
Terasa sebuah aliran tenaga yang berhawa dingin memasuki seluruh tubuh Bayu sewaktu berhasil mencabut pedang pusaka tersebut yang tertanam di lantai batu ruangan itu, akan tetapi lama kelamaan hawa dingin itu terasa nyaman di tubuh nya ketika bertemu dengan kekuatan yang dia serap tadi ketika pertama kali memasuki ruangan rahasia ini.
Cahaya keemasan yang keluar dari pedang pusaka tersebut baru berhentilah ketika Bayu kembali mendapat bisikan dari kakek buyut supaya menyarungkan pedang tersebut ke warangka nya yang tergantung di dinding gua, maka sambil mengacungkan pedang itu Bayu melangkah ke arah warangka pedang tersebut berada dan langsung menyarungkan pusaka tersebut, maka seketika sinar keemasan dari pedang itu pun langsung hilang dan pudar.
Sebuah benda seperti kitab kecil terjatuh ketika pedang tersebut menyatu dengan Warangka nya, Bayu pun memungut kitab tersebut dan di sana tertera.
'Kitab ilmu pedang penakluk semesta'
Dan kembali terdengar bisikan di telinga Bayu supaya dia mempelajari ilmu pedang tersebut dan menurut kakek buyut nya itu dia tidak akan kesulitan untuk memahami semua isi kitab tersebut karena dia sudah mempunyai pondasi ilmu yang sudah sangat bagus dan memiliki tenaga dalam yang cukup kuat untuk menerima semua ilmu maha dashyat tersebut.
__ADS_1
"Tinggalah sementara di sini Bayu sampai kamu benar-benar mengusai seluruh isi kitab pedang itu, dan mungkin ini pesan yang terakhir dari leluhur mu, gunakan lah ilmu itu untuk kebajikan membela yang lemah dan menegakkan keadilan di muka bumi ini, tanggung jawab mu cukup besar cucuku maka ikuti lah semua petunjuk yang ada di sana. Selamat tinggal cucu ku Bayu Anggara!.
Maka suasana kembali hening setelah suara buyut nya itu menghilang, ternyata dengan ilmu nya yang tinggi dia masih bisa berkomunikasi dengan cucu yang sebagai pewaris ilmunya itu, walaupun dia sudah lama meninggal, dan ternyata itu adalah kekuatan terakhir yang di miliki nya setelah ini dia sudah tidak bisa lagi berkomunikasi karena dia sudah tenang di alam sana karena tidak ada lagi beban yang di tanggung tentang pewaris ilmu nya yang maha dahsyat.
Setelah semua kejadian yang bagi Bayu seperti sebuah mimpi saja karena berlangsung tanpa dia sengaja serta di kehendaki nya dan memang itu lah yang nama nya jodoh kita tidak akan bisa mengelak dari semua itu, dan mulai saat itu sebuah beban berat pun bertambah lagi di pundak nya karena dia harus mengamalkan semua ilmu yang di dapat kan dari leluhur nya, dan dia cukup senang karena aliran ilmu yang baru ini sejalan dan bisa saling beriringan serta saling mengisi dengan ilmu dari kakek nya Datuk Alang langit yang bersifat panas sedangkan ilmu dari Buyut nya ini bersifat dingin jadi keduanya bisa saling menutupi.
Makin hari Bayu semakin mengusai kitab tersebut dan tenaga dalam nya pun semakin bertambah besar serta yang paling meningkat pesat adalah kecepatannya, sampai kakek nya yang menyaksikan sampai geleng-geleng kepala melihat ilmu meringankan tubuh nya itu, karena sekarang dengan mudah nya Bayu mencapai atap langit-langit ruangan hanya dengan sekali loncatan tanpa perlu menekuk kaki nya dulu.
Waktu malam nya di pergunakan Bayu untuk menyerap ilmu batin yang di berikan oleh kakek nya yang membuat mental nya semakin kuat dan jiwa nya pun semakin bersih jauh dari sifat buruk, begitu lah kegiatan setiap hari yang di lakukan Bayu di sana tanpa satu orang pun yang tahu bahwa di lantai paling bawah istana kerajaan Indra jaya terdapat ruangan yang menyimpan sebuah ilmu langka yang dulu sangat di takuti di zaman nya karena mengusai seluruh rimba persilatan.
__ADS_1
Memasuki hari yang ke empat puluh Bayu yang baru habis berlatih ilmu pedang, di kaget kan karena melihat kakek nya yang belum bangkit dari semedi, yang biasanya sebelum Bayu selesai latihan kakek nya ini sudah selesai duluan dan sudah menunggu nya di sana untuk mengisi perut.
Maka perlahan Bayu pun menghampiri kakek nya itu, ternyata kakek nya itu sudah kaku di sana dan tidak bernafas lagi, Bayu cukup lama memeluk dan menangisi kakek nya itu yang sudah meninggal dan baru tersadar ternyata semalam kakek nya itu memang berpesan kepada nya supaya kalau dia meninggal agar jasad nya itu di taruk dan di makam kan di sini saja di tempat para leluhur nya, karena memang di sisi sebelah kiri ruangan ini terdapat sebuah pintu menuju sebuah ruangan yang terdapat beberapa makam dari leluhur nya, akan tetapi semalam Bayu tidak terlalu menanggapi ucapan kakek nya itu yang ternyata memang benar terjadi.
Dengan melakukan upacara seadanya maka Bayu menaruh jenasah kakek nya itu dan menimbun nya dengan bebatuan yang memang banyak terdapat di ruangan makam tersebut seperti memang sudah di persiapkan oleh para leluhur nya itu, setelah memberikan penghormatan terakhir maka Bayu meninggalkan ruangan tersebut dan menutup nya kembali.
Untuk hari ini Bayu tidak melanjutkan latihan nya karena suasana hati nya lagi berduka dan untuk menghormati kakek nya yang baru meninggal tersebut, dia pun melangkah ke tengah ruangan di mana dia biasa bersemedi bersama kakek nya itu, maka Bayu pun mulai bersemedi di sana dan merenungi setiap pelajaran batin yang dia Terima dari sang kakek, dia tidak menyangka pertemuan nya dengan kakek nya sesingkat ini.
Bersambung...
__ADS_1