
Seorang pemuda baju putih dengan rambut sebahu terlihat sangat menikmati hidangan yang tersedia di sebuah warung, penampilan dia cukup berbeda dengan pengunjung lain yang ada di warung itu, walaupun pakaian yang dia pakai sangat sederhana tetapi tetap kelihatan kalau dia berbeda dengan orang orang yang ada di situ,
ditambah dari postur tubuh nya yang lumayan tinggi dan berbadan cukup berisi, apalagi kalau orang melihat wajah nya yang menarik itu dengan kulit yang kuning langsat serta hidung nya yang mancung dan sepasang mata elang dan memiliki alis yang mirip golok, siapapun orang pasti tidak akan bosan untuk memandang nya.
Suasana di warung makan pagi itu cukup rame tidak seperti hari biasanya yang rada sepi, kebanyakan yang terlihat adalah dari kalangan para pedagang dan petani yang menjual hasil pertanian nya serta melewati desa kecil itu, terlihat dari beberapa warung makan yang ada di desa itu yang paling ramai adalah di situ warung tempat Bayu makan ini.
Beruntung Bayu masih kebagian tempat duduk, walaupun kebagian sebelah pojok yang dekat ke arah dapur, ternyata disana lagi hari pasar yang seminggu sekali pasar di adakan, setelah tadi Bayu sempat bertanya ke pemilik warung.
Bayu sangat menikmati masakan ayam panggang dan nasi liwet yang di pesan nya itu, sangat terasa bumbu nya yang meresap ke daging ayam itu, mungkin baru kali ini Bayu merasakan masakan yang enak seperti ini, dulu sewaktu masih di gunung ke banyakkan dia memakan sayuran dan cuma sesekali dia makan daging dan ayam itupun harus berburu dulu ke dalam hutan untuk menangkap nya,dan di masak serta di makan dengan bumbu seadanya saja.
Desa ini bernama desa Randu Alam, dan kalo mau ke kota Kadipaten harus melewati beberapa desa lagi sekitar tiga jam perjalanan dari sini, dan disini pun penduduk nya rata rata bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang keliling, dan terlihat disini kehidupan penduduk nya cukup makmur.
Setelah menghabiskan makanannya Bayu pun membayar dengan sekeping uang perak makanan yang di makan nya itu, itupun masih ada kembalian nya dari pemilik warung, memang kakek nya mengasih cukup banyak perbekalan uang untuk cucunya itu buat bekal di perjalanan, dia membekali Bayu dengan dua kantong uang emas dan perak, jadi Bayu pun tidak perlu kuatir kekurangan uang di perjalanan nya.
Bayu pun berkeliling melihat lihat suasana pasar, berbagai macam orang berjualan di sana, suasana begitu ramai terlihat para gadis gadis dan para pemuda keluar semua untuk menampakkan diri melihat keramaian yang cuma ada seminggu sekali itu, setelah puas berkeliling memutari pasar di desa itu Bayu pun berniat melanjutkan perjalanan nya lagi,
dia pun mulai berjalan menjauh dari sana mengikuti jalan lurus menuju ke arah timur.
Bayu pun semakin jauh dari desa Randu alam,
kata pemilik warung tadi sekitar satu jam berjalan kaki maka akan bertemu dengan sebuah desa lagi yaitu desa Randu tengah.
__ADS_1
Langkah Bayu pun terhenti, terlihat belasan langkah di depan nya, enam orang pria kasar menghadang di jalan yang akan di lalui nya itu, memang sedari tadi sewaktu mulai meninggalkan desa Bayu sudah merasakan ada yang membuntuti perjalanan nya, tapi buat apa dia membuntuti nya pikir Bayu bingung, makanya dia tenang tenang saja sambil melanjutkan perjalanan dengan santai meninggal kan desa Randu alam itu.
Bayu mengetahui kalau masih ada delapan orang lagi yang bersembunyi di balik rumput dan pepohonan, di samping ke enam orang yang menunggu di tengah jalan itu, Bayu pun sudah bisa mengukur kemampuan dari orang orang itu yang rata-rata orang yang cuma mengandalkan tenaga luar semua atau tenang kasar nya saja.
Dengan tenang dan seperti tidak melihat kehadiran orang orang yang akan mencegat langkah nya itu, Bayu melangkah terus menyusuri jalan setapak yang terlihat sepi di siang itu, dan ketika jarak mereka cuma beberapa langkah terdengar teriakan.
