Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 68. Akhir Pertarungan di Puncak Gunung Singgalang


__ADS_3

Dengan kecepatan yang tidak lazim Bayu menghadang dan memberi pelajaran terhadap ke empat Dedengkot aliran hitam yang mengusai empat penjuru mata angin di bumi Andalas ini, di tambah dengan ilmu baru dari titisan Pendekar kilat leluhur nya, membuat ke empat orang tersebut kembali berbalik terlempar dengan kondisi yang lebih parah.


Sepasang Dewa dan Dewi ular memilih untuk mengakhiri hidupnya, karena semua ilmu yang di miliki telah di musnahkan oleh Pemuda yang mereka kenal dengan Pendekar kilat tersebut, memang sewaktu tejadi kontak pertarungan dengan Bayu tadi, mereka telah terkena dengan keganasan ilmu yang bernama Totokan Pemunah yang juga di miliki oleh Pendekar Dewa Matahari, akan tetapi tenaga dalam yang di miliki Pemuda ini sangat besar dan tidak terukur sehingga dengan mudah mampu menembus pertahanan mereka.


Setelah terlempar tadi oleh terjangan Pemuda itu, mereka merasakan tubuh mereka sangat lemah dan tidak bertenaga, beberapa kali mereka mencoba menghimpun kembali tenaga dalam akan tetapi hasilnya tetap nihil, hingga Sepasang suami-istri istri tersebut frustasi dan memilih menelan racun yang paling ganas milik mereka untuk mengakhiri hidup mereka itu, karena tidak mau menanggung malu atas nama besar mereka selama ini.


Sedangkan Datuk Guntur Ombilin nasib nya lebih parah dari kedua suami istri yang memilih bunuh diri tadi, kedua kaki nya di bikin lumpuh oleh Bayu, jadi dia sekarang cuma bisa merintih menahan sakit di kedua kaki nya yang sudah patah itu, apalagi dia makin tertekan ketika melihat Dewa dan Dewi ular memilih untuk bunuh diri setelah terkena keganasan ilmu Pemuda gagah cucu dari Pendekar Dewa Matahari.


Datuk Harimau sati yang tidak mampu di antara mereka dalam menghadapi ilmu Pemuda gagah tersebut, karena setelah beberapa kali terkena pukulan Pemuda itu dia tidak mampu untuk bangkit lagi dan diam untuk selamanya, karena sebelumnya dia juga telah mengalami luka yang sudah parah sewaktu terjadi benturan pertama tadi dengan Pemuda itu.


Bayu berdiri bertolak pinggang menatap ke empat musuh yang telah mengeroyok Eyang nya tadi itu, dia cukup puas dengan ilmu baru nya tersebut karena dengan hanya beberapa kali pergerakan dia berhasil melumpuhkan dan menewaskan musuh musuh Eyang nya itu, dan sekarang dia baru menyadari kedahsyatan ilmu dari leluhurnya yang membuat dia berjanji akan lebih berhati-hati ke depan nya dalam mempergunakan ilmu tersebut.

__ADS_1


Datuk Guntur Ombilin akhirnya memilih untuk mengikuti jejak ketiga rekan nya, dengan sisa tenaga yang ada dia mengayunkan golok besar kebanggaan nya itu dan menebas lehernya sendiri, maka tamat lah riwayat ke empat Dedengkot aliran hitam tersebut di puncak gunung Singgalang di tangan seorang pemuda yang pantas menjadi cucu mereka, dan semoga dengan semua ini kekacauan di seluruh daratan Pulau Andalas ini agak berkurang dengan kematian ke empat pimpinan mereka.


Bayu langsung menghampiri Eyang nya, setelah memastikan ke empat musuh nya tadi sudah binasa, dia bersujud dan memeluk lama Eyang nya yang semakin tua itu.


"Selamat kan lah dulu mayat ke empat orang itu Bayu, walaupun selama ini mereka adalah penjahat tapi mereka adalah sama seperti kita hanya manusia biasa, kuburkan mereka dengan layak nak!!!


Datuk Alang langit menyuruh cucunya itu untuk menguburkan dulu mayat ke empat musuh nya tadi, walaupun sangat banyak pertanyaan yang mau dia ajuin kepada cucu nya itu, yang sudah hampir dua tahun ini turun gunung dan pulang di waktu yang tepat untuk menyelamatkan nyawa nya yang sudah di ujung tanduk tadi.


Dalam tempo waktu yang sangat singkat karena Bayu mempergunakan sedikit tenaga dalam nya, maka tercipta lah sebuah lubang yang cukup besar dan dalam yang mampu menampung ke empat mayat musuh nya tadi.


Setelah pekerjaan nya selesai maka Bayu kembali menghadap Eyang nya yang sudah menunggu nya di Batu tempat Eyang nya itu biasa bersemedi di pagi hari, maka di waktu yang sudah mendekati malam tersebut kedua Kakek dan cucu itu mulai terlibat percakapan yang sudah lama mereka rindukan itu.

__ADS_1


"Sungguh luar biasa Bayu pedang pusaka ini, Eyang pernah mendengar kedahsyatan nya dulu dan menggemparkan jagat raya ini.


Datuk Alang langit mencoba menggenggam dan membuka sedikit pedang pusaka milik cucunya itu, terasa suatu kekuatan yang sangat besar menyedot tenaga nya dan membuat Pendekar Dewa Matahari ini kembali menutup dan menyarungkan kembali pusaka tersebut karena tidak kuat dengan pamor kekuatan yang berada di pedang itu, karena memang hanya mereka yang berjodoh dan memiliki darah keturunan dari Pendekar kilat saja yang bisa memiliki pedang pusaka tersebut.


Entah beberapa lama kedua kakek dan cucu itu mengobrol dan melepaskan kerinduan, walaupun udara di puncak Gunung Singgalang itu semakin menusuk ke tulang karena hari semakin larut, tetapi bukan masalah bagi kedua insan manusia yang sama-sama memiliki ilmu tenaga panas dari matahari yang secara otomatis bekerja di tubuh mereka, jadi hal seperti itu bukan masalah bagi kedua orang tersebut.


Eyang nya hanya tersenyum melihat cucunya itu yang telah menghabiskan tiga ekor ayam hutan yang mereka bakar dengan bumbu seadanya, karena semua peralatan dan bumbu dapur ikut hancur bersama gubuk mereka tadi siang, memang sudah hampir dua hari ini perut Bayu tidak di isi apapun semenjak dia keluar dari ruangan rahasia tempat dia menimba ilmu, dan langsung berlari tanpa berhenti kesini karena firasat yang tidak baik terhadap Eyang nya.


Beruntung dia memiliki cadangan ilmu dan tenaga yang maha dashyat, walau tidak makan berhari-hari pun tidak akan membuat dia lemas dan kelaparan, dan malam ini dia membalas dendam akan semua itu, masakan ayam panggang ala Eyang nya di lalap habis sama dia dan Eyang nya itu hanya kebagian beberapa potong dari empat ekor ayam bakar yang ada.


Mohon maaf beberapa hari ini tidak rilis, karena jadwal pekerjaan yang sangat padat dan mudah mudahan ke depan nya ini bisa up date normal lagi,,

__ADS_1


Terimakasih mohon vote dan like nya😀😀😀😀😀


__ADS_2