
Tidak hanya para pasukan Serigala nya saja yang turun untuk menghancurkan kampung tempat lurah Saketi itu berada, tidak lama pun setelah Gerombolan Serigala penghuni kawasan hutan itu pergi, terlihat juga sekitar tiga puluh orang berkuda yang berpakaian seperti Jubah warna merah dengan gambar Serigala di dada menyusul gerombolan Serigala yang sudah duluan bergerak ke kampung itu, setelah mendapat perintah dadakan dari pemimpin nya Datuk Sigantang agar mereka membumihanguskan kampung itu karena penduduk di sana telah membunuh semua teman nya yang di utus kesana tadi sore.
Sementara itu di perkampungan terlihat orang orang masih banyak pada berkumpul di sana tepatnya di rumah lurah Saketi, ternyata mereka baru saja selesai menguburkan mayat para anggota dari Serigala merah yang tewas di sana tadi.
Setelah semua pekerjaan itu selesai lurah Saketi dan penduduk di sana pun meminta Bayu untuk tinggal dulu di sana sementara, soal nya mereka masih kuatir dan takut kalau gerombolan Serigala merah yang lain akan datang menyerang mereka kembali.
Bayu pun menyanggupi nya karena dia merasakan firasat yang tidak bagus juga tentang kampung itu, akhirnya Bayu pun mengasih saran kepada lurah Saketi agar di pintu masuk kampung itu di adakan penjagaan mulai saat ini juga, dan untuk malam ini Bayu meminta kepada mereka semua untuk jangan tidur dan berjaga sampai pagi di kampung itu.
Ternyata dugaan dan firasat Bayu itu tidak meleset, baru saja dia selesai menyampaikan saran nya kepada penduduk di situ, dari kejauhan terdengar lolongan puluhan Serigala dari arah hutan menuju ke kampung itu.
__ADS_1
Bayu pun terkesiat sambil mempertajam pendengaran nya, dan dia pun menyuruh penduduk kampung yang mulai gelisah dan ketakutan itu untuk tetap tenang. Setelah itu dia pun berbicara sebentar dengan lurah Saketi dan selanjutnya menghilang melesat dari situ menyongsong Para Serigala yang mulai mendekati kampung itu.
Lolongan Serigala itu pun semakin dekat kedengaran nya, membuat para lelaki yang berkumpul di halaman rumah lurah Saketi itu pun semakin tegang, Terlihat lurah Saketi pun menyuruh orang orang nya untuk mempersiapkan senjata nya melawan gerombolan Serigala yang akan menyerang desa mereka itu.
Lurah Saketi itu pun menjalankan perintah dari pendekar muda yang menolong mereka tadi, yaitu supaya berjaga di sepanjang kampung itu jika seandainya gerombolan Serigala itu ada yang lolos dari tangan nya, yang mana Pemuda itu akan menahan gerombolan Serigala itu di luar perkampungan, akhirnya lurah Saketi dan seluruh lelaki di kampung itu pun mulai membentuk barisan di sepanjang perkampungan kecil itu untuk menyambut dan berjaga-jaga akan datangnya para kawanan Serigala seandainya Pemuda pendekar itu tidak sanggup menghadapi nya.
Pergerakan Puluhan kawanan Serigala itu pun terhenti, karena banyak dari kawanan Serigala itu yang sedang berlari kencang terlempar dan terjatuh tanpa mampu untuk bangkit lagi, ternyata terlihat seseorang yang sedang menghentikan pergerakan mereka itu, orang itu pun bergerak sangat cepat menyambar setiap Serigala yang di lewati nya.
Tanpa rasa takut beberapa ekor Serigala yang tersisa itu pun serempak menyerang pemuda yang telah membunuh banyak kawanan nya itu, dengan taring dan kuku nya yang tajam mereka pun berniat mengoyak semua daging dan tulang dari manusia di hadapan mereka itu.
__ADS_1
Akan tetapi sebelum kuku dan taring tajam mereka itu menyentuh tubuh pemuda itu, secarik sinar biru melesat menyongsong pergerakan mereka itu, dan akibatnya terjadi suatu ledakan yang cukup keras membuat seisi hutan itu terasa berguncang. Dan bukan hanya itu saja semua Serigala yang menyerang nya tadi itu ternyata tinggal sisa abu dari tubuh mereka yang berterbangan ke sana sini.
Suara ledakan keras tadi itu ternyata terdengar sampai ke perkampungan tempat penduduk dan lurah Saketi berada, mereka semua sangat terkejut dengan suara itu dan membuat mereka semua semakin waspada, akan tetapi setelah beberapa lama mereka menunggu di situ tidak terlihat satu pun Serigala yang muncul dan mereka pun punya keyakinan bahwa Pendekar muda itu telah berhasil membunuh kawanan Serigala yang akan menggangu kampung mereka.
Tidak jauh dari lokasi tempat Bayu menghabisi kawanan Serigala tadi, terlihat sekitar tiga puluh orang yang menunggang kuda dengan membawa obor di setiap mereka, ketika terdengar suara ledakan tadi pergerakan mereka pun sempat terhenti sebentar, mereka pun menduga bahwa para gerombolan Serigala tadi pasti mendapat perlawanan dari penduduk kampung itu.
Makanya mereka pun bergerak lagi dan lebih mempercepat lari kudanya di waktu yang hampir di penghujung malam itu.
Dan baru beberapa meter mereka bergerak tiga orang anggota mereka yang berkuda paling depan terlempar ke arah mereka yang membuat pergerakan mereka itu terhenti, dan kuda dari ketiga orang kawan nya yang terlempar itu pun meringkik sangat keras karena kaget setelah itu berlari dari situ masuk ke dalam hutan.
__ADS_1
Para gerombolan Serigala merah itupun menjadi waspada dan langsung mengambil senjata mereka yang berupa tongkat dengan senjata sabit di ujung nya yang tadi nya di gantung kan di pelana kuda nya mereka itu. Dan terlihat lah seorang Pemuda yang sedang berdiri di tengah jalan tempat kawan nya tadi itu terlempar, terlihat Pemuda itu menatap tajam kepada mereka.