
Baginda raja Durataka begitu sangat marah melihat pasukan nya mulai terdesak, sungguh di luar perhitungan nya kalo Kadipaten Bantar angin ini memiliki pasukan yang begini kuat, armada pasukan berkuda nya begitu tangguh dan menang dalam jumlah yang terus mengobrak-abrik pasukan garis depan nya.
Di saat matahari mulai bersinar pagi itu, tensi pertempuran semakin meningkat, dan semakin banyak korban jiwa diantara kedua belah pihak.
Tetapi perlahan pasukan kerajaan sudah mulai tersudut dan pergerakan mereka semakin mundur, apalagi pasukan Kadipaten Bantar angin kembali mendapat tenaga segar dengan masuk nya seribu pasukan cadangan ke arena pertempuran.
Melati dan Anggun pun banyak membantu pihak Kadipaten, dengan pusaka pedang walet keduanya bagai dua orang dewi pencabut nyawa di arena perang, cukup banyak pihak musuh yang di lumpuh kan nya, melihat keganasan kedua gadis tersebut, dua orang senopati muda dari Kerajaan langsung menyongsong mereka dan terjadi lah jual beli serangan diantara dua pasang manusia yang berlainan jenis itu.
Para prajurit yang bertempur di sekitar mereka memilih menjauh karena efek dari pertempuran mereka cukup kuat dan bisa membuat mereka terluka.
Yang sangat mencuri perhatian kedua pasukan yang bertempur itu adalah seorang pemuda gagah berbaju putih, entah dari mana datang nya terlihat dengan tangan kosong puluhan prajurit Kerajaan semua di bikin lumpuh, setiap dia bergerak pasti ada korban nya, satu hal yang pasti dia ternyata membantu pasukan Kadipaten Bantar angin, membuat sang adipati Wira sentana tersenyum karena pendekar muda itu ada di pihak nya.
__ADS_1
Melihat banyak prajurit Kerajaan yang di lumpuhkan pendekar muda itu, yang tidak lain adalah Bayu, seorang panglima separuh baya menghadang pergerakan Bayu yang semakin ganas dalam melumpuhkan prajurit kerajaan, maka dengan bersenjata pedang dia menebas ke arah kepala pemuda itu dari atas kudanya, tetapi dia kecolongan pergerakan pemuda itu ternyata blebih cepat dari nya, tahu nya pedang itu terlepas dan lengan kanannya lumpuh terkena totokan ajaib Bayu, tidak cukup sampai disitu panglima itu terbanting jatuh dari kudanya tanpa bisa bangun lagi.
Semua orang yang melihat cukup terpana dengan pergerakan Bayu itu, termasuk beberapa pemimpin padepokan dan adipati Wira sentana sendiri, soal nya panglima separuh baya yang di lumpuh kan nya itu adalah seorang panglima senior dan sudah malang melintang di berbagai pertempuran dan ilmu kanuragan nya cukup tinggi.
Raja Durataka semakin marah apalagi melihat seorang panglima andalan nya tewas sekali gebrakan di tangan seorang pemuda pihak Kadipaten, dia sendiri langsung bergerak ke arah pemuda itu sepertinya ilmu pemuda itu sangat tinggi dia tidak ingin mengorbankan panglima nya lagi, tapi langkah nya di tahan oleh seorang pria tua yaitu guru nya sendiri datuk Sidipono yang julukannya Datuk Harimau besi.
"Dia bukan lawan mu baginda, aq seperti mengenal ilmu nya itu biarkan tulang tua ini mencoba nya,,, ujar datuk Sidipono kepada raja Durataka, sembari mengarahkan kudanya ke arah bayu yang masih mengamuk di arena itu.
Sementara Adipati Wira sentana melihat datuk Sidipono sudah menemukan lawan nya, yaitu pemuda tangguh itu yang menurutnya bisa menandingi datuk sesat golongan hitam itu, diapun menerobos mendekati raja Durataka, sepertinya dia ingin menyudahi pertempuran itu, dia tidak ingin korban jiwa bertambah lagi dia yakin mereka ini berperang karena terpaksa oleh Raja nya yang kejam itu..
"Durataka ku tantang dirimu beradu tanding,,,, teriak adipati Wira sentana menggelegar karena di lamberi dengan tenaga dalam, setelah jarak nya agak dekat dengan raja Durataka itu.
__ADS_1
Mendengar adipati yang sangat di benci nya itu menantang nya, gejolak darah muda raja yang masih berusia tiga puluh tahun itu semakin naik, dengan menyentakan kudanya diapun menyongsong ke tempat Adipati wira sentana, setelah jarak mereka tinggal sepuluh meter diapun meloncat dari kudanya, mereka pun berdiri saling berhadapan.
Otomatis kedua pasukan yang di dekat kedua pemimpin tertinggi yang akan adu tanding itupun, menyingkir dan terbentuk lah sebuah arena untuk kedua orang itu.....
"Ku Terima tantangan kau pemberontak hina,,, akan ku cincang daging mu itu,,,, ucap raja Durataka sambil meludah, saking benci nya pada adipati itu, dia pun mencabut keris pusaka nya dari pinggang, sebuah keris lekuk sembilan yang berwarna kuning keemasan yang bernama keris nagamas yang pamor nya cukup bikin merinding bulu kuduk.
Dengan tenang dan sedikit senyum adipati Wira sentana membalas tatapan raja itu, diapun mencabut keris pusaka nya keris yang berwarna hitam yaitu keris Kyai ireng yang pamor nya tidak kalah dari keris nagamas itu, setelah cukup lama saling mengukur kemampuan, kedua singa jantan itupun saling meloncat ke tengah dan saling bertukar jurus dengan taruhan tanah air nya itu.
Pertarungan antara Bayu dan Datuk Sidipono berlangsung dengan sangat menegangkan, pertarungan dua ilmu kanuragan tingkat tinggi, situasi sekitar pertarungan dipenuhi dengan debu yang berterbangan dan rumput serta tanah sekitar pertarungan banyak yang hancur berantakan tidak berbentuk, prajurit yang bertempur pun semakin menjauhi arena pertarungan tersebut, karena angin dari pukulan keduanya sangat berbahaya dan terlihat dari pertarungan keduanya berjalan dengan seimbang, belum ada salah satu pihak yang terdesak. Bayu pun belum mengeluarkan semua kemampuan nya, dia kebanyakan bertahan sembari menjajal ilmu nya datuk ini.
Bersambung....
__ADS_1