"Berhenti serahkan semua uang yang kamu bawa kalo pengen selamat,, teriak salah satu dari enam orang yang berdiri di tengah jalan itu.
"Setelah itu kamu boleh melanjutkan perjalanan" tambah nya.. Sementara teman teman nya yang lain pada tertawa semua, dan sepertinya dia pemimpin kelompok dari orang orang itu.
Bayu pun tidak kaget dia pun sudah menyangka pasti ini para begundal begundal di desa tadi, tanpa rasa takut dia pun memperhatikan wajah satu persatu ke enam orang itu, tatapan nya begitu tajam dan menusuk hingga ke enam orang itu tidak berani menatap langsung ke pada nya.
"Mmmm,,,Akhirnya Bayu hafal salah satu dari mereka, yaitu salah satu orang itu adalah yang ikut makan di warung tadi bersama dia, ternyata dia telah memata matai Bayu semenjak tadi.
Terlihat dari pukulan yang diayunkan cuma mengandalkan tenaga luar berarti orang ini cuma mulut saja yang besar, dan tanpa menghindar Bayu membiarkan pukulan itu mengenai tubuh nya.
"Dessssss,,,,, seperti besi panas yang di celupkan ke air tangan orang itu menyentuh tubuh Bayu.
"Aduhhhh tangan ku,,,,,, teriak orang itu sambil meloncat loncat menahan sakit di tangan nya, dan Bayu pun sengaja mengalirkan hawa panas dari ilmu tameng matahari yang dia punya untuk memberi pelajaran kepada orang-orang itu, yaitu sebuah ilmu pertahanan untuk melindungi tubuh nya, jadi seperti perisai tubuh, Bayu pun baru ini mempraktekkan ilmu itu, dan hasil nya lumayan biar orang orang ini kapok,, pikir nya.
Terlihat tangan orang itu memerah sampai batas siku,kawan kawan nya pun cukup kaget.
__ADS_1
" Semua serang "" teriak pemimpin nya.
Otomatis mereka pun serempak mencabut golok yang terselip di pinggang masing-masing, dan serempak pula menyerbu ke arah Bayu berdiri.
Bayu pun dengan santai menunggu semua tebasan golok orang orang itu sengaja dia memasang badan tanpa memberikan perlawanan sedikit pun, tetapi akibat nya sungguh di luar pikiran mereka, golok golok mereka itu pada berpatahan dan mental semua nya.
Cukup lama mereka terpaku dan terdiam,mereka baru sadar telah mengganggu orang yang salah dan tidak seharusnya mereka mencegat orang itu, terlihat wajah ketakutan mulai kelihatan di muka mereka.
Hingga akhirnya Bayu pun angkat bicara.
" Gimana paman semua tidak jadi apa meminta semua uang qu ini,? goda Bayu
sambil mengeluarkan dua kantong uang dari pinggang dan di goyang goyang kan di telapak tangan nya untuk meledek orang orang itu.
Ke enam orang itu pun langsung bersujud di depan Bayu, sementara itu pun dia juga mendengar suara gaduh di arah belakang pepohonan tempat orang orang yang tadi bersembunyi, mereka semua pada berhamburan lari dari sana dan sangat ketakutan ternyata mereka salah pilih mangsa, dan sengaja Bayu pun tidak mengejar mereka dan membiarkan mereka lari.
Bayu pun berjalan mengitari orang orang itu yang masih bersujud, sembari meminta minta maaf kepada Bayu, dan masih posisi bersujud orang orang itu pun berjanji akan berhenti dari pekerjaan ini dan akan merubah jalan hidup mereka.
" Baik saya kasih kalian sekali ini kesempatan untuk berubah, ke depan nya tiada ampun bagi kalian,,saya masih sering bolak balik ke desa ini,, imbuh Bayu, sembari melemparkan pil warna kuning ke mulut orang yang tangan nya memerah tadi.
"Cepat telan, dalam satu jam tangan kamu sudah normal lagi,, imbuh Bayu, dan sampai setengah hari ini kalian harus bersujud terus di jalanan ini,, tambah nya
__ADS_1
" Awas jangan coba coba untuk lari " ancam nya. padahal Bayu sudah dari tadi menghilang dari sana, sewaktu melemparkan pil ke salah satu orang itu, dia cuma mengirim suara dari jarak jauh tapi terdengar cukup jelas bagi orang-orang itu.