
"Braaakkkkkkkk........
Meja kayu jati yang berada dalam ruangan di rumah kediaman Bujang gila itu patah menjadi beberapa bagian terkena hantaman telapak tangan pria paruh baya pemimpin gerombolan perampok yang di takuti di bumi kerajaan Indra jaya ini, dia sangat marah mendengar laporan bawahan nya yang pulang sendiri tanpa hasil dan semua anggota yang di bawa nya banyak yang tewas serta tertangkap oleh pihak kerajaan yang jumlahnya lebih sedikit dari mereka yang menyerang itu.
"Bodoh dan ceroboh, itulah akibat dari memandang enteng musuh!!!!
Ucap Bujang gila memaki bawahan nya yang pulang dengan kondisi yang memprihatinkan, tadinya dia ingin memukul bawahannya itu akan tetapi mengingat jasa dari bawahannya yang satu ini yang hanya baru kali ini gagal dan tenaga nya masih sangat di butuh kan oleh Bujang gila ini.
" Bersihkan dan obati dirimu pagi ini kita kembali berangkat ke sana saya sendiri yang memimpin!!!
Mendengar perintah atasan nya itu dengan cepat dia keluar dari sana menuju ke rumah nya yang hanya berjarak belasan meter dari rumah induk itu, sementara Bujang gila sendiri menyuruh salah satu bawahannya untuk mengumpulkan lebih banyak pasukan menyergap pihak kerajaan dan mengambil kembali anggota mereka yang tertawan.
__ADS_1
Menjelang matahari muncul di pagi itu sekitar seratus orang dengan bersenjata lengkap bergerak meninggalkan perkampungan perampok yang letaknya sangat tersembunyi, terlihat seorang pria paruh baya yang berbadan besar dengan kepala yang tiada di tumbuhi rambut berjalan paling di depan dengan di samping nya pria yang tadi malam baru pulang dalam keadaan terluka dan gagal dalam menjalankan tugasnya yang kondisinya sudah terlihat membaik.
Setelah hampir tiga jam berjalan mereka pun sampai di sebuah bukit dan tidak jauh di sebuah padang rumput yang berada di bawah sana terlihat beberapa tenda dari pihak kerajaan dan di depan nya sekitar dua puluh lima orang teman mereka terikat dan di kumpulkan jadi satu dengan di jaga oleh beberapa orang prajurit ternyata mereka sangat hafal jalur terdekat ke tempat tersebut.
Bujang gila pun langsung mengatur strategi untuk menyerang pihak kerajaan yang berkemah di sana dia mulai membagi pasukannya, antara lain regu pemanah mulai menyisir tempat tersebut untuk mengepung musuh sedangkan sisa nya akan langsung bergerak bersama Bujang gila setelah regu pemanah beraksi, akan tetapi ada sepasang mata yang mengawasi semua pergerakan gerombolan mereka itu tanpa mereka ketahui termasuk oleh Bujang gila sendiri yang ilmunya paling tinggi di sana di antara mereka.
Ternyata adalah Bayu yang sedang mengawasi sekitar seratus orang kawanan yang mengintai pihak kerajaan itu, tadinya dia sudah ingin meninggalkan tempat itu karena sempat tertahan dengan adanya orang yang sedang berlatih di dekat dia beristirahat, setelah menunggu agak lama dan sangat membosankan akhirnya kedua orang yang latihan itu pun selesai Bayu langsung berkelebat menghilang dari sana karena menahan perutnya yang lapar dari tadi.
Ternyata dugaan Bayu benar bahwasanya gerombolan yang datang lebih banyak dan berjumlah dua kali lipat dari yang datang semalam adalah masih gerombolan yang sama, dari pembicaraan yang dia dengar gerombolan yang datang ini akan menuntut balas atas kematian dan tertawan nya teman teman mereka, kali ini terlihat mereka lebih hati hati dan persenjataan yang di bawa lebih lengkap.
Perlahan Bayu mundur dari sana dan berniat memberitahukan kepada pihak kerajaan yang jumlah nya hanya sekitar dua puluh lima orang beserta dengan pemimpin nya yaitu seperempat dari jumlah musuh yang datang, awalnya dia cukup bingung untuk memberi tahu pihak kerajaan takut di sangka dia memata matai mereka dan takut terjadi salah paham.
__ADS_1
Beruntung ketika Bayu sampai di sana dia melihat pemimpin pihak kerajaan sedang sendirian di belakang tenda, sepertinya dia sangat gelisah karena merasakan firasat yang tidak baik dari tadi, dia pun terkejut dan langsung meraih pedang yang berada di pinggang karena seorang pemuda gagah telah berdiri di hadapan nya tanpa dia mengetahui gerakan dari pemuda tersebut.
Panglima Arta Sandira yang terkejut itu langsung menghunuskan pedang nya ke arah pemuda yang datang dengan tiba-tiba di hadapan dia berdiri, akan tetapi pemuda tersebut bukan menyerang nya tetapi malah lansung memberi hormat dan tersenyum kepada sang Panglima, dengan jelas dan hati hati pemuda itu lansung menerangkan maksud kedatangan nya serta bahaya yang sedang mengintai pihak kerajaan.
Yang membuat Panglima ini lebih terkejut setelah dia memperhatikan dengan seksama wajah dari sang pemuda itu adalah dia seperti mengenal pemuda tersebut karena wajah nya berasa tidak asing lagi bagi nya tapi dia lupa entah di mana dan kapan, untuk sementara dia melupakan tentang jati diri pemuda tersebut ada masalah lebih penting lagi yang sudah berada di depan mata nya dan mengancam nyawa mereka semua.
Dari penjelasan pemuda tersebut musuh yang berjumlah seratus orang itu membawa senjata lengkap dan separuh nya adalah gerombolan pemanah yang telah bergerak mengepung tempat ini, akhirnya sang panglima dengan cepat mengatur strategi dan mulai menarik mundur ke belakang sebagian pasukan pemanah untuk melindungi mereka yang bakal menyongsong musuh dengan jalan mengitari tempat itu secara diam-diam.
Tuan putri Kumala dewi sendiri berada bersama pasukan pemanah yang telah mundur agak ke belakang dari perkemahan dan panglima Arta sandira sendiri bersama beberapa orang prajurit pilihan nya mulai bergerak maju, sementara pemuda yang datang secara misterius tadi dan yang memberi berita tentang musuh kepada mereka berjanji akan membantu, entah kenapa panglima ini begitu saja percaya kepada pemuda tersebut biasanya dia orang yang paling hati hati dalam segala hal.
Ternyata benar baru beberapa langkah rombongan panglima ini mereka bergerak terlihat puluhan hujan anak panah api tanpa berhenti menyerang dan membakar perkemahan mereka itu hingga dalam sebentar perkemahan itu raib di lalap api sampai menjadi abu, aneh nya tidak ada satupun tanda kalau ada manusia yang terlihat di dalam perkemahan selain kawanan mereka yang terikat di depan tenda sebagai tawanan pihak kerajaan.
__ADS_1
bersambung...