Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab. 59 Kisah Raja Daru lintang


__ADS_3

Akhirnya hati Bayu pun luluh, dendam yang tadinya sempat hidup perlahan padam dengan lambat laun, apalagi setelah Bayu mengetahui bahwa ternyata orang tua yang duduk di hadapan mereka itu adalah kakek nya sendiri Baginda raja yang dahulu yang di kabarkan telah meninggal.


Cukup lama kakek nya itu memeluk Bayu karena rupa nya sangat mirip dengan mendiang ayahnya Jaka Anggara, begitu pun juga dengan paman nya yang terlihat sangat menyesali diri nya, hingga tadi dia sempat menyuruh Bayu untuk membunuh nya di sana dengan memberikan keris yang dia pakai.


Akan tetapi Bayu yang memiliki jiwa yang luas itu tidak akan sampai hati untuk melakukan semua itu, di tambah dia sudah melihat sendiri keadaan paman nya itu sekarang yang semakin kurus dan muka nya terlihat lebih tua dari umur nya karena tekanan batin dan penyesalan yang dia tanggung selama ini.


Hingga tanpa terasa ketiga orang kakek anak dan cucu yang sudah cukup lama terpisah itu mengobrol dan bercerita tentang pengalaman hidup mereka selama ini dan yang lebih banyak bercerita adalah Bayu karena paman dan kakek nya itu sangat ingin mendengar kisah hidup nya.


Rupanya waktu pertempuran saudara dulu kakek nya ini memang sudah terluka parah dan kecil kemungkinan untuk hidup, akan tetapi ada seseorang yang menyelamatkan nya yaitu kakak seperguruan nya sendiri yang sudah lama tidak muncul di dunia persilatan, dia membawa kakek nya itu di celah pertempuran yang sedang berlangsung dengan menggunakan Ilmu nya dan membawa kakek nya ini ke sebuah gua di tengah hutan daerah hulu sungai Kampar.


Di sana lah Baginda raja Indra jaya ini di obati dan di rawat oleh kakak seperguruan nya itu yang hampir tiga bulan koma dan setelah sadar pun kakek nya ini seperti kehilangan pegangan dan hidup tanpa semangat apa pun karena rasa bersalah nya hingga menyebabkan kehancuran kerajaan yang dia pimpin.

__ADS_1


Dengan penuh kesabaran kakak seperguruan Baginda raja Daru lintang ini pun merawat dan memberikan pelajaran batin kepada nya hingga lambat laun kesehatan raja yang telah kehilangan kerajaan itu mulai membaik dan dia pun mengikuti jalan hidup kakak seperguruan nya untuk meninggalkan kehidupan yang penuh dengan kepalsuan dan gemerlapan itu dan menjadi seorang pertapa.


Baginda raja Daru lintang pun sering berpergian ke daerah kerajaan, yang sekarang di kuasai oleh anak nya sendiri yang pikiran dan jalan hidup nya telah tersesat itu, dia cukup prihatin melihat kehidupan rakyat yang semakin kacau dan melarat, sampai Baginda raja ini sering menitikan air mata melihat penderitaan rakyat nya.


Orang orang serta rakyat nya tidak ada satupun yang mengetahui bahwa sosok pendeta yang sering menolong mereka itu adalah Raja yang dahulu di kabar kan telah meninggal itu karena penampilan nya yang sekarang.


Akhirnya atas pertimbangan semua itu dan suruhan kakak seperguruan nya sebelum meninggal untuk menyadarkan anak nya, maka dengan kepandaian yang dia miliki dan karena Baginda raja Daru lintang pun mengetahui seluk beluk dan jalan rahasia di istana itu maka pada suatu malam dia pun menculik anak nya Raja Aria lelono dan membawa nya ke sebuah ruangan rahasia di istana yang mana tempat Bayu berada sekarang ini.


Semenjak itu lah para aliran hitam yang menguasai istana secara bertahap di singkirkan dan di basmi semua dari istana serta dari kerajaan Indra jaya karena bantuan dari Ayahanda nya itu yang tidak mau menampakkan diri lagi cukup paman nya itu sendiri yang mengetahui nya.


Begitu lah cerita yang Bayu dengar langsung dari Kakek nya itu, hingga tanpa terasa hari pun telah pagi, Paman nya Aria lelono juga berkali-kali minta maaf kepada nya dan beliau pun sangat berharap Bayu mau menggantikan kedudukan nya sebagai Raja di Indra jaya ini karena memang itu adalah hak nya Bayu.

__ADS_1


Akan tetapi Dengan halus Bayu menolak semua itu dengan berbagai alasan yang masuk di akal akhirnya Paman dan Kakek nya itu pun memaklumi nya, Bayu pun meminta kepada Paman dan kakek nya itu untuk menyembunyikan identitas nya, dia ingin seperti Kakek nya yang selama ini tidak ada satu pun yang tahu siapa dia sebenarnya.


Paman nya Baginda raja Aria lelono setelah hari agak siang meninggalkan ruangan rahasia itu karena di kerajaan sedang ada masalah penting tentang kudeta yang di lakukan oleh beberapa orang bawahannya, Bayu pun tinggal dulu di sana karena Kakek nya itu masih menahan dan masih banyak hal yang harus di ceritakan kepada cucunya itu.


Puluhan kilo meter dari kerajaan Indra jaya tepatnya di Kadipaten Lembah datar hiruk pikuk ribuan orang yang terdiri dari prajurit dan orang orang dari rimba persilatan yang di bawah naungan Datuk Harimau sati bergerak meninggalkan Kadipaten itu untuk melakukan perjalanan menyerang kota Raja.


Adipati Lawu tungkal sendiri yang memimpin sekitar empat ribu pasukan itu dengan Datuk Harimau sati dan Panglima Adi gombang yang selalu berada di sisi kiri dan kanan nya, terlihat Adipati itu sangat percaya diri karena membawa pasukan yang sangat besar, dia cukup yakin akan bisa memporak porandakan istana nanti nya.


Perlahan pasukan besar itu pun meninggalkan Kadipaten dan bergerak terus menuju arah kota kerajaan, yang tinggal sekarang di sana hanya lah para wanita dan anak-anak kecil serta para orang tua yang sudah tidak mampu lagi untuk mengangkat senjata, karena Adipati Lawu tungkal mewajibkan setiap laki-laki yang sudah dewasa untuk ikut berperang, dan barang siapa yang menolak akan mendapat hukuman yang sangat berat beserta dengan keluarga nya yang ada.


Maka nya dengan sangat terpaksa semua laki laki di sana ikut berperang walaupun sangat bertolak belakang dengan hati nurani mereka, para istri dan orang tua hanya bisa menangis melepas kepergian mereka.

__ADS_1


"Bersambung...


__ADS_2