Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 6..Dijamu sarapan


__ADS_3

Setelah hampir satu jam berlari terus menyusuri pinggiran sungai mencari jejak ketua dari gerombolan gagak hitam, akhirnya Bayu pun merasa dia telah salah arah dan kehilangan jejak.


Akhirnya dia pun berhenti dan berpikir sejenak, dia ragu untuk melanjutkan pencarian malam ini karena di tambah dengan kondisi tubuh nya yang perlu untuk di istrahat kan dulu karena tenaga nya tadi cukup terkuras saat pertarungan di perkampungan Gagak hitam yang sudah di hancurkan nya itu.


Setelah itu Bayu pun melihat keadaan di sekeliling nya untuk mencari tempat buat istirahat dia malam ini akhir nya dia melihat sebuah pohon yang cukup besar dan tinggi kelihatan nya aman untuk bermalam beristirahat di sana.


Bayu langsung meloncat ke dahan dari pohon besar itu dan langsung menyandarkan badan nya di sana, tidak butuh waktu lama terdengar nafas nya pun mulai teratur rupa nya Bayu langsung tertidur, mungkin pertualangan nya sehari ini sangat melelahkan serta banyak menguras tenaga nya.


Dan semua itu adalah pengalaman pertama bagi nya di dunia luar semenjak turun gunung kemarin, walaupun awalnya dia agak canggung tapi akhirnya dia pun mulai terbiasa mengerti gimana keras dan kasar nya dunia luar itu, memang benar kata pepatah pelajaran yang paling berharga adalah pengalaman itu sendiri.


Suara deburan sungai yang lembut yang tidak pernah bosan mengantarkan jutaan kubik kubik air yang tidak ada ujungnya itu, dan dia tidak pernah mengeluh biar di musim penghujan yang syarat dengan muatan apa pun yang di angkut nya, ataupun sebaliknya di musim kemarau dengan muatan nya yang sedikit, itulah arti dari kehidupan ini dan sudah ada jalan nya masing-masing, semua itu pun berpulang dengan gimana kita menjalani nya sendiri.


Suasana pagi yang tenang itu menambah nyenyak tidur nya Bayu di pohon yang tidak terlalu jauh dari pinggir sungai yang mengalir tenang seperti tidur nya yang tenang di buai oleh mimpi indah di tambah karena tubuh nya yang letih sehabis pertarungan semalam.


"Cetttakkkk.....


Sebuah biji mangga yang belum kering mengenai kepala Bayu, maka dia langsung bergerak dan tidak sadar kalau dia lagi di atas pohon,


dan dia pun terjatuh ke bawah beruntung naluri kependekaran telah mendarah daging di tubuh nya itu dengan bersalto indah dia jatuh dalam posisi berdiri,


sembari mengusap kening yang masih menempel sisa biji mangga yang bikin dia kaget tadi terbangun.


"Mmmm,,,ada yang main dengan saya ini,


Telinga Bayu yang tajam itu mendengar gerakan satu orang di seberang sungai sana, dan dia menoleh ke seberang sungai itu terlihat kepulan asap yang tidak terlalu besar, dan bayu pun lebih mempertajam penglihatan nya, ternyata disana ada seorang kakek kakek lagi membakar ikan dan di belakang nya tumbuh pohon mangga liar yang lagi berbuah lebat.

__ADS_1


"Ayo anak muda kalo mau sarapan mari gabung sini,,!!!, sebuah suara terdengar memanggil apa di tujukan ke pada nya,?


Apa mungkin kakek itu menawarkan sarapan untuk saya, tapi di pikir kenal pun tidak dia dengan kakek itu.


Di tambah lagi sang kakek itu tidak menoleh sedikit pun dan masih sibuk dengan kerjaan nya sendiri membalik balik Ikan bakar itu.


,,,Setttttt...


Satu lagi sebuah benda meluncur ke depan bayu lagi dan reflek Bayu menangkap benda itu dan dia melihat di tangan nya adalah kepala ikan yang rada gosong dan dia pun langsung membuang nya ke sungai.


"Mumpung masih panas anak muda ini tawaran terakhir dari ku" terdengar lagi suara dari kakek itu di seberang sungai.


