggil semuanya!!!


Teriak tuan Sopo jangkar keras memecah pagi itu melihat kedatangan musuh yang meresahkan nya ini.


Tidak butuh waktu lama bagai tawon yang marah puluhan orang tukang pukul tuan Sopo jangkar ini berhamburan keluar dari sana dan tanpa menunggu perintah langsung menyerang pemuda yang berada di pintu gerbang itu maka suara pertempuran pun memecah kesunyian di pagi itu.


Akhirnya mereka pun tidak ada yang berani untuk maju lagi karena tidak mau bernasib sama dengan kawan nya yang telah jadi korban sepak terjang sang pemuda, mereka pun cuma mengepung pemuda itu dan menjaga jarak aman sembari mengacungkan golok mereka tanpa ada yang berani lagi untuk mendekat.

__ADS_1


Terlihat tuan Sopo jangkar sangat terkejut dengan ilmu serta kecepatan pemuda tersebut dan dia mengakui kalau dia tidak akan mampu bergerak secepat itu, dia pun sangat geram melihat anggota nya yang tersisa tiada yang berani lagi untuk menyerang pemuda itu.


Kekagetan kepala desa ini bertambah dengan terdengar nya suara gaduh yang datang dan dari luar gerbang kediamannya itu bermunculan orang orang kampung yang di pimpin oleh tua bangka Sapto yang sangat di benci nya dengan membawa berbagai macam senjata dan langsung menyerang para anggota nya yang tersisa di sana.


Maka pagi itu rumah besar kediaman tuan Sopo jangkar berubah menjadi arena pembataian masal, jerit kematian dan kesakitan makin terdengar di sana darah pun membanjiri halaman rumah megah itu para penduduk kampung melampiaskan kemarahan serta kekesalan mereka selama ini dengan membantai orang orang yang biasa menindas mereka selama ini hingga mereka hidup susah dan penuh dengan hutang.


Melihat gelagat yang tidak baik ini akal licik tuan Sopo jangkar pun timbul, dia hendak melarikan diri dari sana dan baru saja dia hendak bergerak seorang pemuda yang berpakaian serba putih telah berdiri di hadapan nya dengan penuh senyum, rupanya dari tadi Bayu terus memperhatikan kepala desa ini takut dia berbuat curang.


Sambil mencabut keris hitam yang selalu berada di pinggangnya tuan Sopo jangkar berinisiatif untuk menyerang duluan pemuda yang merusak kehidupan nya itu yang berdiri menghadang di depan, rasa kaget nya tadi berubah menjadi kemarahan kepada pemuda asing itu.


Bayu yang telah siap langsung menyambut serangan tuan Sopo jangkar dengan tangan kosong dan dengan mengandalkan kecepatan nya, pertarungan sengit pun di antara keduanya pun pecah saling jual beli pukulan dan tendangan pun terjadi arena pertempuran mereka pun meluas sampai di halaman rumah itu dan orang orang kampung yang telah berhasil membinasakan para tukang pukul kepala desa itu pun mundur menjauh atas perintah kakek Sapto karena berbahaya bila berdekatan dengan kedua orang jago kanuragan yang sedang bertarung hidup mati itu.

__ADS_1


Tuan Sopo jangkar cukup kesulitan menembus ilmu dari sang pemuda belum kecepatan nya yang membuat kepala desa itu salah sasaran dan sangat hati hati dalam menyerang.


Bersambung...


__ADS_2