
Di penghujung malam yang sunyi itu terlihat sesosok bayangan yang bergerak begitu cepat melintasi lebat nya hutan dan perbukitan menuju ke arah markas Serigala merah yang berada di kawasan bukit Karang yang berada tidak terlalu jauh lagi dari situ.
Ternyata sosok bayangan itu adalah seorang pemuda gagah yang berpakaian serba putih dan terlihat masih cukup muda, mungkin kira kira masih berumur sembilan belas atau dua puluh tahunan, setelah beberapa saat berlari dengan kecepatan tinggi dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh nya yang sudah sempurna itu, dia pun berhenti di atas sebuah batu karang yang berada di dinding tebing dan sekitar lima puluh meter di depan nya terlihat mulut sebuah gua yang ada empat orang penjaga nya dengan pakaian serba merah.
Setelah melihat keadaaan lokasi markas gerombolan itu yang cuma ada empat orang penjaga, yang mulai sering kelihatan menguap karena menahan kantuk di tambah lagi cuaca di situ yang semakin dingin dan terlihat mereka pun mulai menggigil karena nya.
Tidak berselang lama ke empat penjaga itu pun roboh ke tanah, hantaman empat biji kerikil kecil yang di jentikan dengan kecepatan tinggi oleh pemuda baju putih tadi tepat mengenai urat penting di leher mereka, hingga membuat keempatnya tidak sadar kan diri atau pingsan menggeletak di sana.
Pemuda itu pun melesat ke pintu gua ke tempat ke empat penjaga yang sudah di bikin nya pingsan itu, dia pun mulai melangkah dengan cukup hati hati mendekati mulut gua yang lumayan besar itu, takut di sana di pasang jebakan karena dia belum mengenal daerah itu. Pemuda itu pun makin meningkatkan kewaspadaan nya ketika langkah kakinya mulai memasuki mulut gua yang cukup terang karena di kanan kiri nya terpasang lampu obor yang cukup banyak.
__ADS_1
Baru sekitar sepuluh langkah pemuda itu memasuki gua, pendengaran pemuda itu yang tajam menangkap desiran puluhan senjata yang mengarah kepada nya, dan ternyata benar selang berapa detik terlihat puluhan anak panah melesat dari dalam gua itu dan siap menembus tubuh pemuda baju putih yang hanya berdiri diam seperti patung menyambut hujan anak panah yang datang pada nya.
Rupanya pemuda baju putih itu bukan hanya sekedar mematung berdiri di situ, ternyata dia sedang memamerkan sebuah ilmu tingkat tinggi yaitu semacam perisai tubuh karena puluhan anak panah yang mengalir bagai air bah itu tidak kunjung berhenti tetapi ketika jarak satu meter lagi anak panah itu menyentuh tubuh pemuda itu puluhan anak panah itu pun rontok semua jatuh ke lantai gua itu dengan kondisi yang hancur menjadi debu.
Tubuh pemuda itu di selubungi oleh cahaya putih kebiruan yang mengandung hawa yang sangat panas, dan rupanya itu lah penyebab puluhan bahkan sampai ratusan anak panah itu rontok menjadi debu karena waktu menyentuh cahaya yang menyelubungi tubuh pemuda itu langsung membuat semua anak panah itu melepuh menjadi debu dan hawa di situ pun langsung berubah menjadi panas, membuat orang orang Serigala merah yang melepaskan panah tadi menghentikan hujan anak panah nya, karena nafas mereka semua terasa sesak dan mereka pun mulai merasa kepanasan efek dari ilmu pemuda baju putih itu yang sungguh luar biasa.
Akhirnya Datuk itu pun sendiri turun tangan untuk menghadapi pemuda yang masih berdiri tenang di lorong pintu masuk sarang mereka dan dia pun melesat ke arah pemuda baju putih itu yang tidak lain adalah Bayu anggara yang telah membasmi semua anggota dan kawanan Serigala dari Datuk Sigantang itu atau yang lebih di kenal dengan Pendekar Cakar Serigala di hutan dekat perkampungan penduduk tadi malam.
Sembari melesat ke arah Bayu terdengar lolongan seperti suara Serigala dari mulut Datuk Sigantang itu, rupanya tanpa tanggung tanggung beliau langsung mengerahkan jurus andalan nya untuk menyerang pemuda tersebut, yaitu jurus Serigala gila suatu jurus yang sangat jarang di keluarkan oleh Datuk Sigantang itu kecuali untuk menghadapi lawan yang cukup kuat.
__ADS_1
Ternyata jurus andalan Datuk itu mampu juga menembus perisai yang menyelimuti tubuh Bayu, terdengar letusan yang sangat keras ketika kedua tangan orang itu bertemu dan membuat gua itu terguncang seperti gempa bumi. Terlihat Bayu cuma tergeser dua langkah ke belakang tetapi masih dalam posisi berdiri sedangkan Datuk Sigantang sendiri terdorong mundur ke belakang sekitar empat langkah.
Setelah memperbaiki posisi nya Datuk itu pun melihat pusaka yang berupa cakar besi di tangan kanan nya itu, dia cukup kaget karena pusaka cakar andalan nya itu terlihat tidak utuh lagi dua jari dari cakar senjata nya itu ternyata telah patah karena benturan dengan tangan pemuda baju putih itu.
Datuk Sigantang itu pun menjadi marah melihat senjata pusaka nya itu rusak dan diapun kembali menerjang pemuda yang berada di depan nya itu dan masih dengan menggunakan jurus Serigala gila yang di rasa nya cukup kuat untuk menghadapi pemuda itu tadinya dia belum menggunakan seluruh kekuatan nya hingga membuat dia mundur agak jauh, dan sekali lagi terdengar lolongan dari mulut Datuk itu kali ini lebih keras lagi bunyi nya hingga semua anggota gerombolan nya yang berada di dalam menutup kedua telinga mereka karena tekanan suara lolongan Datuk Sigantang itu membuat telinga mereka sakit.
Sebelum terjangan Datuk Sigantang itu mengenai nya ternyata Bayu pun bergerak lebih cepat dari Datuk yang sedang emosi tinggi itu, akan tetapi rupanya Bayu bukan menyongsong ke arah Datuk itu malah dia melesat keluar dari dalam gua itu, terdengar umpatan kasar dari mulut Datuk Sigantang karena musuh nya malah melarikan diri seperti pengecut keluar dari sana, akhirnya dia pun berkelebat juga keluar mengejar pemuda tersebut, setelah sebelumnya berteriak kepada seluruh anggota nya untuk ikut menyerbu keluar.
Bersambung...
__ADS_1