Tanpa pikir panjang Bayu langsung berlari di atas air sembari memamerkan ilmu meringankan tubuh menuju ke seberang sungai ke tempat kakek itu, kalo ada orang yang melihat pasti kaget melihat Bayu berlari di atas permukaan air yang seperti berjalan di atas tanah saja. Sesampainya di seberang tempat kakek itu, Bayu pun langsung memberi hormat kepada kakek yang rambutnya sudah memutih semua itu dan gimana pun dia telah berniat baik menawari makanan kepada nya.


Dan di ingat ingat sudah sehari semalam baru ini perut dia itu diisi, kemarin dia terlalu terbawa emosi mengejar kawanan perampok, sampai buat ngisi perut sendiri dia sampai kelupaan.


Mereka pun sarapan tanpa bersuara dan tidak saling menoleh di antaranya ,saking enak apa emang kelaparan kedua manusia beda generasi itu pun telah menghabisi semua bakaran ikan yang banyak tadi, mereka makan seperti berlomba saja.


Lalu kakek itu pun mengambil dia buah bumbung bambu yang berada di samping tempat duduk nya dan membagi dengan Bayu minuman nya mereka minum tanpa bersuara lagi dan tercium aroma tuak yang masih segar..


"Krukk krukk krukk,, bunyi tuak di tenggorokan Bayu.


"Mmmmm tuak nya masih segar kek,, kata Bayu mencoba membuka obrolan dengan kakek itu.


"Punya hubungan apa kamu dengan Datuk Alang langit anak muda" kakek itu membuka suara

__ADS_1


Bayu sangat terkejut dengan omongan kakek itu sampai tuak yang diminum nya muncrat lagi dan hampir mengenai muka dari kakek, saking kaget nya Bayu karena Datuk Alang langit adalah Eyang nya sendiri sekaligus orang tua dan guru yang sangat di hormati nya. Cuma beberapa orang yang tahu nama asli Eyang nya itu dan entah kenapa kakek ini hafal nama Eyang nya dan Kalo di pikir Eyang nya itu sudah puluhan tahun mengundurkan diri dari dunia persilatan.


"Tidak usah kaget anak muda kami adalah teman lama, dan Pukulan Menyongsong matahari yang tiada duanya di dunia ini cuma dia sendiri yang punya.. Kakek itu menambahi..


Berarti semalam kakek ini melihat Bayu mengamuk di perkampungan perampok itu kemarin,


Tapi Bayu tidak merasakan kehadiran dari Kakek itu, berarti ilmu nya Kakek itu lumayan tinggi juga,,pikir Bayu.


Saya adalah cucu nya kek, , ucap Bayu


Saya sudah menduga anak muda terimakasih juga sudah membantu mengurus kawanan perampok gagak hitam semalam, akhir akhir ini mereka cukup meresahkan rakyat yang berada disini.


Pihak kerajaan pernah minta tolong ke padepokan nya untuk memberantas gerombolan ini, soalnya Padepokan Pedang dewa yang dipimpin kakek ini terkenal punya hubungan dekat dengan pihak Kerajaan, banyak murid murid dari padepokan ini yang jadi perwira dan Ponggawa di Kerajaan itu,


Tadinya nya kakek itu pun berniat mengintai keberadaan gerombolan ini dulu, dan tanpa sengaja dia kemarin melihat Bayu di perkampungan itu, Kakek itu pun datang terlambat disana, tadinya dia menyangka Bayu yang melakukan itu semua,


makanya dari kemarin dia membuntuti Bayu terus, Kakek itu menerangkan.


Berhubung para perampok itu sudah di basmi oleh Bayu, maka kakek itu pun berencana balik ke padepokan nya lagi, sekalian meminta kepada Bayu kalo di perjalanan nya nanti sampai ke daerah pesisir timur jangan sungkan untuk mampir di Padepokan nya dan bilang saja nama Pendekar pedang baja, kata kakek itu mengenal kan nama , karena siapa yang tidak kenal dengan nama besar kakek itu di daerah pantai timur.


Bayu saja yang masih hijau di dunia persilatan dan maklum baru dua hari ini dia turun gunung jadi belum banyak mengenal dedengkot dedengkot rimba persilatan ini.


Dan akhirnya mereka pun berpisah untuk melanjutkan perjalanannya masing-masing, satu orang ke timur sedangkan Bayu sendiri ke arah selatan.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2