
Terlihat di rumah paling besar di perkampungan itu tempat yang paling meriah, dan seorang pria tua kekar dengan jambang yang lebat menambah seram penampilan nya dengan memakai pakaian serba hitam seperti nya dialah kepala gerombolan tersebut.
Dialah Datuk gagak hitam sang pemimpin dari gerombolan di sana, di pinggang nya tersampir sebuah pedang dengan hulu burung gagak berwarna hitam sebuah pedang yang beracun yang penawar nya cuma Datuk itu sendiri yang punya.
Gerombolan nya berjumlah sekitar seratus lima puluh orang dimana sebagai pembantu utama nya ada lima orang pria yang bertampang kasar, yang ilmu silat nya cuma dua tingkat di bawah Datuk gagak itu sendiri dan semua urusan kerjaan gerombolan itu ke lima pembantu nya inilah yang mengerjakan semua dan sudah ada pembagian tugas divisi masing-masing.
Sementara itu Datuk gagak sendiri ontang kaki di sana bersama para wanita-wanita rampasan yang tiap hari harus diganti karena dia nggak pernah puas dengan satu wanita dan seorang yang maniak ****.
Disaat keadaan sudah mulai gelap, terlihat sesosok bayangan meloncat mengitari kampung yang sedang hiruk-pikuk pesta, pergerakan nya sangat ringan dan cepat tanpa ada suara sedikit pun, meloncat dari bangunan satu ke bangunan lain nya dan tiada satupun yang luput dari perhatian nya tentang perkampungan itu, walaupun malam begitu pekat dan dingin hingga menusuk sampai ke tulang bukan lah suatu masalah bagi nya karena Bayu lagi menerapkan ilmu Mata rembulan jadi dia seperti bergerak di siang hari saja.
Pertama Bayu pun melakukan pembersihan di daerah belakang perkampungan yang dekat dengan sungai, sepertinya dia ingin mengamankan semua perahu yang ada di sana supaya perampok tidak ada yang bisa keluar dari sana untuk melarikan diri.
Tanpa ada perlawanan yang berarti dengan berapa kali gerakan Bayu berhasil melumpuhkan para perampok yang ada di sana, soalnya yang berjaga di sana orang nya sangat sedikit karena sebagian dari mereka berada di bangunan utama yang lagi pesta besar, Bayu pun mengikat para tawanan yang dilumpuhkan nya itu dan dijadiin satu, setelah mengamankan mereka Bayu pun meloncat lagi dia dan bergerak lagi ke arah lain yang ada penjaga.
Dan dia baru berhenti tepat di atas sebuah bangunan yang agak besar dekat tebing sebelah kiri mungkin itu bangunan terbesar kedua setelah bangunan utama tempat di adakan nya pesta, dia melihat penjagaan di bangunan itu seperti nya agak ketat.
__ADS_1
Bayu pun mengamati bangunan itu dengan seksama,
karena penasaran maka dia menyingkap sedikit atap dari bangunan tempat dia berdiri itu, dan terlihat berupa pemandangan di bawah seperti sebuah penjara berarti disini para tawanan itu di kumpulkan" batin Nya kaget.
Dan di sana terlihat banyak tawanan rata rata adalah laki-laki dan wanita yang masih muda,bisa jadi ini para tawanan di kampung yang ditemui Bayu tadi pagi karena masih banyak terlihat bekas luka yang masih baru di beberapa tubuh tawanan.
Setelah meneliti keadaan sekitar bangunan dan menghitung semua penjaga di setiap sudut, Bayu pun meloncat turun ke arah para penjaga yang di depan pintu, hanya dengan sekali pergerakan yang begitu cepat enam orang penjaga yang berada di depan pintu itu roboh ke tanah, Bayu pun terus bergerak ke arah lain dimana yang ada penjaga dan hanya dengan berapa kali tarikan nafas telah lebih dari tiga puluh orang penjaga yang berhasil dilumpuhkan.
Dan setelah di rasa aman maka Bayu membebaskan para tawanan semua nya dan mereka di suruh berlari ke arah sungai yang ada banyak terdapat perahu yang sudah di ikat nya tadi.
soalnya masih banyak para tawanan yang masih belum bebas, terutama para wanita yang dipakai para gerombolan rampok itu di bangunan utama untuk teman serta penghibur di pesta nya.
"Sekarang lah saat nya latihan yang sesungguhnya,, "Bayu bergumam senang.
Sambil tersenyum dia berjalan mendekati bangunan induk dan setiap anggota perampok yang menghalangi jalan nya terlempar, ada yang pingsan dan banyak juga yang langsung mati meregang nyawa.
__ADS_1
Bayu terbawa perasaan emosi gimana rasanya penduduk kampung yang di bantai para perampok itu dengan sadis nya, dia pun semakin mendekati arah bangunan yang paling besar dan semakin banyak juga para perampok yang menghadang jalan nya, dengan jurus Kijang menyundul gunung( jurus yang mengandalin kecepatan tangan dan kaki) dipadukan dengan ilmu Totokan pemunah tiap perampok yang mendekat pasti tersungkur dan nggak bakal bisa bangkit berdiri lagi.
Bayu terus berjumpalitan menyambar ke sana ke sini dan dalam tempo waktu yang sebentar semua perampok yang menghadang jalan nya itu berhasil dilumpuhkan kan karena rata rata mereka yang tidak terbunuh adalah mereka yang kepandaian nya telah dimusnahkan oleh Bayu dengan ilmu totokan pemunah nya.
Pemuda itu pun terus melangkah mendekati bangunan yang paling besar dan dia baru berhenti pas sepuluh langkah di depan pintu utama bangunan utama setelah melihat situasi di sana sudah aman,
dia pun mulai konsentrasi dengan berniat menghancurkan pintu utama dari bangunan itu untuk mengasih kejutan bagi orang-orang yang berada di dalam yang lagi terbuai dalam hiruk pikuk pesta mereka.
Tangan kiri menyilang di dada dan dengan perlahan tangan kanan nya lurus ke atas, ternyata Bayu berniat melepaskan ilmu andalan pukulan Menyongsong matahari milik nya, dan secarik sinar biru melesat kencang menghantam pintu utama bangunan besar itu.
""Jeeddarrrrrrr,, Bommmmmmmmm......
Pintu kokoh yang terbuat dari kayu jati pilihan dan sangat tebal itu terlihat hancur berkeping-keping, sungguh dasyat nya pukulan Menyongsong matahari yang di lepas kan oleh Bayu dan bisa di bayangkan seandainya itu di arah kan ke tubuh manusia yang hanya terbalut oleh daging yang lunak dan lembut.
Dan tanpa menunggu waktu lagi Bayu pun langsung melesat ke dalam setelah pintu itu hancur berkeping-keping oleh pukulannya tadi...
__ADS_1
"Bersambung..