Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 43. tuan Sopo jangkar 4


__ADS_3

Tidak lama setelah Bayu mendudukkan pantatnya di bale bambu di depan rumah kecil itu, terdengar lah langkah kaki seorang laki-laki tua yang membawa sepikul jagung di pondongan nya, terlihat kakek itu cukup terkejut dengan adanya seorang pemuda asing yang duduk di depan rumah nya, dia pun merasa sangat cemas dengan keberadaan anak dan cucunya yang berada dalam rumah makanya dia mempercepat langkah kaki nya supaya cepat sampai di sana.


Tetapi kegagetan nya langsung hilang setelah melihat anak serta cucu kesayangannya keluar dari rumah sambil membawa minuman dan sepiring Ubi rebus untuk di hidangkan kepada pemuda asing yang ternyata seorang tamu di rumah nya pemuda itu pun tersenyum kepada nya sembari membungkuk memberi hormat.


"Kakek,,,,,,!


Jaka Barata yang keluar bersama ibu nya tadi langsung berlari menyongsong kakek nya yang baru datang dari ladang itu, diapun menarik kakek nya dan memperkenalkan Bayu pada nya, tidak lupa dia pun menceritakan kehebatan Bayu tadi dalam menangkap ikan di sungai tempat dia biasa memancing sehingga bekal lauk mereka cukup banyak dan cukup untuk beberapa hari ke depan cerita nya dengan semangat.


Sang kakek hanya tersenyum melihat cucu nya itu dengan semangat bercerita tentang anak muda di depan nya itu, setelah mereka duduk berhadapan dengan Jaka barata cucu nya itu duduk di pangkuan sang kakek keduanya pun terlibat dalam pembicaraan setelah ibunya bocah itu kembali ke dalam untuk membikin minuman untuk ayah nya yang baru datang dari ladang.


Ternyata sangat kakek ini adalah seorang yang sudah sangat berpengalaman dan pengetahuan nya cukup luas, Bayu pun terasa sangat nyambung ngobrol bersama kakek ini, dari pembicaraan ini Bayu mengetahui ternyata kakek ini juga seorang yang mengerti akan ilmu kanuragan juga dan yang melatih Jaka Barata cucu nya adalah dia sendiri.


Tanpa terasa ubi rebus yang berada di depan mereka pun telah habis tinggal piring nya doang karena asik nya mereka ngobrol yang seperti orang yang sudah akrab dan sudah lama kenal, tidak lama ibu nya bocah itu kembali kedepan dengan membawa jagung rebus dan minuman untuk ayah nya itu, dan obrolan mereka pun terhenti sebentar.


Dan ternyata Jaka Barata telah tertidur di pangkuan kakek nya, ibunya pun mengangkat dia ke dalam setelah menaruh jagung rebus dan minuman yang di bawa nya tadi dan kembali Bayu terlibat obrolan dengan sang kakek yang ternyata sangat asik di ajak bicara.

__ADS_1


"Tua bangka sapto,,, kebetulan kamu disini,,,,,!


Terdengar sebuah suara yang sangat keras dan setelah dekat bermunculan lah belasan orang pria kasar yang membawa golok yang ternyata adalah para kaki tangan Juragan Jarwo kepala desa situ.


Sang kakek yang sedang terlibat obrolan dengan Bayu pun menoleh dan langsung berdiri turun dari bale menyambut orang orang juragan Jarwo yang di ikuti juga oleh Bayu dari belakang.


"Iya itu pemuda yang sok jago yang memukul tuan muda tadi,,,


Salah seorang dari mereka pun menunjuk nunjuk Bayu dan berbicara dengan kawan nya, setelah jarak mereka cukup dekat Sang kakek pun berdiri menghadang mereka dan bertanya maksud kedatangan mereka kesini.


Berkata seorang yang badan nya paling besar dan berewokan itu yang ternyata adalah salah seorang pemimpin dari kaki tangan juragan Jarwo kepada sang kakek.


Bayu pun menghampiri sang kakek dan menjelaskan dengan ringkas kejadian tadi pagi secara rinci di pinggir sungai itu, dan Bayu pun menyuruh kakek masuk ke dalam rumah untuk menjaga anak dan cucunya takut orang orang kasar ini melakukan kecurangan.


Terlihat kakek mengangguk dan mulai mengerti dia cukup percaya dengan kemampuan pemuda yang mengaku bernama Bayu itu walaupun baru kali ini mereka bertemu dan dia mulai berjalan melangkah ke dalam rumah nya tanpa menghiraukan teriakan kasar orang orang itu yang menyuruh nya berhenti, salah seorang dari mereka pun bergerak hendak menghentikan langkah nya dan mengayunkan golok ke arah badan kakek tua itu.

__ADS_1


Akan tetapi tiga langkah lagi dia akan menebas sang kakek sebuah pukulan keras menghantam dada pria itu, akibat nya dia terlempar cukup jauh dan baru berhenti menabrak sebuah pohon di samping rumah kecil itu, sementara golok nya pun berpatahan terbang ke segala arah.


Sang kakek pun terkejut melihat kecepatan anak muda itu, tadi nya dia pun hendak menyongsong pria kasar yang hendak membokongi nya dari belakang, tetapi tidak jadi karena Bayu dengan kecepatan luar biasa menghadang dan melumpuhkan nya hingga pria itu tidak sadarkan diri.


"Brengsek, seranggg!!!!


Teriak pemimpin mereka yang cukup kaget melihat anak buah nya dalam sekali gebrakan langsung tidak sadarkan diri oleh pemuda asing itu, belasan orang itu pun bergerak serempak dengan golok terhunus menyerang pemuda itu di halaman rumah kecil yang tadinya sunyi berubah menjadi suara yang gaduh orang bertempur di sana.


Tanpa kesulitan Bayu menghindar dari setiap tebasan para pria kasar yang menyerang nya dengan penuh emosi itu, dan akhirnya setelah bosan mempermainkan mereka Bayu pun mulai menyarangkan pukulan dan tendangan kepada mereka, setiap dia bergerak pasti ada anggota juragan Jarwo itu yang terlempar keluar dari arena pertempuran.


Dalam waktu sebentar akhirnya separuh anggota pria kasar itu tidak mampu lagi melanjutkan pertempuran, pemimpin nya pun sangat emosi lumpuhdan geram melihat separuh anggota nya yang telah lumpuh oleh serangan pemuda asing yang sangat cepat itu, akhirnya dia pun mencabut golok nya dan melesat membokong pemuda itu dari belakang yang sedang sibuk menghajar para anggota nya.


Bayu mendengar desiran halus di punggung nya rupanya ada yang membokong dari arah belakang, tanpa menghindar seperti sengaja menunggu tebasan golok itu dia pun menerapkan ilmu nya yang semacam perisai tubuh melindungi tubuh nya dari serangan kasar maupun yang tidak kasat mata.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2